Rabu11272013

Last update12:00:00 AM

Back Entertain Shopping Pengusaha Parsel Kebanjiran Pesanan

Pengusaha Parsel Kebanjiran Pesanan

Momentum menyambut Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah ternyata membawa berkah tersendiri bagi pengrajin parsel yang ada di Kota Tanjungpinang. Betapa tidak sepekan menjelang lebaran pengrajin parsen kebanjiran orderan parsel.
Salah satu pengrajin parsel yang merasakan berkah lebaran adalah, Sing Ku, seorang pengrajin parsel yang beralamat di Jalan Tambak, Tanjungpinang.
Saat ditemui di Toko SK Florist, salah seorang karyawan, mengaku saat ini pihkanya kebanjiran order pembuatan keranjang parsel.

Dikatakan, untuk jenis keranjang parsel yang dijual ada dua macam. Yang pertama berbentuk kotak dan kedua berbentuk segitiga. Dari kedua jenis tersebut, ada juga yang bertingkat dan dijual dengan harga yang berbeda.

“Seperti tahun sebelumnya, peminat parsel setiap tahunnya pasti banyak dan sebagian besar para pejabat dan pegawai negeri. Kemungkinan itu untuk memberikan ucapan selamat setiap merayakan hari raya Idul Fitri. Untuk pembuatan keranjang parsel ini juga musiman,” ujarnya kepada Haluan Kepri.

Sementara untuk bahan pembuatan keranjang parsel sendiri sebagian bahan bakunya cukup mudah didapatkan. Namun, untuk yang ukuran besar datambah menggunakan keranjang dari rotan agar tersusun rapi dan indah.
Kendati demikian, harganya cukup mahal karena pengaruh kenaikan harga BBM belum lama ini.

“Untuk bahan baku jajanan, seperti wafer, coklat, sirup dan yang lainnya mudah didapatkan. Kami sangat anti bahan parsel yang kadarluasa, kami disini juga menerima pesanan," ujarnya.

“Untuk pembuatan tahun ini kami tidak berani banyak-banyak, karena dulu sempat ada peraturan dari pemerintah bahwa membuat parsel itu sudah dilarang. Karena katanya kalau pembelinya kalangan pejabat dikawatirkan ada unsur korupsi. Makanya untuk pembuatan keranjang parsel ini kami batasi dulu,” ujarnya.

Meski demikian, ia yakin usaha pembuatan keranjang parsel miliknya ini bisa meraup keuntungan yang besar menjelang hari raya Idul Fitri. Selain itu, parsel yang ditawarinya kepada pembeli dan pemesan ditawarkan cukup murah dengan harga mulai Rp250 ribu.

"Untuk harga, parsel berukuran yang kecil dipatok Rp250 ribu, sedangkan yang besar bisa mencapai Rp400 ribu. Selain itu, kami menyediakan pesanan pembeli dari bentuk dan bahan-bahannya dan juga bisa disesuaikan dengan kantong pembeli," tutupnya.

Parsel hampir menghiasan di toko dan swalayan yang ada di Kota Tanjungpinang. Untuk tahun ini, bentuk parsel tidak ada perubahan dari tahun lalu hanya ditambahkan dengan atribut nuansa warna merah dan putih.

Mengapa ada warna merah dan putih ? Ternyata alasanya Lebaran tahun 2013 ini, langsung disambut dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-68, pada 17 Agustus 2013. Karena itu pada persel dihiasi atribut ketupat berwarna merah dan putih.

Hernita, pengelola Toko Asoy di Jalan Bakar Batu, mengatakan, tokonya telah memperoleh pasokan parsel sejak memasuki bulan Ramadhan. Ia memprediksi barang-barang tersebut akan terjual habis jelang lebaran nanti.

Menurutnya, pasokan parsel ini tidak beresiko besar. Sebab, pasokan barang akan dikembalikan jika tidak laku terjual. "Pasokan dari distributor pengrajin parsel dapat dikembalikan kalau tidak laku terjual. Mereka hanya menitipkan," ujar Hernita saat ditemui Haluan Kepri.

Dijelaskan, permintaan banyak berasal dari perorangan dan instansi pemerintah dan swasta. Harga disesuaikan karena ada kenaikan harga dari distributor merupakan dampak kenaikan BBM," katanya kembali.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Isty karyawan swasta, mengatakan, dirinya hendak membeli parsel tersebut untuk rekan kerja dan saudaranya di Tanjungpinang. Diakuinya, pemberian parsel tersebut, memang sudah tradisi di keluarganya tidap lebaran.

"Saling memberi parsel, memang sudah tradisi di kelurga besar saya. Dan saya akan membeli beberapa lagi untuk rekan kerja saya di kantor yang merayakan lebaran, tidak lama lagi," singkatnya kepada Haluan Kepri, di salah satu Toko Jalan Bakar Batu.

Kue Lebaran

Memasuki H-5 menjelang lebaran Idul Fitri, masyarakat Tanjungpinang mulai ramai berbelanja kue lebaran di Pasar dan swalayan. Kue lebaran kebanyakan dipasok dari ibu-ibu runah tangga, yang membuat "home idustri" dadakan.

Pantauan Haluan Kepri, di tiap Toko dan swalayan sudah dipebuhi keu-keu kering berbagai macam jenis dan rasa. Pedagang kue lebaran yang menyajikan berbagai masam jenis tersebut ramai dikunjungi para pembeli.

Salah seoarang penjual khas lebaran yang berjualan dipasar Tanjungpinang, Ijal mengatakan, menjelang lebaran banyak sekali masyarakat yang berbelaja kue lebaran.
"Sekarang sudah ramai yang berbelanja kue lebaran. Diketahuinya kebanyakan mereka yang membeli kue lebaran ini yang tidak sempat membuat atau memilih praktis," katanya.

Ijal, memjual berbagai jenis kue ini, dengan perkilo dan juga ada yang perpaket seperti lima atau tiga jenis kue yang sudah di toples plastik. "Untuk harga bermacam, tergantung pembeli mau membeli perpaket atau membeli banyak yang dihitung perkilonya," ujarnya.

Untuk jelis kue-kue ini, tidak banyak mengalami perubahan pada tahun sebelumnya. Namun, pada tahun ini, untuk harga lebih mahal dibanding tahun sebelumnya, karena dampak kenaikan BBM belum lama ini.

"Harganya memang lebih mahal sedikit dari pada tahun sebelumnya, karean kemarin sempat BBM naik lagi," tutupnya, sembari menawarkan kepada pengunjung pasar yang melewati tokonya. ***Rico Bareno

Share

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...