Sebagai pilot project pengimplementasian penggunaan alat pembyaran non tunai akan diterapkan pada pembelian tiket kapal ferry di pelabuhan Punggur yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam. Selanjutnya akan diterapkan secara bertahap pada pelabuhan lainnya seperti Tanjungpinang, Sri Bintan Pura, Karimun serta pelabuhan yang dikelola oleh Badan Pengusahaan Batam seperti Sekupang, Harbour Bay maupun Bandara Hang Nadim.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra usai Deklarasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) Provinsi Kepri 2015 di Hotel Swiss Bell Harbour Bay Batam, Kamis (23/4) menyebutkan, BI sebagai otoritas sistem pembayaran memiliki tugas untuk mewujudkan sistem pembayaran yang aman, efisien dan lancar dengan mempraktekan aspek perluasan akses dan perlindungan konsumen.
Transaksi non tunai diyakini dapat mendukung sistem pembayaran yang aman, efisien dan lancar. Bahkan ciri beberapa negara maju dalam sistem pembayaran salah satunya adalah semakin terbatasnya penggunaan transaksi uang tunai dalam transaksi sehari-hari. Berkaca dari Singapura, saat ini telah menerapkan sistem pembayaran yang aman dan efisien, tercermin dari presentasi penggunaan transaksi non tunai yang hanya sebesar 55,5 persen. Sementara di Indonesia tingkat penggunaan transaksi non tunai mencapai 89 persen, sudah ada perkembangan dari tahun lalu yang masih 99,4 persen.
"Cash less bisa dilakukan oleh semua pihak. Ini akan sangat mendorong efisiensi ekonomi kita ke depan. E-payment bisa mendukung 0,8 persen PDRB, kita di nasional baru 0,3 persen. Kita akan coba meningkatkan sosialisasi yang difokuskan di Batam." sebut Gusti.
Diterangkannya, transaksi non tunai memiliki banyak manfaat diantaranya : 1) praktis dan nyaman, tidak perlu banyak membawa uang tunai dan higienis, tidak perlu repot mencari ATM ataupun menghitung uang tunai pada saat melakukan transaksi, 2) akses lebih luas, yaitu meningkatkan inklusivitas masyarakat ke dalam sistem pembayaran, 3) transparansi transaksi yang akan membantu usaha pencegahan dan identifikasi kejahatan kriminal karena semua transaksi akan tercatat den terekam oleh chip magnetic di dalam kartu, 4) efisiensi rupiah, dapat menekan biaya pengelolaan uang rupiah dan cash handling, 5) Less Friction Economy, dapat meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian, 6) dengan tercatatnya transaksi maka perencanaan ekonomi akan lebih akurat.
Kepala Departemen Regional I Sumatera Bank Indonesia Dian Ediana Rae menyebutkan, Bank Indonesia menargetkan tahun 2024 Indonesia sudah comparable (sebanding) dengan negara tetangga dalam semua indikator ekonomi, kemajuan sitem pembayaran dan stabilitas sistem pembayaran.
Rangkaian Kampanye GNNT di formulasikan dalam rangka mengedukasi dan mendorong masyarakat Kepulauan Riau khususnya Batam maupun pemerintah daerah untuk menggunakan alat pembayaran non tunai dalam transaksi sehari-hari. Adapun rangkaian kampanye GNNT tersebut antara lain:
Seminar Nasional GNNT yang diadakan pada hari Kamis, 23 April 2015 di Swisbel-Hotel Harbour Bay GNNT Roadshow, kegiatan edukasi yang dilakukan melalui kunjungan langsung oleh KPw BI Kepri bersama BMPD Kepri kepada semua segmen masyarakat, baik pengunjung mall, kelompok klaster perikanan tangkap KPw BI Kepri, dan kelompok UMKM lainnya. Kegiatan Roadshow ini ditargetkan dapat menjangkau masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil di Kota Batam yang selama ini jarang bersentuhan dengan perbankan.
GNNT Promotion, akan dilakukan di setiap akhir pekan dari 25 April 2015 hingga 16 Mei 2015 di 3 (tiga) mall di Kota Batam, yaitu Batam Central Square (BCS), Panbill Mall dan Megamal Batam Center. Konsep dari kegiatan ini adalah setiap orang yang berbelanja menggunakan instrumen non tunai akan mendapatkan kupon undian berhadiah. Dengan hadiah Utama berupa 3 buah sepeda motor.
Kemudian akan ada Deklarasi GNNT Provinsi Kepulauan Riau 2015, pada 23 Mei 2015 di lapangan Engku Putri Batam Centre. Kegiatan ini merupakan acara puncak dengan target peserta sekitar 3.000 – 5.000 orang, yang akan diberikan hadiah kepada pemenang undian transaksi non tunai, penghargaan kepada pelopor GNNT, dan pencanangan serta penandatanganan Deklarasi GNNT Provinsi Kepri.
Selain sosialisasi, didorong upaya pengimplementasian penggunaan alat pembayaran non tunai pada layanan keuangan di pelabuhan maupun bandara, seperti pembayaran tiket ferry, airport tax, pembelian tiket pesawat di counter-counter, dan lain-lain. (ana)





