Kesan pertama saat berada di Pulau Air Raja, adalah kehidupan nelayan dengan rumah pelantar yang dibangun diatas laut. Kehidupan masyarakatnya sebagain besar melaut atau nelayan. Ketika musim terang bulan, nelayan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bercengkrama dengan keluarga, di rumah-rumah yang dulunya diterangi dengan lampu teplok atau lampu minyak.
Kini, suasana rumah nelayan sudah semakin terang, sejak adanya lampu penerangan bertenaga surya yang dibawa oleh kelompok anak-anak sekolahan dari Singapura yang tergabung dalam Nusantara Development Initiatives. Kelompok pelajar Dari Singapura ini sudah dua tahun belakangan berkunjung ke rumah penduduk untuk memperkenalkan lampu penerang bertenaga surya. Baru-baru ini mereka berkunjung selama seminggu 4-10 Juli 2011.
Seperti disampaikan Fairoz, ketua kelompok yang beranggotakan sebanyak 15 orang tersbeut selama sepekan melaksanakan Program Rumah Terang Nusantara, Kepulauan Riau. Kunjungan mereka yang berlangsung minggu lalu itu, merupakan yang kedua setelah tahun lalu.
Melalui program tersebut, kelompok yang berasal dari beberapa pelajar Indonesia yang bersekolah di Singapura memperkenalkan lampu penerang bertenaga surya. Sejak tahun lalu, kata Fairoz, sudah 90 rumah atau keluarga yang merasakan manfaat dari lampu penerang bertenaga surya.
“Tahun lepas kita memperkenalkan kepada 60 keluarga, dan tahun ini 30 keluarga sudah menggunakan lampu penerang ini,” katanya saat dijumpai di sekretariat NDI di sebuah rumah kayu di sekitar pelantar Pulau Air Raja.
Selain membantu masyarakat Pualu Air Raja untuk mendapatkan lampu penerang tenaga surya, kelompok pelajar ini juga melakukan berbegai kegiatan. Seperti memberikan paket pengenalan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari yang dilakukan di gedung SMU 12 Batam, Pulau Air Raja.
Melihat luas Pulau Air Raja yang memiliki luas 350 Ha daratan yang dihuni 280 kepala keluarga. Dengan jumlah penduduk 801 jiwa. Keluarahan Air Raja terdiri dari 6 Rt dan 2 Rw yang masuk dalam wilayah Kecamatan Galang. Selain nelayan yang berjumlah sekitar 70 persen, pekerjaan warga Air raja ada yang petani, swasta dan PNS.
Di pulau ini terdapat sekolah SD, SMP dan sejak tahun 2003 dibangun SMA yang siswanya berasal dari daerah sekitar Pulau Air Raja, seperti Punggur dan Subang Mas. Tanaga pendidik yang mengajar di daerah ini banyak yang berdomisili di Batam, sehingga setiap hari bolak-balik naik pompong untuk mengajar.
Dijelaskan Lurah Air Raja, Muhammad Toha Spd, sarana publik yang tersedia di Kelurahan Air Raja cukup memadai, hanya saja untuk ketersediaan air bersih dan listrik kurang memadai. Bagi rumah penduduk yang berada dekat dengan kantor keluarahan bisa dialiri listrik yang menggunakan jenset dengan daya 60 kw voltase itupun hanya pada malam hari saja. Hanya mampu memberikan penerangan untuk 183 rumah saja, selebihnya sekitar 70 hingga 80 rumah penduduk yang berada di pinggir pantai masih jauh dari alat penerangan.
“Beberapa waktu lalu saya memperkenalkan lampu petromak berbahan bakar gas kepada penduduk yang rumahnya tidak terjangkau jenset. Hasil penemuan mahasiswa di Bandung. Namun masyarakat jarang yang berminat, karena takut meledak. Nah sekarang adek-adek dari Singapura ini membawa lampu penerang bertenaga surya. Warga bisa memilih yang mana cocok untuk digunakan,” kata Lurah Air Raja.
Lampu penerang tenaga surya yang kini menerangi rumah nelayan di malam hari memiliki kemampuan setara dengan neon 15 watt. Cara menggunakannya mudah, cukup dengan menekan indicator yang menyala ditempat gelap. Daya tahan hingga pagi, sejak dinyalakan selepas manggrib. Sebelum digunakan, lampu penerang tenaga surya tersebut dijemur untuk proses pengisian tenaga surya yang akan disimpan di dalam battery.
“Lampu ini lebih baik dibanding lampu minyak tanah. Karena tidak perlu takut akan kebakaran, dan bersih, karena tidak mengeluarkan asap. Selain itu irit, karena tidak perlu beli minyak tanah lagi,” kata salah seorang warga Air Raja yang sudah menggunakan lampu penerang tenaga surya.
Setelah warga Pulau Air Raja memiliki lampu penerang bertenaga surya, kemudian juga diperkenalkan kepada warga pulau sekitar, seperti Pulau Ngenang yang bersebelahan dengan Pulau Air Raja. (apsek)
Share




