Jumat02152013

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Pasar & Bank Batam Fokus Ekspansi Bisnis BNI

Batam Fokus Ekspansi Bisnis BNI

BATAM (HK) - Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah Padang yang memiliki area kerja di tiga provinsi, yaitu Sumatera Barat (Sumbar), Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) serta Kerinci, Provinsi Jambi, menjadikan Batam dan Provinsi Kepri sebagai fokus ekspansi bisnisnya.

CEO BNI Wilayah Padang, Filani Zikri didampingi Head Network and System BNI Wilayah Padang, Arimathea usai peresmian Kantor Kas BNI Nagoya Hill, Rabu (6/2) mengatakan, persentase market share Batam dan Kepri sebesar 30-35 persen dari target ekspansi bisnis, sementara Pekanbaru dan Riau sebesar 40 persen, sisanya kantor cabang Kerinci dan wilayah Sumatera Barat.

"Sumatera Barat masih recovery pasca gempa, belum banyak pembiayaan bisnis di sana, makanya kita fokuskan dulu pengembangan ke Batam. Potensi Batam sangat besar, hal ini tidak terlepas dari letak geografisnya, berada di jalur perdagangan terpadat dunia, sangat menjanjikan," ujar Filani.

Disebutkannya, BNI memiliki lima sektor unggulan dalam pembiayaan, yakni transportasi, oil and gas, perdagangan (termasuk hotel dan restoran), konstruksi (KPR), dan pengembangan antar pulau. "Ke lima sektor ini menunjang perekonomian regional, chief economis," sebutnya.

Dalam kesempatan itu disampaikan, hingga akhir 2012 BNI Wilayah Padang telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp6,6 triliun, 11 persen di antaranya disalurkan di Kepri, sisanya di Sumbar dan Riau. Realisasi penyaluran pinjaman 2012 naik 15 persen dibandingkan 2011.

Sementara, untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI Wilayah Padang selama 2012 mencapai Rp526 miliar, 10 persen di antaranya disalurkan di Batam dengan persentase kredit macet (non performing loan/NPL) sebesar 2 persen. Sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Rp10.964 miliar, 25 persen di antaranya di himpun dari Kepri. DPK BNI Wilayah Padang selama 2012 tumbuh 21 persen dibandingkan 2011.

"Secara nasional, BNI menargetkan penyaluran KUR di 2013 Rp5 triliun, naik dibandingkan 2012 yang realisasinya mencapai Rp4 triliun," ujar Filani.

Menunjang target bisnis wilayah Kepri, selama 2013 BNI membuka tiga outlet di Batam, yakni Kantor Sentra Kredit Menengah (SKM) Batam, Kantor Kas BNI di Nagoya Hill yang baru saja diresmikan, dan dalam waktu dekat akan meresmikan lagi satu kantor kas di Natuna.

Pembukaan outlet ini melengkapi outlet BNI di Batam & Provinsi Kepulauan Riau yang sampai akhir Desember 2012 berjumlah 21 outlet dengan rincian tiga kantor cabang utama, 14 kantor layanan dan empat kantor kas, serta dua sentra bisnis yaitu Sentra Kredit Menengah, Sentra Kredit Kecil di Batam Kepulauan Riau.

Sementara itu jumlah ATM BNI di Propinsi Kepulauan Riau sebanyak 100 ATM, 2 CDM (mesin ATM Setor), 1 ATM Drivethru serta 1 BLG (BNI Layanan Gerak).

BNI Wilayah Padang saat ini memiliki jaringan outlet layanan, yakni 13 outlet cabang utama, 47 outlet kantor layanan dan 20 outlet kantor kas serta delapan outlet sentra kredit (menengah, kecil, kredit consumer dan kartu kredit). Di samping itu, BNI Wilayah Padang memiliki 426 mesin atm, 9 mesin atm setor atau CDM, tiga ATM Drivethru, tiga mobil bni layanan gerak.

Dalam hal layanan, BNI Wilayah Padang berkomtiment melayani lebih pagi dari bank lain yaitu buka pukul 08.00 WIB, serta tutup lebih akhir dari bank lain yaitu pukul 16.00 WIB, serta membuka layanan di hari Sabtu yaitu di outlet KCU Pekanbaru Jl Sudirman No 119 Pekanbaru , KLN Dobi Padang, KCU Bukittinggi dan Sabtu-Minggu (weekend banking) di BNI KLN Nagoya Batam yang melayani semua transaksi, termasuk pembukaan rekening dari pukul 08.00 – 14.00 WIB.(nana)

Share

Jejak

Mesjid Haji Abdul Ghani (1)

Jumat, 28 December 2012
Mesjid Haji Abdul Ghani (1)

Inilah mesjid tertua di Kabupaten Karimun. Dibangun oleh Raja Abdul Ghani bin ...