Wednesday, Mar 14th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Fokus Project Pesona Lagoi Bakal Gagal Lagi ?

Project Pesona Lagoi Bakal Gagal Lagi ?

PROJECT Pesona Lagoi Bintan yang diresmikan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)Bulan Februari 2011, hingga saat ini tak kunjung menampakkan perkembangan pembangunannya. Jangan-jangan proyek yang pernah dilaunching sebelumnya dengan nama Project Treasure Lagoi Bintan oleh Menteri Pariwisata Jero Wacik ini gagal lagi. Jika demikian, apakah project ini hanya akal-akalan belaka untuk kepentingan tertentu ?

Pertanyaan ini cukup menggelitik sebab rencana pengembangan pusat Wisata Lagoi ini telah mengundang perhatian Presiden SBY hingga turun meresmikannya. Lantas dimana wajah Pemerintah Kabupaten Bintan bila proyek ini gagal lagi.

Pertanyaan ini mungkin saja menguggah pihak Pemerintah Kabupaten Bintan sehingga perlu mendesak Konsultan Project Pesona Lagoi Bintan untuk segera menetapkan jadwal pelaksanaan pembangunan proyek tersebut.

"Project itu sudah dua kali dilaunching. Pertama ketika Jero Wacik meresmikan Treasure Bay Lagoi beberapa tahun lalu. Project Treasure Bay tidak jalan dan diresmikan kembali oleh Presiden RI beberapa bulan lalu menjadi project Pesona Lagoi Bintan. Pihak konsultan sudah membuat konsep pembangunan serta mengurus seluruh dokumen perizinan. Tapi sampai saat ini belum ada skedul untuk pelaksanaannya. Makanya Pemkab Bintan menyurati pihak konsultan untuk membuat skedul itu," kata Mardhiah, Kepala Badan Promosi Investasi dan Pelaksanan Perizinan Terpadu (BPIPPT) di ruang kerjanya, Kamis (28/7).

Mardhiah menjelaskan, berdasarkan program dari pihak konsultan project Pesona Lagoi Bintan, pembangunan tahap awal yang dilakukan berupa dermaga khusus (marine) untuk Wisata Tirta (laut). Project itu diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu pengerjaan tiga tahun dimulai 2011.

"Pemkab Bintan ingin jadwal pembangunan itu jelas, mulai dari bulan apa sampai kapan. Jadwal itu yang masih kita minta dan tunggu jawaban dari pihak konsultan. Soalnya, pemerintah daerah termasuk Badan Pengusahaan Kawasan FTZ sangat mendorong agar proyek itu terwujud secepatnya. Untuk investasi pembangunan Dermaga Wisata Tirta di areal 6,41 hektar itu akan merekrut tenaga kerja kurang lebih 1.000 orang. Jika dermaga itu selesai baru pihak konsultan akan membangun perhotelan, mall dan sea world fantasi maupun fasilitas pariwisata lainnya," ujar Mardhiah.

Mardhiah menjelaskan, berdasarkan program dari pihak konsultan project Pesona Lagoi Bintan, pembangunan tahap awal yang dilakukan berupa dermaga khusus (marine) untuk Wisata Tirta (laut). Project itu diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu pengerjaan tiga tahun dimulai 2011.

"Pemkab Bintan ingin jadwal pembangunan itu jelas, mulai dari bulan apa sampai kapan. Jadwal itu yang masih kita minta dan tunggu jawaban dari pihak konsultan. Soalnya, pemerintah daerah termasuk Badan Pengusahaan Kawasan FTZ sangat mendorong agar proyek itu terwujud secepatnya. Untuk investasi pembangunan Dermaga Wisata Tirta di areal 6,41 hektar itu akan merekrut tenaga kerja kurang lebih 1.000 orang. Jika dermaga itu selesai baru pihak konsultan akan membangun perhotelan, mall dan sea world fantasi maupun fasilitas pariwisata lainnya," ujar Mardhiah.

Bicara investasi di Bintan menurut Mardhiah tidak hanya Pesona Lagoi yang membutuhkan lahan melainkan masih banyak investor asing yang bekerjasama dengan pengusaha lokal. Hal ini juga menjadi perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bintan.

Saat ini menurut Mardiah, ada pengusaha dalam negeri yang ingin menggaet beberapa investor asing dari China. Pengusaha lokal bernama Sukadi asal Bintan Timur yang telah menjalankan usaha di China sejak 40 tahun lalu. Saat ini Sukadi kembali ke Bintan akan mengembangkan daerah Batulicin Bintan Timur sebagai pusat pariwisata dan bisnis area.

