Wednesday, Mar 14th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Fokus Etalase Indonesia Dinodai Sampah dan Bau Asap

Etalase Indonesia Dinodai Sampah dan Bau Asap

KOTA BATAM merupakan salah satu daerah yang disebut sebagai etalase Indonesia sebab dari sisi wilayah berbatasan langsung dengan sejumlah negara. Sebagai etalase kota ini harus menampilkan pesona, ciri khas serta karakter yang menggambarkan bumi nusantara yang indah dan menawan sehingga mengundang decak kagum warga negara lain atau penduduk dari daerah lain yang berkunjung ke daerah ini.

Namun fakta menunjukkan betapa Kota Batam tidak menampilkan pesona etalase sebagaimana diharapkan. Betapa tidak, sebagai daerah pengembangan kawasan industri yang ramah lingkungan, aman dan bersih, apalagi telah dinobatkan sebagai Kota MICE ( meeting, insentive, exibition dan conference) namun hampir di setiap sudut dan ruang tampak sampah berserakan dan bau asap dari pembakaran sampah menyengat hidung.

Bahkan permasalahan sampah semakin sulit diatasi oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam. Demikian juga pembakaran sampah telah menjadi alternatif bagi warga untuk mengatasi sampah yang terus menumpuk dan membusuk.

Pantauan Haluan Kepri di sejumlah wilayah di Kota Batam, sampah masih tampak berserakan di sejumlah TPS dan pembakaran sampah menjadi kegiatan rutin warga pada pagi dan petang hari.

Di wilayah Batuampar dan sekitarnya terutama di daerah pemukiman rumah liar Bukit Senyum dan Bengkong Bengkel, bau asap cukup menyengat hidung. Asap selain dari pembakaran sampah rumahtangga maupun pembakaran kabel namun sejauh ini belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat untuk menegur warga atau perusahaan yang membakar sampah.

"Daripada menumpuk dihinggapi lalat, nyamuk dan bau busuk, ya lebih baik bakar aja. Ya mau gimana lagi, soalnya sampah sudah menumpuk di TPS (tempat penampungan sementara), ujar Rina salah seorang ibu rumahtangga Kampung Belimbing Sei Panas.

Warga Bengkong Indah beberapa waktu lalu seperti diungkapkan Liston Sinambela, salah seorang tokoh masyarakat setempat, terpaksa membuang sampah ke parit sebab sampah rumah tangga sudah menumpuk dan selama beberapa minggu tak diangkut petuas.

Liston mengaku tidak dapat mencegah warga yang mengambil insiatif membuang sampah ke parit sebab warga sudah sangat berang sebab kondisi sampah sudah menumpuk dan menebarkan bau busuk.

Liston menyayangkan pihak Dinas Kebersihan yang tidak cepat menanggapi permasalahan sampah yang sudah semakin tak terurus dan memicu reaksi warga.

Terhadap perilaku warga yang buang sampah sembarangan dan membakar sampah hingga menimbulkan polusi udara, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam, Azwan seperti diberitakan Haluan Kepri berniat menelorkan kebijakan berupa sanksi tindak pidana ringan terhadap warga yang membuang sampah sembarangan. Namun hingga saat ini tidak pernah terdengar pemberitaan atau informasi perihal penindakkan terhadap warga yang membuang sampah sembarang.

"Kalau memang DKP telah mengeluarkan kebijakan pemberian sanksi terhadap warga yang membuang sampah sembarangan, semestinya sudah ada warga yang ditindak tapi fakta dilapangan belum ada satu orang pun yang ditindak. Sampai saat ini saya belum pernah mendengar atau membaca berita yang menyebut ada oknum warga dikenai sanksi tindak piring," ujar Sulastri Reny, warga Bengkong.

Ia sangat setuju apabila DKP mengeluarkan sanksi terhadap warga yang membuang dan membakar sampah. Dengan demikian, warga seenak perut membuang sampah bahkan membakar sampah. Kalau sampai ada yang dikenai sanksi kata Sulastri akan berpengaruh terhadap sikap dan tindakan warga

Untuk mewujudkan kebijakan tersebut, DKP akan merangkul aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan, Satpol PP, dan Tim Terpadu lainnya," kata Kepala DKP Kota Batam Azwan>

Menurut Azwan, sanksi hukum tipiring bagi yang membuang sampah di sembarang tempat perlu dilakukan. Tujuannya untuk menjaga estetika dan keindahan Kota Batam. Di samping itu, upaya tersebut juga dalam rangka mengejar piala Adipura.

"Perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan tempat masih terus kita temui di jalan-jalan raya. Ini adalah budaya buruk, makanya di tahun 2011 ini kita akan terapkan sanksi hukum tipiring bagi pelakunya,"kata Azwan.

