Selasa08052014

Last update12:52:20 AM

Back Entertain Life Style Helm Gaya dan Nyaman - Pilih Helm Sesuai Fungsi

Helm Gaya dan Nyaman - Pilih Helm Sesuai Fungsi

Article Index
Helm Gaya dan Nyaman
Ukuran Helm
Pilih Helm Sesuai Fungsi
All Pages

Banyaknya helm yang bertebaran di pasar memang bisa membingungkan konsumen. Sebelum membungkus helm, ada baiknya, mengenali jenis-jenis helm dan fungsinya.

Shorty helmet
Helm ini hampir mirip dengan helm proyek yang selama ini terkenal dengan sebutan helm cetok. Ukuran helm ini sangat kecil dan hanya menutup kepala bagian atas.

Helm ini dirancang untuk memudahkan penglihatan dan pendengaran penggunanya. Helm shorty mudah dibawa dan disimpan karena bentuknya yang simpel. Harga helm jenis ini biasanya murah, yakni di bawah Rp 30.000.

Namun, karena bentuknya kecil, helm ini tidak bisa memberikan perlindungan maksimal. Sebab, helm shorty tidak menutupi kepala hingga telinga. Helm ini bisa membahayakan pendengaran penggunanya akibat suara bising lalulintas yang masuk langsung ke pendengaran. Helm ini juga tidak memberikan proteksi yang baik terhadap kepala.Fungsi helm ini tak ubahnya topi, lebih baik jangan menggunakannya saat berkendara sepeda motor.

Open face helmet
Helm ini juga dikenal dengan sebutan helm half face atau helm tiga perempat. Dibandingkan dengan helm shorty, helm ini mempunyai ukuran yang lebih besar.

Helm open face mampu menutupi hingga bagian belakang kepala, sedang bagian muka terbuka. Otomatis, helm jenis ini memberikan perlindungan yang sedikit lebih baik ketimbang helm cetok. Helm ini juga mudah dipakai dan dilepas.

Namun, karena bagian depan tidak tertutupi, perlindungan di bagian muka, dagu, gigi, hidung, leher, dan mata pun tidak ada. Tapi, kadang-kadang ada penambahan kaca, agar bisa melindungi pemakainya dari hujan, debu, angin, serangga, bahkan kerikil kecil yang beterbangan di jalan.

Harga helm ini pun lebih mahal dibandingkan helm cetok. Harga kisaran, mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 200.000.

Full face helmet
Sesuai namanya, helm ini tidak hanya menutupi bagian kepala, tapi juga sampai seluruh wajah hingga dagu. Dengan membungkus rapat kepala, pengguna helm masih bisa melihat jalan dengan jelas, karena ada kaca pelindung di bagian tengah wajah.

Kaca ini juga fleksibel, bisa dibuka dan ditutup.Helm ini memberikan perlindungan paling maksimal, dari muka, kepala, leher, telinga, dagu hingga wajah.

Helm ini juga aman dipakai saat hujan serta melindungi kita dari debu, kerikil atau serangga di jalan. Helm jenis ini mampu melindungi pemakainya dari cedera yang tidak diinginkan saat terjadi kecelakaan.

Namun, karena tertutup rapat, si pemakai sulit untuk bisa mendengar suara sekelilingnya. Tidak praktis kalau pengendara motor ingin makan atau minum di tengah jalan. Bagi pengguna kacamata, helm full face sangat tidak nyaman digunakan. Harga relatif lebih mahal dibanding dengan jenis lain. Dari Rp 300.000 hingga jutaan rupiah.

Ada juga yang harganya melebihi Rp 1 juta. Biasanya ini adalah helm impor. Misalnya helm merek Arai yang harganya mulai Rp 4 juta hingga Rp 8 juta. Ada juga helm AGV atau kerap disebut helmnya Valentino Rossi yang harganya mulai Rp 1 juta hingga Rp 7 juta.

Meskipun jauh lebih mahal dibandingkan dengan merek lokal secara kualitas sejatinya tidak jauh beda dengan helm merek lokal yang hanya berkisar Rp 300.000-an.

Flip up helmet
Terkenal dengan nama modular helmet atau helm hibrida, helm ini merupakan hasil perkawinan silang antara helm full face dengan helm open face. Dilihat dari bentuknya, helm ini se­kilas mirip dengan dengan helm yang menutup seluruh wajah. Bedanya hanya pada bagian rahang, helm flip up bisa dibuka.

Dengan begitu, pengguna helm ini tak akan kesulitan untuk melakukan aktivitas makan, minum, atau menjawab panggilan telepon selular. Mereka tidak perlu melepaskan helm, tapi cukup memutar rahang helm ke atas. Keunggulan lainnya, helm ini bisa memberikan perlindungan yang maksimal seperti pada helm full face.

Namun, helm ini juga memiliki kelemahan. Karena bagian depannya bisa dibuka tutup, ada kemungkinan bagian tersebut jadi terbuka ketika terjadi kecelakaan, sehingga bisa melukai bagian muka dan dagu pengendara.

Biasanya, harga helm jenis ini lebih mahal dibanding dengan jenis full face. Ada selisih mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 200.000 dibandingkan helm full face.

Motorcross helmet
Helm ini juga dikenal sebagai helm off road, karena biasanya digunakan saat ajang balap off road atau motocross. Helm ini merupakan hasil modifikasi helm full face. Hanya saja, di bagian dagu helm tampak lebih menjorok keluar.

Selain itu, helm ini tidak memiliki kaca helm. Sebagai pengganti, pengguna helm ini biasanya menggunakan kacamata khusus yang disebut google. Selain itu, helm ini juga dilengkapi masker wajah. Tak heran, bila helm ini juga mampu memberikan perlindungan yang maksimal seperti helm full face. Soal harga, juga tidak jauh beda dengan helm full face.

Double visor helmet
Ini juga merupakan hasil modifikasi dari jenis helm lain. Namun, modifikasi tersebut hanya pada bagian kaca helm (visor). Sesuai dengan namanya, helm ini menggunakan dua kaca helm (visor).

Kaca lapisan pertama terletak di bagian utama helm, kaca kedua berada di belakang kaca utama. Biasanya, kaca pertama menggunakan kaca terang atau berwarna netral. Sedang kaca kedua, menggunakan kaca berwarna gelap. Helm ini bisa digunakan siang malam, cukup dengan mengubah po­sisi kaca.

Selama ini, pengendara sepeda motor memang selalu kerepotan bila harus bepergian jauh hingga memakan waktu dari siang hingga malam. Pasalnya, pada siang hari, mereka membutuhkan kaca yang lebih gelap agar tidak silau dengan sinar matahari. Namun, pada malam hari, mereka membutuhkan kaca yang netral agar bisa melihat jalan dan mata tetap terlindungi.

Dengan teknologi ini, harga helm lebih mahal dibanding dengan helm biasa, antara Rp250.000 hingga Rp1,9 juta.(sm/net)

Share


Fokus

Pelabuhan Telaga Punggur Bakal Diremajakan

Minggu, 03 August 2014

PUNGGUR (HK)-- Mudik nyaman tidak hanya perlu kesiapan fisik dan biaya tetapi ju...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...