Di China, Sukadi memiliki usaha market dan beberapa perusahaan besar serta relasi. Pengusaha lokal itu sudah menghadap Pemkab Bintan untuk mengembangkan Project Indonesian Street City-Bintan di Batulicin dengan PT Sun Resort. Pemkab Bintan merespon rencana pengembangan investasi wisata yang bakal menanamkan modal sekitar USD 700 juta atau hampir sekitar Rp5 triliun. Investasi itu bakal merekrut tenaga kerja 10-30 ribu tenaga kerja dengan company asing mencapai 200 perusahaan," jelasnya.

Hanya saat ini Pemkab Bintan sedang membahas untuk tata ruang wilayah di daerah Batulicin Bintan Timur. Karena, di wilayah itu peruntukan kawasan masih didominasi oleh kawasan tambang bauksit, hutan lindung dan pemukiman. Sedangkan untuk kawasan wisata masih perlu diperluas lagi. Pihaknya sudah membicarakan penanaman modal di Batulicin bersama Bappeda maupun Pansus perubahan Ranperda RTRW di DPRD.

"Kita berharap agar padu serasi RTRW Bintan dengan Pemprov Kepri nanti memberikan kawasan untuk pengembangan investasi di wilayah Bintan Timur. Baik itu di daerah Batulicin maupun di kawasan Galang Batang. Karena investasi mencapai Rp5 triliun itu cukup besar," jelas Mardhiah.

Dari paparan Mardiah seputar minat investor berinvestasi di Bintan juga merupakan salah satu alasan sehingga perlu mendesak Konsultan Pesona Lagoi Bintan segera mewujudkan project yang telah 2 kali dilaunching oleh petinggi di republik ini.

Berbeda dengan pernyataan Wakil Ketua DPRD Bintan, Djoko Zakaria yang kontan dan menohok langsung Manajemen dan Konsultan Pesona Lagoi. Betapa tidak, Djoko mewanti-wanti agar rencana project tersebut jangan hanya sekedar pepesan kosong. Project yang diresmikan Presiden RI itu harus terwujud dengan konsep yang tepat.

"Kita tidak ingin rencana investasi yang tampak besar tapi hasilnya nol. Proyek ini harus benar-benar terwujud dan bukan untuk kepentingan menguasai lahan," kata Djoko beberapa waktu lalu.

Dari paparan Mardiah dan di balik pernyataan Djoko tersembul indikasi tertentu dalam rencana Project Pesona Lagoi Bintan. Sebuah proyek besar dan dilaunching petinggi di republik ini malah belum menunjukkan adanya geliat untuk merealisasikan pembangunan. Terbukti Pemkab Bintan mendesak penyerahan jadwal pembangunan sejumlah item proyek.

Pada tataran ini, Pemerintah Kabupaten Bintan sebagai pihak yang memilik otoritas mengatur dan melayani investasi di daerah harus menelusuri kebenaran rencana POroject Pesona Bintan dan bersikap tegas apabila menemukan adanya indikasi tertentu dibalik rencana pengembangan wisata Lagoi tersebut. Sebab jika tidak, Pemkab Bintan terjebak dalam euforia mega proyek dengan sejumlah tawaran menarik dan mengorbankan investor lain yang ingin berinvestasi.

Apalagi Pemkab Bintan tidak tanggung-tanggung menargetkan 500 ribu kunjungan wisata tahun 2011. Angka yang terbilang cukup tinggi namun cukup berdasar apabila sejumlah rencana dan program pengembangan pariwisata bisa berjalan baik termasuk Project Pesona Bintan. (yen/rul/nic)


Harapan Presiden SBY Bisa Terwujud ?

PRESIDEN RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan pada peresmian Pesona Lagoi memiliki harapan yang sangat besar terhadap pengembangan pesona Lagoi khususnya dan pengembangan pariwisata Provinsi Kepri. Berikut kutipan sambutannya :

Saya (SBY) memiliki harapan, saya memiliki mimpi, sebagaimana juga mimpi-mimpi Saudara, suatu saat, dengan rida Allah Subhaanahu Wa Ta'aala, Kepulauan Riau yang kita cintai ini akan menjadi kawasan ekonomi yang maju dan membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya,"ujar SBy dalam pembukaan sambutannya.

Ia mengatakan, kita tidak ingin yang maju hanya Singapura. Kita ingin kita sama majunya dengan Singapura di masa yang akan datang. Bahkan, kita memiliki kelebihan-kelebihan yang barangkali bisa kita jadikan pilar dalam pengembangan ekonomi di wilayah ini, utamanya pengembangan sektor pariwisata. Peluangnya sangat besar.

