Minggu03302014

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Property Harga Properti di Batam Naik 10-15%

Harga Properti di Batam Naik 10-15%

BATAM (HK) - Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan sebesar 7 persen, disertai lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dan dollar Singapura, turut berimbas pada naiknya harga properti di Batam. Pantauan koran ini, kenaikan harga properti 10-15 persen.
Kenaikan ini dikeluhkan masyarakat, terutama kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Susanto, salah seorang warga yang mengaku tinggal di Barelang ditemui saat melihat-lihat brosur sejumlah perumahan mengeluhkan naiknya harga rumah tersebut.

"Saya lagi lihat-lihat rumah, kata mbak-mbak marketingnya harga rumah sudah pada naik, rumah subsidi yang sebelumnya Rp84 jutaan, kini sudah di atas Rp100 juta. Katanya harga naik karena dollar naik, harga rumah ikutan naik, KPR juga naik. Kalau begini bagaimana mau beli rumah," ujar Susanto yang mengaku bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik yang ada di Batam.

Marketing iklan perumahan Luky Hills Residence Irfan mengungkapkan harga properti telah mengalami kenaikan sebesar 10-15 persen sejajak dinaikkannya suku bunga acuan bank oleh Bank Central dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang turut berimbas pada harga jual rumah. Di samping itu, suku bunga kredit pemilikan rumah juga mengalami kenaikan.

Data yang dirangkum koran ini dari berbagai sumber, suku bunga kredit properti di 5 bank umum berkisar antara 9,5 persen hingga 12 persen per tahun. Yaitu BCA sebesar 9,5 persen, BRI 10 persen, BNI 10,85 persen, BTN 11 persen dan Permata 12 persen.

"Peningkatkan harga dolar ini berpengaruh pada harga bahan dasar bangunan yang masih impor seperti besi kontruksi, cat dan lainya, sehingga harga jual rumah juga naik, " tambahnya lagi.

Di lain pihak, Toni manager perumahan Barelang Wiguna Investama mengungkapkan, dollar, khususnya dollar Singapura sangat berpengaruh terhadap harga penjualan seperti ruko yang pembayaranya menggunakan dollar, sehingga harga jual mengalami kenaikan sekitar 5 persen.

Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepri Minot Purwahono menyebutkan beberapa bank umum di Indonesia sudah mengumumkan kenaikan sukubunganya yang akan diberlakukan bulan September ini, seiring naiknya suku bunga acuan bank. Namun begitu, untuk angka pasti kenaikan suku bunga masing-masing bank baru akan diketahui setelah masing-masing bank melakuka pelaporan.

"Datanya baru akan bisa terlihat pada bulan Oktober nanti," ujar Minot yang ditemui usai menghadiri Dialog Pelaku UKM dengan Gubernur Kepri di Hotel Harris Batam Centre, Kamis (5/9)

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Rudy Margono, harga jual properti diprediksi mengalami kenaikan sebesar 10 persen yang akan tampak dalam waktu dekat.Selain pelemahan nilai tukar rupiah, beberapa indikator lain seperti kenaikan upah buruh dan komponen bahan dasar bangunan juga ikut dihitung.

"Harganya akan naik sekitar 10 persen. Karena kita hitung juga upah buruh bangunan yang naik 10-20 persen. Jadi hitungannya ada pelemahan nilai tukar rupiah, inflasi dan upah buruh yang terus meningkat," imbuhnya.

Namun Rudy menegaskan, berinvestasi properti lebih baik dibandingkan saham, emas, bahkan dolar. Apalagi di saat ekonomi yang belum pasti seperti saat ini.

"Dengan adanya fenomena rupiah yang melemah saat ini, investasi properti merupakan instrumen investasi yang paling aman daripada emas, dolar, atau saham," cetusnya. (dtc/ros/ana)

Share

Fokus

Dari Kerang hingga Kerajinan Kaca

Sabtu, 15 March 2014

Cinderamata Tanjungpinang

TANJUNGPINANG(HK)-- Kota Tanjungpinang yang merupakan d...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...