Senin02032014

Last update12:00:00 AM

Back Entertain Life Style Tempat Nongkrong Favorit Warga

Tempat Nongkrong Favorit Warga

Ocean Corner, Melayu Squere dan Anjung Cahaya merupakan tiga kawasan wisata yang menjadi tempat nongkrong favorit warga Kota Tanjungpinang. Terlebih pada saat hari libur, warga menyemut di kawasan ini sembari menimati pemandangan alam dan kuliner khas bumi segantang lada.


Bukan hanya itu, tiga lokasi wisata strategis ini juga kerap dijadikan sebagai ajang festival tradisi melayu, perlombaan perahu naga serta even lainnya, seperti pergelaran seni musik, tari serta senam sehat bersama. Tak hayal, ketiga lokasi tersebut bisa dikatakan sebagai iconnya Kota Gurindam.

Wisata Kuliner di Melayu Square terdapat hanya satu di Tanjung Pinang. Disana, banyak ditemukan makanan khas Kota Gurindam, seperti Gonggong, kepiting dan ikan bakar, otak-otak dan sotong goreng. Tidak hanya itu, jajanan lainnya, seperti kue-kue, pisang goreng coklat / keju, kacang dan jagung rebus dan masih banyak makanan lainnya yang dapat ditemui di Melayu Squere ini.

Sementara itu, lokasi Ocean Corner juga sama. Tepat berada di bibir pantai Tepi Laut, lokasi satu ini banyak keunikan. Salah satunya, kerap dijadikan sebagai tempat foto prawedding. Karena keindahan panorama alamnya serta didepan perairannya merupakan lintasan lalu lalang kapal-kapal. Disini juga ada kulinernya dan minuman yang dapat menggugah selera.

Sedangkan di Anjung Cahaya, juga banyak kuliner dan pertokoan yang menjual berbagai pernak-pernik kerajinan tangan khas Kota Tanjungpinang. Pelbagai pakaian khas melayu dan asli daerah ini juga ada dijual disana termasuk kue jajanan khas melayu juga tersedia. Semua itu, bisa anda dapatkan dengan harga terjangkau serta tidak menguras isi dompet anda.

Butuh Promosi

Keberadaan Anjung Cahaya Tepi Laut sebagai pusat oleh-oleh khas Tanjungpinang belum maksimal dikelola. Meski bangunannya terlihat cantik dan lokasinya strategis, namun keberadaan Anjungan Cahaya sejauh ini masih belum dapat dijadikan tumpuan bagi masyarakat dan pedagang yang berjualan di sini.

Padahal, sesuai dengan namanya, lokasi ini seharusnya mampu menjadi anjungan dalam menikmati matahari sore di pinggir laut Tanjungpinang, sekaligus memberi cahaya bagi masyarakat yang berdagang di sini.

Berada persis di depan Melayu Square, Anjung Cahaya terdiri dari 29 kios. Sepanjang pagi hingga sore, kios-kios ini terlihat sepi. Sementara, dari 29 kios yang ada, hanya beberapa pintu kios saja yang tampak terbuka.

Aktivitas di Anjung Cahaya baru mulai terasa saat petang datang menjelang. Warga Tanjungpinang sering memanfaatkan lokasi ini bersama keluargga, untuk sekedar duduk dan bercengkrama menikmati pemandangan laut di sore hari.

Sejumlah warga yang tengah duduk-duduk di lokasi, saat dimintai komentarnya mengatakan, berat rasanya bagi Pemko Tanjungpinang untuk mewujudkan Anjung Cahaya sebagai pusat jajanan dan oleh-oleh khas Tanjungpinang. Pasalnya, kios-kios yang ada hanya satu atau dua kios saja yang mau beroperasi setiap harinya.

Karena itu, diperlukan sebuah inovasi atau terobosan lain untuk menjadikan kawasan ini tampak hidup dan benar-benar mencerminkan pusat oleh-oleh di Tanjungpinang.

Hanum, warga yang sering datang ke Anjung Cahaya menyarankan, Pemko menjalin kemitraan dengan agen-agen travel sehingga wisatawan banyak datang ke lokasi ini. Pemko juga harus gencar mempromosikan Anjung Cahaya ini ke luar daerah.

"Tapi sebelum itu, ya lokasi ini harus ditata lagi. Pedagang oleh-olehnya harus betul-betul jualan. Kalau kiosnya saja tidak buka, bagaimana orang percaya kalau di sini pusat oleh-oleh khas Tanjungpinang," katanya.

Dalam catatan Haluan Kepri, Anjung Cahaya diresmikan oleh mantan Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan pada 19 Juli 2010. Sebagai pusat penjualan oleh-oleh khas Tanjungpinang, Anjung Cahaya diproyeksi bakal mampu menarik kunjungan wisawatawan dalam negeri dan asing, serta mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). ***/Rudi Yendri,Tanjungpinang

Share

Fokus

Vihara Bahtra Sasana Berbenah

Minggu, 26 January 2014
Vihara Bahtra Sasana Berbenah

Jelang Imlek 2014

Menjelang Tahun Baru Imlek 2014 Vihara Bahtra Sasana di Kota T...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...