Penduduk dunia, sekarang, yang memiliki kegemaran untuk melakukan wisata, di seluruh dunia, makin banyak. Jumlah golongan menengah juga makin meningkat. Demikian juga bangsa kita, sesuai dengan kemajuan pembangunan yang kita lakukan dari tahun ke tahun. Daya beli masyarakat kita juga makin meningkat.

Oleh karena itu, di kawasan ini, sektor kepariwisataan memiliki prospek yang baik. Oleh karena itu, marilah kita jemput masa yang menjanjikan itu. Marilah kita bangun terus kawasan ini menjadi kawasan ekonomi terpadu. Baik itu pariwisata atau industri atau jasa, dan bahkan pertanian khusus yang betul-betul bisa memastikan bahwa ekonomi di Provinsi ini akan tumbuh dengan baik, tumbuh berimbang dan membawa manfaat, sebesar-besarnya bagi, baik masyarakat Kepulauan Riau maupun bagi bangsa Indonesia.

Saudara-saudara,Saya ingin mengingatkan kita semua agar tujuan dan upaya kita untuk membangun kawasan wisata di Pulau Bintan dan sekitarnya ini benar-benar berhasil dengan baik. Saya mulai dengan satu pertanyaan, kalau kita ingin sukses. Mengapa para wisatawan, para pelaku bisnis, atau siapa pun ingin berkunjung ke Pulau Bintan ini, ingin berwisata ke Pulau Bintan ini? Apa yang membedakan dengan Singapura, misalnya, ataupun dengan tempat-tempat lain di sekitar ini? Di bagian Malaysia, misalnya juga.

Pertanyaan ini harus kita jawab dengan cerdas. Misalnya, meskipun mereka sudah berkunjung ke Singapura, meskipun mereka sudah berkunjung ke Malaysia, meskipun mereka sudah berkunjung ke Thailand, meskipun mereka sudah berkunjung ke Tiongkok, tetapi Bintan atau kawasan sekitar ini berbeda, lain. Ada daya tarik tersendiri. Dengan demikian, mereka pun pasti juga akan berkunjung ke Bintan.

Selama ini, barangkali, kita sering mendengar, Singapura dalam promosinya, dan itu memang harus begitu, datanglah ke Singapura, Visit Singapore, kemudian setelah itu boleh berkunjung ke Bintan. Tetapi, dari segi Indonesia, kita juga harus bisa mengatakan, pada saatnya nanti, Visit Bintan, Visit Kepulauan Riau, Anda akan menemukan banyak hal yang khas, yang indah, yang unique di tempat ini, setelah itu silakan kalau mau berkunjung ke Singapura dan ke tempat-tempat yang lain. Harus begitu cara berpikir kita. Dengan demikian kalau Singapura bisa maju, insya Allah kita juga bisa maju.

Diperlukan satu kesamaan di dalam mendapatkan peluang. Itulah yang saya maksudkan "Jangan sia-siakan kesempatan, jangan sia-siakan momentum yang ada", insya Allah ekonomi kita akan terus tumbuh dan pertumbuhan ini mari kita gunakan pula untuk mengembangkan kawasan wisata di daerah ini.

Saudara-saudara,Kalau sudah bisa dijawab, meskipun sudah berkunjung ke tempat lain, mereka juga ingin berkunjung ke tempat ini. Ada identitasnya, ada sesuatau yang khas, ada daya tariknya, maka keberlanjutan sektor wisata di tempat ini akan bisa kita jamin. Kalau berlanjut, kalau wisatawan datang, terus makin banyak setiap tahunnya, maka ada peluang yang lebih besar untuk lebih mengembangkan lagi kawasan wisata di tempat ini.

Pertanyaan kedua. Apa kriteria sukses bagi kita yang mengembangkan kawasan wisata di tempat ini? Mudah saja. Kalau orang yang datang ke Pulau Bintan, entah tinggal satu hari, entah dua hari, entah bermain golf, nanti apakah bermalam di hotel tertentu, apakah memang hanya untuk melihat-lihat keindahan alam, dan sebagainya. Dan, kemudian ketika dia ditanya, "Bagaimana kesan Anda?", kalau jawabannya baik dan kemudian apakah Anda ingin kembali lagi, "Ya, saya akan kembali lagi. Kalau perlu sesering mungkin", itu baru namanya berhasil kita membangun kawasan wisata ini.

