Sabtu06092018

Last update05:00:00 AM

Back Entertain Wisata Batam Menuju Wonderful Indonesia

Batam Menuju Wonderful Indonesia

Memasuki 2011, pemerintah menetapkan “Wonderful Indonesia” sebagai branding pariwisata Indonesia. Setelah sekian lama tidak mempunyai branding pariwisata, tepat tanggal 1 Januari 2011, Indonesia mempunyai branding baru untuk pariwisata. Branding atau merek pariwisata "Wonderful Indonesia" ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia dalam peta pariwisata dunia.

Setelah melalui proses panjang, baik dalam menampung usulan dan masukan dari berbagai pihak, akhirnya kata wonderful yang dipilih. “Kami memang tidak bisa memakai semua usulan dari berbagai pihak, akhirnya kata wonderfullah yang mewakili Indonesia,” ujar Dirjen Pemasaran Kemenbudpar (Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata), Sapta Nirwandar, akhir tahun 2010 lalu.

Melalui branding yang baru ini diharapkan pariwisata Indonesia akan lebih menggeliat dibanding branding “Visit Indonesia Year” yang diusung sejak 2008. Wonderful Indonesia mewakili kelebihan Indonesia dalam berbagai hal seperti Wonderful Nature, Wonderful Culture, Wonderful Food, Wonderful People dan Wonderful Value for Money.

Dengan kata Wonderful Indonesia, branding baru ini siap dikampanyekan ke seluruh dunia, melalui berbagai media internasional. Wonderful Indonesia siap bersaing dengan branding yang lain seperti Amazing Thailand, Incredible India, Malaysia Truly Asia dan lainnya.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mengatakan, pihaknya menyiapkan strategi baru berupa empat jurus untuk mendukung perubahan slogan pariwisata 2011 "Wonderful Indonesia". "Promosi lebih keras, anggaran digabung dengan swasta (untuk promosi), menjaga stabilitas keamanan tetap kondusif dan mengajak wartawan ke sejumlah tempat wisata," katanya beberapa waktu lalu.

Penegasan tersebut terkait dengan target mendatangkan wisatawan mancanegara 2011 melalui slogan tersebut sebesar 7,7 juta orang. "Target tahun ini 7,7 juta. Tahun 2011, Januari sudah mulai `Wonderful Indonesia`. Kemarin kita sudah dapat respon dari teman luar negeri bahwa `Wonderful Indonesia` itu bagus karena memang Indonesia alamnya `wonderful`, budayanya `wonderful`, manusia, masyarakatnya `wonderful`, `food`-nya `wonderful`, jadi pantes Indonesia dibilang `wonderful`," katanya.

Jero menyebutkan pihaknya akan terus mempromosikan daerah tujuan wisata unggulan baru di Indonesia. Sejumlah daerah unggulan wisata baru itu antara lain Sumtera Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Belitung, Batam-Bintan, hampir semua daerah wisata di Pulau Jawa, Bali, Lombok, NTB, Timor dengan Komodonya dan Papua. Untuk Papua, katanya, di sana ada Sentani, Lembah Baliem dan Raja Ampat. Selain itu, juga Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara (Wakatobi).

Jero menegaskan bahwa semua daerah potensi wisatanya harus didorong untuk hidup dan diperuntukkan bagi wisawatan baik secara horizontal maupun vertikal. "Turis itu senang macam-macam, ada turis suka pantai tenang dan ada juga yang suka ombak besar. Jadi, semua kita kembangkan," katanya sambil menyebutkan pangsa pasarnya, semuan digarap mulai dari kelas bawah hingga elit.

Pemerintah juga akan lebih gencar mempromosikan branding “Wonderful Indonesia” di luar negeri agar mampu bersaing dengan negara lainnya. Dan ditargetkan dalam tahun ini iklan "Wonderful Indonesia" akan menyaingi "Truly Asia" milik Malaysia.

Selain branding baru, Kemenbudpar juga telah menetapkan tema pariwisata 2011 yakni “Eco, Culture, and MICE”. Pemerintah mengklaim, kunjungan wisata pada 2010 mencapai 7 juta wisman. Kehadiran 7 juta wisman di Indonesia telah menyumbang devisa sebesar 7 miliar dolar AS atau setara Rp6,3 triliun.

Tahun 2011 Kemenbudpar menetapkan target kunjungan wisman sebesar 7,3 juta sebagai target pesimistis dan menjadi kontrak kinerja Menbudpar kepada Presiden RI serta target optimistis sebesar 7,7 juta. Target wisatawan mancanegara pada 2011 tersebut melihat kepada persepsi dunia yang mulai membaik tentang Indonesia.

