Jumat11142014

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Pasar & Bank Kepri Inflasi 0,41 Persen Sepanjang September 2014

Kepri Inflasi 0,41 Persen Sepanjang September 2014

BATAM (HK) - Trend perlambatan laju inflasi Kepulauan Riau masih berlanjut pada September 2014 yang dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah kelompok volatile food. Tercatat inflasi Kepri sepanjang September sebesar 0,41 persen (mtm), atau 4,04 persen (yoy), lebih rendah dibanding inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,50 (mtm), atau 4,56 persen (yoy).
Berdasarkan kota pembentuk inflasi Kepulauan Riau, inflasi Kota Batam tercatat sebesar 0,48 persen (mtm) atau 4,57 persen (yoy) dan inflasi Kota Tanjungpinang sebesar 0,06 persen (mtm) atau 3,57 persen (yoy). Andil terbesar inflasi Kota Batam disumbang oleh kelompok volatile food antara lain cabai merah, bayam dan kangkung. Sementara itu, andil terbesar inflasi Kota Tanjungpinang disumbang oleh kelompok inti, antara lain upah tukang bukan mandor dan beberapa komoditas pada kelompok inti.

Laju penurunan inflasi Kepri dipengaruhi menurunnya tekanan inflasi pada kelompok volatile food di Kota Batam dan kelompok administered price di Kota Tanjungpinang, yang masing-masing mencatatkan inflasi sebesar 1,49 persen (mtm) dan -0,55 persen (mtm), menurun dibanding bulan sebelumnya masing-masing dengan inflasi sebesar 1,74 persen (mtm) dan 0,77 persen (mtm). Penurunan kelompok volatile food di Kota Batam dipengaruhi oleh menurunnya harga beberapa komoditas seperti bawang merah, beras dan daging ayam ras, didukung kelancaran pasokan sedangkan di Kota Tanjungpinang pada kelompok administered price mengalami penurunan pada angkutan udara karena penyesuaian harga setelah mengalami kenaikan yang cukup tinggi menjelang lebaran pada Juli 2014.

"Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung dan dampak lanjutan tarif listrik serta gas elpiji akan menjadi beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ekspetasi inflasi pada periode selanjutnya. Inflasi pada sejumlah komoditas volatile food diprakirakan akan meningkat sebagai dampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang dikhawatirkan akan berdampak pada gangguan pasokan sejumlah komoditas volatile food khususnya sayur-sayuran dan cabai merah ke Kepulauan Riau. Sementara itu untuk komoditas pada kelompok administered price, yaitu tarif listrik PT PLN Persero masih akan mengalami peningkatan hingga November. Dampak lanjutan tarif listrik serta gas elpiji berpotensi mendorong inflasi pada sejumlah komoditas inti antara lain pada kelompok makanan jadi. Meskipun demikian, penurunan laju inflasi diyakini masih berlanjut pada kelompok pendidikan seiring dengan berakhirnya masa pendaftaran sekolah/tahun ajaran baru," papar Sekretaris II Tim Pemantau Inflasi Daerah Provinsi Kepri Minot Purwahono, melalui rilis yang diterima Haluan kepri, kemarin.

Selanjutnya, dalam rangka pengendalian dan capaian target inflasi tahunan di Provinsi Kepulauan Riau, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merekomendasikan beberapa hal, di antaranya Menjaga kelancaran pasokan dan distribusi barang sehingga tidak memberikan tekanan kenaikan harga, Meningkatkan koordinasi dengan daerah lain di luar wilayah provinsi untuk mengatasi kelangkaan bahan pangan, Memperkuat peran TPID tingkat provinsi dalam mengkoordinasikan kegiatan TPID tingkat kabupaten/kota serta dalam hal sinkronisasi kebijakan dalam satu provinsi. (r/pti)

Share

Fokus

Kepri Carnival Berlangsung Meriah

Sabtu, 08 November 2014

Warga Berebut Minta Foto Selfie

TANJUNGPINANG (HK) - Masyarakat Tanjungpinang an...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...