Jangan sampai mereka datang, entah satu hari, entah dua hari, kemudian ditanya, bagaimana kesannya? "Aduh payah, ini tidak ada, itu tidak ada, tidak ramah, ngurus ini lama, dan ini dan itu". Lalu bagaimana, mau ke sini lagi? "Aduh tidak deh, cukup sekali ini saja". Kalau itu yang terjadi, gagal total. Gatot kita.

Oleh karena itu, itu kriteria sukses yang harus betul-betul kita jadikan semangat untuk menyiapkan segalanya agar lebih banyak lagi yang berkunjung ke tempat ini.

Saudara-saudara, Itu sepertinya remeh, sepertinya joke, tetapi itu benar. Tidak ada gunanya promosi habis-habisan, tetapi ketika sudah berkunjung, tidak mau kembali lagi. Yang benar, promosinya baik, setelah berkunjung, yang tadinya satu hari, tambah dua hari, menjadi tiga hari, kemudian bulan depan datang lagi, mengajak keluarganya, tahun depan datang lagi, mengajak teman-temannya, itu baru baik, itu baru joss. Itulah yang mesti kita pikirkan untuk kita bangun dan kembangkan di tempat ini.

Yang ketiga. Kita tahu Singapura dengan kelebihan-kelebihannya. Kita juga harus bisa membangun kelebihan-kelebihan di tempat ini. Apa misalnya? Indah, beautiful. Menemukan tempat-tempat yang quiet, yang tenang, kadang-kadang hening, bisa juga khas, unik, bisa juga bersih, natural, alami, masih hijau, ada air yang mengalir yang jernih, dan lain-lain, suara burung, dan sebagainya, yang sering saya sebut dengan kata-kata "berseri", bersih, sehat, rapi, dan indah. Kalau semuanya ada, maka, mereka akan datang untuk mencari, menemukan, to enjoy, keadaan seperti itu.

Oleh karena itu, dalam pengembangan berikutnya lagi, bukan hanya kawasan pariwisata yang hendak saya resmikan hari ini, namanya, tetapi pada hakekatnya juga berlaku bagi semua kawasan wisata yang ada di provinsi ini, di Pulau Bintan ini.

Bangun identitas yang khas. Bangun kelebihan-kelebihan tertentu, dengan demikian mereka akan datang. Barangkali, dalam dunia yang serba modern, dengan kecanggihan teknologi, dengan hiruk-pikuk dan kebisingan kehidupan sehari-hari, sebagian dari wisatawan ingin sesuatu yang tenang, yang alami, yang belum tentu bisa dijumpai di banyak tempat. Kalau kita siapkan dan bangun yang seperti itu, lengkaplah sudah apa yang kita jadikan daya tarik untuk mereka.

Saya kira kawasan wisata di sini, bisa saja, mereka, they can visit this beautiful island to eat, to pray and to love, to find love. Bisa saja. Bisa disiapkan semuanya. Kenapa harus ke negara lain eat-nya, pray-nya, kemudian baru menemukan cinta yang sesungguhnya di tempat ini. Kasih sayang. Semuanya bisa dinyatakan, go, come, you will find everything. You can eat, you can pray, and you can have love di sini. Harus begitu cara berpikirnya.

Oleh karena itu, Saudara-saudara, mulai hari ini, mari kita memohon rida Allah Subhaanahu Wa Ta'aala, tekadkan semangat kita, bulatkan pikiran kita, membangun kawasan ini dengan sebaik-baiknya. Saya berharap, para pengelola, konsorsium, dan semua pihak, pemerintah daerah, DPR-nya, eksekutifnya, masyarakatnya, semua, bersatu untuk terus berkreasi, kreatif, inovatif, dan secara profesional, terus mencari dan mencari bagaimana menjadi sebuah kawasan wisata yang luar biasa, begitu, dan kemudian dikelola secara bertanggung jawab.

Titipan saya, jaga lingkungan karena menjaga lingkungan itu bagian dari daya tarik yang kita berikan kepada para wisatawan yang akan datang ke tempat ini. Satukan semuanya, bersama-sama. Dengan demikian akan benar-benar berhasil. Airport atau bandara yang tadi diusulkan oleh Pak Gubernur, tadi saya sudah mengecek Menteri Perhubungan, pada prinsipnya telah dikeluarkan izinnya, dan kemudian saya berharap bisa segera dilakukan percepatan-percepatan pembangunannya.

Itulah yang ingin saya sampaikan. Saya optimistis, saya percaya, tentu dengan memohon pertolongan, bimbingan, petunjuk, dan lindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhaanahu Wa Ta'aala, apa yang kita niatkan ini akan berhasil di kelak kemudian hari.

