PENAMPILAN tim putra asal Thailand Sisaket dalam ajang Haluan Kepri Open Tournament 7 Batam International III selalu dinanti-nati para pecinta olah raga bola voli. Tim bermaterikan para pemain dengan dandanan ala wanita dengan gerakan gemulai ini tidak hanya menyajikan permainan yang menarik tetapi juga menghibur.
Oleh: Apsek
Sejak tampil dalam Haluan Kepri Open Tournament tahun lalu pesona Sisaket (sebelumnya bernama Chiang Ray) asal Thailand ini telah menarik perhatian penonton. Dalam tournament yang ditutup pada hari ini, tim asuhan Mr Changchai ini datang dengan formasi pemain baru yang kekuatannya tidak bisa dipandang sebelah mata. Service, smash, serta kekompakan tim menjadi senjata ampuh bagi runner up tahun 2012 ini.
Membuka tournamen tahunan ini, tim berjulukan "Iron Lady" itu bahkan diberi kehormatan untuk menyuguhkan tarian tradisional asal Thailand. Sontak saja, ribuan penonton yang memadati sport hall Temenggung Abdul Jamal riuh melihat aksi 5 pemain sisaket yang berdandan ala perempuan.
Kehebohan tim yang tidak pernah terkalahan di Super Series Malaysia ini terus berlanjut dalam setiap pertandingan yang mereka ikuti hingga lolos ke babak 16 besar. Seperti saat menghadapi tim putra Lingga Kepri pada hari kedua. Sisaket dengan 'perkasa' berhasil mengalahkan tim Lingga dengan skor telak 3-0(25-13, 25-15, 25-16).
Pada set pertama, para pemain saling menjajaki kelemahan masing-masing. Namun, raihan angka langsung diperoleh oleh tim dari utara Thailand tersebut. Pemain Lingga yang mengetahui kelebihan tim lawan mencoba memberi perlawanan. Namun kuatnya pertahanan dan derasnya serangan yang dilancarkan oleh Sisaket VC Thailand, set pertama mereka takluk dengan skor 13-25.
Memasuki set kedua, Lingga yang diasuh oleh Mayardi mencoba menekan Sisaket VC. Namun lagi-lagi kuatnya pertahanan dan serangan yang dilancarkan, tim Lingga mengalami keteteran. Ditambah lagi, para pemain Sisaket VC mendapat dukungan dari para penonton yang memadati Sport Hall Temunggung Abdul Jamal karena improvisasi lapangannya yang menarik.
Aksi-aksi menarik, seperti, teriakan, lompatan, dan dandanan yang ditunjukan oleh Sishaket VC benar-benar membuat para penonton senang. Tidak sedikit yang tersenyum bahkan tertawa lepas saat tim dari negeri Gajah Putih itu menunjukan kegembiraannya saat meraih angka.
"Rugi rasanya jika tidak menyaksikan mereka bertanding," ungkap salah seorang penonton yang berada di sektor C. "Mereka bisa memadukan olahraga dan entertain untuk para penonton," tambahnya lagi.
Lilly, Manager merangkap Pelatih Sisaket mengatakan, dalam tournament kali ini timnya datang dengan kekuatan penuh membawa 12 pemain inti, plus 4 orang ofisial termasuk pelatih.
Dikatakan Lilly, tahun lalu saat pertama kalinya Sisaket (dulunya-- Chiang Rai) datang ke Batam, Ia tidak berkesempatan mendampingi tim dikarenakan kesibukan pekerjaan. Bahkan Ia tidak menyangka tim mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat pecinta bola voli di Kota Batam dan Kepulauan Riau.
"Kami tidak menyangka dukungan diberikan masyarakat Batam dan Kepulauan Riau khususnya penonton. Kami sangat berterimakasih, masyarakat di sini sangat ramah," katanya.
Luar Biasa
Menurut Lilly, pada awalnya menerima undangan untuk bertanding di Batam, ada sedikit kekhawatiran karena Batam cukup jauh dan sangat terasa asing. Apalagi pemain tanpa didampingi pelatih dan ofisial. Namun dengan melihat banyaknya tim dari Malaysia yang turut serta, membuat tim sedikit lega. Karena dengan pemain-pemain dan tim dari Malaysia, Sisaket sudah cukup familiar.
Ternyata, apa yang diperoleh Sisaket sangat-sangat di luar dugaan. Tim yang tampil tanpa suporter itu, justru mendapatkan apresiasi luar biasa dan dukungan dari penonton. Begitu juga pada tourmant kali ini, penonton dengan setia mendukung penampilan sisaket. Karena itu, pihaknya tidak akan mengecewakan penonton dengan menampilkan permainan yang menarik dan menghibur.
"Penonton Batam sangat unik. Meskipun kami tim asing dari luar, namun kami tetap mendapatkan support yang luar biasa. Kami terasa bermain di negara sendiri, dihadapan pendukung kami. Kami tidak lagi terasa asing,"imbuhnya. ***Share
Pesona Sisaket Memikat Penonton
- Minggu, 19 May 2013 00:00
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 




