Rabu11272013

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Property Kantor Pemasaran Orchard Park Diresmikan

Kantor Pemasaran Orchard Park Diresmikan

500 Unit Sudah Dipesan

BATAM (HK) - Tes pasar selama satu bulan yang dilakukan PT Dimas Pratama indah (DPI), anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) atas properti terbaru mereka yang akan hadir akhir tahun ini, yakni Perumahan Orchard Park, sukses merebut atensi dari masyarakat Batam dan Jakarta. Hal ini terbukti dengan lebih dari 500 peminat serius telah memberikan komitmennya.
Demikian disampaikan Asistant Vice President Marketing Development PT Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya saat meresmikan kantor pemasaran Orchard Park di lantai tiga Mega Mall Batam Centre, Minggu (20/10).

Dikatakan Agung, tes pasar selama satu bulan dilakukan di Mega Mall Batam Centre dan Central Park Jakarta. "Banyaknya permintaan pasar atas pemukiman yang akan kami bangun membuat kami semakin optimis atas kehadiran properti kami di Batam," ujar Agung.

Agung menambahkan, Batam merupakan salah satu daerah yang sangat diperhitungkan PT Agung Podomoro Land sebagai lokasi pengembangan properti di luar Jawa, karena pertumbuhan ekonominya yang sangat tinggi, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Di samping itu, letak Batam yang sangat strategis, berbatasan langsung dengan Singapura, menjadi pasar tersendiri dalam pemasaran properti.

Manager Orchard Park Tedi Guswana didampingi Sales Manager Elya mengatakan, peresmian kantor pemasaran Orchard Park merupakan keseriusan DPI dalam mengembangkan Orchard Park, sekaligus eksistensi anak usaha APLN di Kota Batam. Kantor pemasaran tersebut merupakan kantor sementara sebelum Marketing Gallery Orchard Park Batam selesai dibangun di lokasi proyek, Jalan Engku Putri, Komplek Orchard Park Batam pada pertengahan 2014.

APLN di tahun 2013 mulai berekspansi ke luar Pulau Jawa, salah satunya Batam. Proyek hunian mixeduse akan dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun. Orchard Park akan berdiri di atas lahan seluas 42 hektar, terdiri dari 1.100 hunian, 70 unit Orchard Walk (shop house), dan apartemen (pengembangan lanjutan). Di cluster pertama akan hadir enam varian tipe, yaitu Livia Home ukuran 6x16 m, carpio home 6x16 m, Myrina home dengan luas bangunan 66 dan luas tanah 126 meter, Photuris home 7x18 m, Chimare home 8x20 meter, dan Paradise home ukuran 8x22 meter. Fasilitas yang dapat dinikmati, yaitu kolam renang, fitness center, jogging track, private garden, children playground, estate management, dan sistem keamanan 24 jam.

Yang lebih menguntungkan, membeli rumah di pemukiman ini tidak perlu renovasi, karena rumah siap huni. Namun, bagi pemilik yang tetap ingin merenovasi, pondasi rumah sangat kokoh (pile), pondasi yang cukup jarang digunakan karena berbiaya mahal. Pondasi ini digunakan untuk bangunan bertingkat, sehingga bagi konsumen yang membeli rumah di kawasan tersebut, bisa merenovasinya menjadi bangunan bertingkat sesuai keinginan.

Di samping itu, area pemukiman hijau, karena 40 persen kawasannya akan ditanami pohon buah-buahan. Tedi mengatakan, akhir tahun ini Orchard Park akan mulai dipasarkan, dan konstruksi dilakukan di awal 2014.

"Dalam pemasaran nanti, kita akan pilah pembagian unit sesuai aturan BI yang baru tentang LTV (loan-to-value). Untuk konsumen pembelian rumah kedua, kita akan bangunkan rumah lebih dulu, sesuai aturan, sementara pembelian biasa secara kredit, uang muka tetap 30 persen," ujar Tedi.

Tedi mengatakan, 20 persen konsumen Orchard Park melakukan pembelian secara cash, sisanya secara KPR (kredit bank) dan cash bertahap. (pti)

Share

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...