Dengan harapan dan pesan itu, dan dengan terlebih dahulu memohon rida Allah Subhaanahu Wa Ta'aala, maka kawasan wisata baru ini, saya beri nama "Pesona Lagoi, Bintan", The Wonder of Lagoi, Bintan, begitu.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan jalan bagi kita semua, bagi masa depan yang maju dan sejahtera kawasan ini dan juga bagi bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai bersama.***


Target 500 Ribu Kunjungan Wisata

KABUPATEN Bintan menargetkan 500 ribu kunjungan wisata mancanegara dan nusantara selama tahun 2011. Untuk mencapai target kunjungan tersebut, Pemkab Bintan telah menetapkan beberapa iven pariwisata hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan, R Akib Rachim menyampaikan, tahun 2011 Pemkab Bintan menaikan target kunjungan wisata asing dan wisata nusantara sekitar 8 persen dibandingkan kunjungan 2010 lalu. Kenaikan target kunjungan itu akan dicapai melalui pelaksanaan beberapa iven lokal dengan mempertahankan iven berskala internasional.

"Tahun 2010 lalu, kunjungan ke Bintan secara keseluruhan 420.331 orang. Dari jumlah itu, wisatawan mancanegara dari kawasan Lagoi dan Lobam 325.550 orang turis dan 9.067 turis ke kawasan pantai timur Trikora. Sedangkan kunjungan dari wisata nusantara 85.714 orang. Untuk 2011 ini, Bintan menargetkan kunjungan wisman dan wisnu sebanyak 500 ribu orang. Kita optimis hingga akhir tahun nanti bisa tercapai," ujar Akib, belum lama ini.

Untuk mendongkrak kenaikan wisatawan ke Bintan itu, Akib menerangkan, iven yang akan dilaksanakan itu antara lain triathlon yang akan dilaksanakan 21-22 Mei pekan depan di Nirwana Gardens Resort Lagoi. Selanjutnya, di kawasan Lagoi juga akan diselenggarakan Bintan Cultural Festival minggu pertama Juni nanti. Akhir Juli, pemerintah bekerjasama dengan BRC Lagoi juga akan menggelar iven Bintan Golf Championship 2011. Sedangkan pertengahan November akan dilaksanakan Tour de Bintan.

Untuk iven lokal, lanjut Akib, Pemkab Bintan akan menyelenggarakan fishing festival 2011 di Tanjungberakit, Sabtu-Minggu, 14-15 Mei. Dalam kegiatan fishing festival 2011, ada 103 tim yang ikut bertanding. Masing-masing tim terdiri dari tiga orang. Untuk peserta dari luar negara yang mengikuti kegiatan fishing festival antara lain satu tim dari Australia, tiga tim dari Malaysia dan dua tim dari Singapura. Sedangkan puluhan tim berasal dari Batam, Karimun, Lingga, Tanjungpinang, Bintan dan beberapa tim dari luar Kepri.

"Pembukaan fishing festival dilaksanakan Sabtu malam (14/5) di pelabuhan internasional Tanjungberakit. Sedangkan peserta mulai lomba mancing, Minggu pagi (15/5) sekitar pukul 07.00 wib. Hadiah total yang kita persiapkan sebesar Rp47 juta. Itu sudah termasuk untuk peserta mancing dan tekong pompongnya. Untuk menarik kunjungan, kita menyediakan hiburan permainan rakyat dan hadiah dorprise," jelasnya.

Iven lokal lain yang diselenggarakan selama 2011, Akib menyebutkan, Bintan Malay Sea festival di Teluk Sebong minggu ketiga Juni. Sedangkan iven mountain treking Gunung Bintan dan Durian Party akan dilaksanakan minggu ketiga Juli. Di akhir tahun akan dilaksanakan Bupati Bintan Cup VI turnamen golf.

Di lain pihak, Public and Relation PT BRC Lagoi, Sorta menyebutkan, hingga saat ini jumlah kunjungan ke Lagoi masih didominasi oleh turis mancanegara dibandingkan domestik. Kunjungan tersebut sampai saat ini masih dilatarbelakangi oleh liburan (weekend).

"Dalam waktu dekat ada beberapa iven seperti triathlon yang bisa mendongkrak angka kunjungan wisata ke Lagoi. Data beberapa pekan lalu, kunjungan ke Lagoi sejak Januari mencapai 103.863 untuk wisman dan 3.822 untuk domestik. Menjelang akhir April atau sekarang jelas ada penambahan dari jumlah itu," kata Sorta.(yen/rul)


Newer news items:
Older news items: