Senin06252018

Last update05:00:00 AM

Banner
Back Entertain Wisata Situs Batu Bersurat dan Tapak Kaki Badang Perkasa

Situs Batu Bersurat dan Tapak Kaki Badang Perkasa

Peninggalan Budaya Hindu yang Terabaikan

KARIMUN- Panas mentari siang itu begitu terik. Posisinya tepat berada di atas ubun-ubun kepala. Namun tidak menyurutkan langkah kaki pengunjung menuju ke tempat paling bersejarah di tanah Karimun tersebut. Tempat yang dimaksud adalah Batu Bersurat yang merupakan situs tua peninggalan zaman Hindu sekitar abad IX. Situs tersebut terletak di kawasan PT Karimun Granite (KG). Posisinya tak jauh (kira-kira 10 meter) dari pintu masuk perusahaan tambang batu granit yang telah tutup sejak 2007 lampau.

Tak terkata rasanya hati, pada saat menyaksikan situs tua itu. Kekaguman bercampur gundah. Kagum, karena ternyata Bumi Berazam ini ternyata juga mempunyai kekayaan sejarah yang amat berharga. Namun, kegundahan tiba-tiba menyeruak tatkala menyaksikan peninggalan leluhur itu tak terawat sama sekali. Situs tua nampak terabaikan sejalan tertutupnya kawasan tambang tersebut sejak tiga tahun lalu.

Batu Bersurat memang sudah dipagar dan dibuatkan rumahnya. Namun, jika diputari pandangan ke sekelilingnya, nampak daun-daun dan sampah berserakan. Lokasi itu, seolah sudah lama tidak pernah dijamah manusia. Ironis memang.

Tak jauh dari Batu Bersurat tersebut, terdapat jejak kaki Badang Perkasa. Tapak kaki tersebut tak pernah terhapus, karena jejak bekas tapak kaki itu menembus batu cadas yang terdapat di sepanjang kawasan itu.

Sayangnya, lobang bekas tapak kaki itu dipenuhi air yang berlumut. Sehingga, tapak kaki itu kian buram dan tidak jelas lagi. Bahkan, beberapa kerikil bekas tambang batu granit nampak berserakan di dalam bekas tapak kaki itu.

Jika dialihkan pandangan ke arah dinding bukit di dekat tapak kaki Badang Perkasa, terdapat sebuah mata air yang terus mengalir. Konon, mata air itu tidak pernah kering meskipun pada saat kemarau panjang.

“Mata air itu dulunya kerap digunakan orang untuk mandi. Konon airnya dipercaya sebagian kalangan masyarakat untuk menyembuhkan penyakit. Entah benar atau hanya sekedar kepercayaan saja, namun yang jelas dulunya tempat itu ramai dikunjungi orang,” ujar seorang warga yang kebetulan ada di dekat sumber air tersebut.

Namun sayang, katanya, sejak PT KG tutup tiga tahun lalu, kawasan ini makin jarang dikunjungi orang. Karena di pintu depan kawasan PT KG ditunggui petugas keamanan, jadi siapa saja yang tidak punya kepentingan dilarang masuk kawasan tersebut.

Direktur Polairud Polda Kepri, AKBP Yassin Kosasih yang kebetulan hadir pada saat itu mengaku baru pertama kali dating ke Batu Bersurat dan menyaksikan langsung tapak kaki Badang Perkasa.

“Saya baru tahu kalau daerah Karimun mempunyai peninggalan bersejarah yang amat kaya. Namun sayang, saya perhatikan lokasi ini nampak kurang terawat. Mudah-mudahan ke depannya, peninggalan bersejarah ini bisa dibuka untuk umum dan dirawat sebaik-baiknya. Karena ini merupakan warisan leluhur yang patut dijaga,” ungkap Yassin. (sm/30)