Permasalahan sampah berserakan dan polusi udara akibat pembakaran sampah dan berbagai aktivitas lainnya juga mengundang komentar miring dari sejumlah warga dari daerah lain dan dari Malaysia.

William dan Azwar, dua warga ibukota yang sering ke Batam, belakangan udara Kota Batam sudah kotor akibat polusi udara ditimbulkan dari berbagai aktivitas warga, diantaranya pembakaran sampah.

Ketika berkeliling kota mereka menghirup bau asap yang sangat menyengat hidung dan melihat warga membakar sampah seenaknya dan menimbulkan bau tak sedap. Keduanya telah beberapa kali ke Batam dan mendapat situasi belakangan ini cukup memprihatinkan yakni udara kotor dan sampah menumpuk di tempat pembuangan sampah.

Menurut William dan Azwar, Batam tidak semata kawasan industri melainkan sebagai etalase Indonesia. Sebagai etalase daerah ini harus bisa menangani permasalahan-permasalahan public diantaranya masalah jalan, fasilitas umum, sampah, keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Sebagai etalase bangsa ini, Kota Batam harus berupaya menampilkan pesona yang mengundang decak kagum mulai dari keramahan warga dan aparat, kebersihan lingkungan, ketersediaan fasilitas sehingga tidak memalukan negeri ini," ujar William.(hk/li/nic)

Bau Sampah Menyengat

BAU sampah di sejumlah titik kembali menyengat. Apalagi beberapa hari belakangan ini Batam terus dilanda hujan. Sementara tumpukkan sampah tak juga diangkat hingga mengeluarkan aroma bau tak sedap dihidung.

Dibeberapa kawasan penuh dengan tumpukkan seperti di tempat pembuangan sementara (TPS) di kawasan Taman Raya, kelurahan Belian, Batam Kota. Di TPS tersebut, hampir dua minggu lebih sampah tak diangkut oleh petugas kebersihan Kota Batam.

Kondisi yang sama juga terlihat di samping perumahan Duta Mas, jalan menuju SMK N 2, Legenda. Apabila dari lampu merah Simpang Karah, tepatnya di samping kanan, terlihat sampah rumah tangga berserakan dan penuh dengan lalat.

Akibatnya, setiap pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut harus menutup hidung, lantaran bau menyengat hingga menusuk ke hidung. Sampah-sampah tersebut beberapa minggu terakhir ini tak juga diangkut oleh petugas dari dinas Kebersihan Kota Batam atau rekanannya.

Sam, salah satu warga yang sehari-hari melintasi di dua kawasan tersebut mengaku tak tahan dengan bauh sampah tersebut. Melihat kondisi tersebut, dirinya meminta agar pihak pemerintah Kota Batam, dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk segera menanganinya.

"Memang saya setiap hari kalau sudah lewat di lokasi itu, terpaksa harus menutup hidung. Karena tak tahan dengan bau sampah itu," kata Sam, yang mengaku bekerja di Kabil ini.

Hal senada juga dilontarkan salah satu warga di Belian, Joko. Dirinya terpaksa tidak melewati di dua lokasi tersebut, ketika akan berangkat kerja ke Tiban. Lantaran tak tahan dengan bauh sampah tersebut.

"Saya terpaksa melintasi jalan yang agak nyaman dari bauh sampah. Kalau tidak, bisa-bisa saja kita terkena penyakit akibat bauh sampah," tandas Joko. (lim)

Kadis DKP Perlu Diganti ?

PERSOALAN sampah di Batam dari tahun ke tahun menjadi persoalan serius yang tidak kunjung selesai. Dinas kebersihan Kota Batam dianggap kurang becus mengurusi persoalan sampah, termasuk gagalnya proyek kerja sama swastanisasi sampah antara Pemerintah Kota dan PT SSET. Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Sarikat Pemuda Indonesia (SPI) Sirajudin Nur, menanggapi keluhan masyarakat Kota Batam terkait belum tuntasnya masalah pengangkutan sampah di beberapa titik.

"Kita minta Pemko Batam serius menangani sampah ini karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Selain banyaknya sampah yang menggunung dan menebarkan bau busuk, juga berpotensi menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi masyarakat.

"Kepala Dinas Kebersihan saat ini sudah sepantasnya dicopot dari jabatannya, dan diganti dengan mereka yang memang mampu menangani persoalan sampah di Batam. Kita berharap Walikota Batam memenuhi janjinya pada saat kampanye untuk melakukan perbaikan pelayanan di semua sektor, termasuk melakukan perombakan pejabat-pejabat dinas yang dianggap kurang cakap bekerja," tegas Sirajudin.

Sirajudin meminta agar Walikota terpilih Ahmad Dahlan membuktikan janjinya dengan melakukan upaya perbaikan secara menyeluruh di internal Pemko Batam dan penyelesaian sejumlah permasalahan dalam kaitan pelayanan terhadap masyarakat. (hk/af)


Newer news items:
Older news items: