Rabu02192014

Last update12:00:00 AM

Back Entertain Shopping Batam Tidak Lagi 'Syurga Belanja' Elektronik

Batam Tidak Lagi 'Syurga Belanja' Elektronik

BATAM- Kota Batam tidak lagi dikenal sebagai tempat belanja murah atau 'syurga belanja' khususnya dalam perdagangan produk elektronik oleh pengunjung. Harga produk elektronik di Batam bisa dikatakan hampir sama dengan harga di kota lain, seperti Jakarta. Pengamat Ekonomi Batam David Oktarevia kepada Haluan Kepri, Senin (25/4) menjelaskan, banyak hal yang menyebabkan Kota Batam tidak lagi sebagai tempat 'syurga belanja' produk elektronik. Hal pertama yang menyebabkan produk elektronik di Batam tidak memiliki keistimewaan harga adalah akibat barang itu tetap dipasok langsung dari Jakarta. Artinya, sebelum barang elektronik itu diimpor dari berbagai negera ke Indonesia (Jakarta), barang tersebut sudah dikenakan bea masuk dan pajak.

"Pemegang merek terkenal produk elektronik seperti Sony, Samsung, Sharp, LG dan Toshiba masih mengurus izin pemasukan barang (impor) elektronik di Jakarta sebelum masuk ke kawasan FTZ Batam. Produk elektronik yang dikirim ke Batam tentunya sama dengan harga di kota lain, karena sama-sama barang dari Jakarta yang dikenakan bea masuk dan pajak,"ucapnya.

Kecuali, pemegang merek atau agen tunggal produk elektronik bisa mengimpor langsung ke kawasan free trade zone (FTZ) Batam baru harga produk elektronik bisa lebih murah, karena tidak dikenakan bea masuk dan pajak. Impor langsung produk elektronik ke Batam itu juga bisa memotong biaya transportasi, sebelum diimpor melalui Jakarta dan setelah itu dikirim ke Batam.

Menurutnya, impor langsung produk elektronik ke Batam ini yang belum bisa dilakukan oleh pemegang merek di Jakarta, karena belum tuntasnya tata cara pelaksanaan pemasukan barang ke kawasan FTZ sesuai PP No 2 Tahun 1999.

"Kalau ada produk elektronik merek terkenal di Batam yang dijual dengan harga murah, itu adalah barang black market. Barang itu jelas seludupan, karena belum ada produk elektronik merek terkenal yang bisa diimpor langsung,"katanya lagi.

Produk elektronik yang bisa dibeli dengan harga murah baru sebatas produk Cina, karena produk elektronik asal negara itu sudah ada yang langsung diimpor ke Batam. Namun, masyarakat tidak semuanya yang suka dengan produk Cina. Masyarakat atau pengunjung yang datang ke Batam tetap mencari produk elektronik merek terkenal yang diberi garansi dan jaminan mutu oleh penjual produk elektronik di Batam.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Ahmad Hijazi yang dimintai keterangan mengatakan, terkait Batam yang kini sudah tidak lagi menjadi 'surga belanja' produk elektronik disebabkan skenario globalisasi produksi dan pemasaran. Blok perdagangan telah memungkinkan harga-harga produk elektronik di dunia hampir sama, karena semua negara akan berlomba-lomba untuk mengurangi pajak barang masuk. Hal ini tidak akan mampu dibendung oleh negara. Akibatnya, harga produk elektronik di satu daerah dan daerah lain akan sama.

"Untuk mengantisipasi hal tersebut, industri dalam negeri harus segera berbenah dan menciptakan produk unggul yang memiliki daya saing dengan produk luar. Dalam hal ini, industri dalam negeri harus meningkatkan kapabilitas dan kualitas produknya,"ucapnya. (rml/pti)

Share

Fokus

Bungut Mulai Berbenah

Minggu, 09 February 2014
Bungut Mulai Berbenah

Bunguran Utara yang merupakan salah satu Kecamatan Tertua di Kabupaten Natuna k...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...