Target pemerintah ini akan diraih melalui slogan "Wonderful Indonesia" yang menggambarkan daya tarik masyarakatnya, budayanya, makanannya, investasinya, dan alamnya. Slogan “wonderful” menunjukkan sesuatu yang luar biasa dan menggambarkan kesatuan berbagai elemen pariwisata di Indonesia. Elemen yang tercangkup di dalamnya adalah people, culture, national beauty, natural resources, dan opportunity investment.

Selain mempromosikan Indonesia melalui slogan baru "Wonderful Indonesia", direncanakan promosi wisata Indonesia juga akan merambah dunia sinematografi dengan pembuatan film adventure yang menggambarkan keindahan alam Raja Ampat di Papua Barat, berjudul “Kohlanta”.

Batam Potensi Wisata Air

Di Batam sendiri, melihat kondisi dan faktor geografis dimiliki sangat cocok dikembangkan wisata budaya Melayu, makanan, invetasi dan alam. Bahkan, Batam yang dikelilingi lautan berpotensi dikembangkan wisata air terutama di lokasi pesisir Barelang (Batam, Rempang dan Galang).

Pemandangan yang berbukit, pulau-pulau disekeliling dan pantai yang eksotis di kawasan Barelang, memiliki potensi yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata serta mampu mendongkrak target 7,7 juta wisatawan mancanegara yang diharapkan.

Direktur Promosi Dalam Negeri, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI M Farid Moertolo mengatakan, sarana dan prasarana dasar yang dimiliki Batam di kawasan Rempang dan Galang seperti jalan, jembatan, penerangan dan lain sebagainya sudah dapat dikembangkan.

"Tinggal bagaimana Batam mengemas dan memoles agar menarik, dengan memaksimalkan potensi yang ada agar kunjungan wisata meningkat," kata Farid terkagum saat mengunjungi kawasan Barelang dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pemasaran Pariwisata Dalam Negeri wilayah Sumatera di Hotel Goodway, akhir pekan lalu.

Farid yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam Guntur Sakti menjelaskan, Barelang merupakan kawasan yang sangat menarik dan eksotis menyerupai Bali. Tak salah, Batam merupakan daerah tertinggi ketiga dikunjungi wisatawan dan perlu dipertahankan, setelah Bali dan Jakarta.

Menurut data statistik dari BPS Batam, kunjungan wisman terus mengalami peningkatan dari 951.384 orang di tahun 2009 menjadi 1.007.446 orang di tahun 2010. "Dan di tahun 2011 ini kita harapkan bisa lebih dari itu agar target secara nasional 7,7 juta dapat terpenuhi," kata Farid.

Guntur menyebutkan, tingkat kunjungan ke Batam 1.007.446 wisatawan kurang dari target 1,2 juta kunjungan di tahun 2010 sudah merupakan hasil maksimal diraih melalui berbagai program dibuat dan dijalankan.

Dan di tahun 2011 ini, pihaknya sudah memprogramkan untuk peningkatan jumlah kunjungan wisatawan melalui wisata alam dan air, dengan memaksimalkan berbagai keterbatasan yang dimiliki. "Kita memang akan mengemas kawasan Barelang ini sebagai tujuan wisata, terutama wisata air. Dan di Batam nantinya cukup dijadikan sebagai kawasan MICE (meeting, incentive, conference and exhibition). Namun lagi-lagi kita terbatas akan masalah anggaran. Akan tetapi, dengan keterbatasan yang kita miliki, kita akan maksimalkan dengan segala kemampuan yang ada," kata Guntur.

Amril, Kasubag Program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi mengakui kelebihan dimiliki Batam di kawasan pesisir Barelang yang tidak dimiliki daerah lainnya termasuk Jambi. Dia berpendapat, kawasan tersebut potensi untuk dikembangkan sebagai wisata air sebagaimana yang dikehendaki Guntur. "Kawasan pesisir Barelang ini cukup bagus, dan sangat potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata air. Kawasan yang tidak dimiliki daerah lainnya," katanya.

Rakor Pemasaran Pariwisata Wilayah Sumatera yang dilaksanakan, Jumat hingga Minggu (18-20 Februari itu diikuti sebanyak 29 delegasi dari seluruh kota dan provinsi di wilayah Sumatera yang masuk dalam wilayah I yakni Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.(hk/amr)

Share