| Article Index |
|---|
| Waspadai Penimbunan Sembako Jelang Lebaran |
| Waspadai Barang Kedaluwarsa |
| Awasi Produk Impor Ilegal |
| Harga Telur, Kacang dan Beras Masih Tinggi |
| All Pages |
MENJELANG Hari Raya Idul Fitri kebutuhan sembako cenderung meningkat tajam namun tidak jarang sering muncul perilaku oknum-oknum tertentu menimbun sejumlah barang kebutuhan warga untuk mencukupi kebutuhan pada saat hari raya. Hal ini patut diantisipasi sehingga warga bisa mencukupi kebutuhan dengan harga yang bisa dijangkau.
Sebab jika tidak, warga akan kesulitan mencukupi kebutuhan dan bila ada barang tapi dalam jumlah terbatas sehingga terpaksa harus mengeluarkan ongkos besar menyusul harga barang melambung tinggi akibat permintaan besar namun persediaan barang terbatas di pasar yang dipicu penimbunan.
Duapekan menjelang hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat kembali menggeliat. Kondisi ini sudah biasa terjadi setiap tahun. Tak lazim bagi pedagang bila tidak menaikkan harga barang-barang.
Alasan mereka, harga barang sangat bergantung dengan permintaan. Bila permintaan terhadap sesuatu barang tinggi, pasti harga barang tersebut akan tinggi pula. Dan menjelang puasa, apalagi lebaran, kebutuhan masyarakat terhadap berbagai barang selalu meningkat. Begitulah hukum ekonomi yang berlaku di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, melonjaknya harga barang kebutuhan masyarakatan juga memicu terjadinya inflasi. Kebutuhan pokok biasanya akan naik dari harga biasa karena masyarakat rata-rata mencari barang yang sama. Kecenderungan itu sudah terjadi saat ini. Namun kenaikan ini biasanya hanya bersifat sementara saja. Seusai Idul Fitri harga sembako dan kebutuhan masyarakat kembali normal.
Lantas apa yang diperbuat pemerintah mulai dari tingkat pusat sampai daerah untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga terlalu tinggi yang tentu saja bisa memberatkan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Karimun, memperkirakan permintaan kebutuhan pokok masyarakat selama bulan puasa hingga Lebaran meningkat rata-rata 15 persen. Untuk menghindari kenaikan harga yang tidak wajar, masyarakat diharap tidak belanja berlebihan. Selain itu, pedagang dan distributor diminta tidak menimbun bahan-bahan pokok terlalu lama.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karimun, Sudarmadi, Kamis (11/8), mengimbau masyarakat tidak terpancing membeli bahan pokok secara berlebihan karena justru akan mendorong kenaikan harga. Selain masyarakat, pihak Pemkab juga mengingatkan secara keras supaya para pedagang dan distributor tidak menimbun bahan pokok terutama seperti beras, telur, gula pasir, dan minyak goreng.
“Kami menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat selama bulan puasa hingga lebaran. Fluktuasi harga di pasar saat ini masih tergolong wajar. Namun demikian, semua pihak harus tetap mewaspadai kemungkinan penimbunan bahan pokok menjelang Idul Fitri, terangnya.
Menurut Sudarmadi, pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh pasar serta distributor kebutuhan pokok akan terus dilakukan. Jika ketahuan ada penimbunan, akan ditindak tegas.
Dia menjabarkan, stok beras di pasaran dan Bulog saat ini cukup untuk kebutuhan setidaknya hingga tiga bulan ke depan. Diakui, kebutuhan beras selama bulan puasa hingga Idul Fitri ak an meningkat sekitar 10 persen dari kondisi biasa.
Dijelaskannya juga untuk mengantisipasi stabilitas harga sembako dan barang lainnya agar tidak mencekik masyarakat menjelang lebaran, pihaknya menggelar bazar sembako di tiga kecamatan disamping lokasi utama bazar di Karimun Expo, Tanjungbalai. Sembako dijual pun di bawah harga pasar.
"Kecamatan itu antara lain, Kecamatan Karimun, Kecamatan Tebing dan Kecamatan Meral, Kecamatan Kundur, Kecamatan Kundur Barat dan Kecamatan Kundur Utara. Terakhir di Kecamatan Moro, yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Moro," ujar Sudarmadi, Jum'at (5/8).
Di setiap lokasi bazar sembako, lanjut Sudarmadi, nantinya bakal dijual segala macam kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Tujuannya, untuk menekan harga sembako yang pasti melambung tinggi di pasaran menjelang lebaran Idul Fitri.
"Rencananya bakal kita gelar pertengahan Ramadhan (15 Agustus mendatang). Dan akan berlangsung selama seminggu di seluruh titik," ucapnya.
Untuk harga pasti lanjut Sudarmadi, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh distributor sembako agar menetapkan harga di bawah harga pasaran. Selain sembako, tiga lokasi bazar bakal menjual aneka makanan ringan dan kue lebaran. Masyarakat juga dapat memilih persiapan saat lebaran.
Kenaikan Hal yang wajar
Sementara itu, Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat dimintai tanggapannya beberapa waktu lalu menilai, kenaikan sembako saat Ramadhan dan menjelang adalah wajar. Dia menyatakan, kenaikan itu merupakan hukum pasar.
"Hukum pasar itu, semakin banyak permintaan maka harga makin naik. Namun demikian, itu tidak terlalu dipermasalahkan. Yang jadi, masalah ketika barang-barang tersebut naik tetapi tidak ada di pasaran atau langka," ujar Rafiq, Sabtu (30/7).
Untuk menanggulangi hal tersebut kata Rafiq, Pemkab Karimun perlu melakukan kontrol, seperti operasi pasar oleh dinas terkait (Dinas Perindustrian dan Perdagangan). Hal itu juga bisa dilakukan bersama Badan Urusan Logistik (Bulog).
Ditanya soal aksi nyata yang dilakukan oleh Pemkab Karimun dalam menekan harga sembako, dimana hal itu sudah menjadi tradisi terjadinya kenaikan harga saat Ramadhan, Rafiq mengatakan ada dua langkah strategis. Pertama ikut memantau harga dan stok sembako. Kedua melakukan operasi pasar. Ia menyebut beberapa hari lalu Bupati Karimun melakukan inspeksi mendadak (sidak) disejumlah pasar dan distributor sembako. Hal itu terkait persediaan sembako saat Ramadhan.
Kenaikan harga sembako lanjut Rafiq, sudah lazim terjadi tidak saja di Karimun melainkan seluruh daerah di Indonesia. Rafiq juga menghimbau kepada distributor agar tidak menimbun sembako. Disamping itu juga pelaku pasar jangan seenaknya menaikkan harga.
"Jenaknya menanikkan harga. Disamping itu pula jangan mengajarkan masyarakat untuk menimbun. Yang nantinya bakal menimbulkan keresahan," pungkasnya .
Waspada
Sementara itu Kapolres Karimun, AKBP Benyamin Sapta T Sik, mengimbau dan mengintruksikan jajaran Polsek-Polsek dan satuan operasional di jajaran Polres Karimun untuk mengintensifkan pengwasan bahan kebutuhan pokok, selama bulan Ramadan dan menjelang lebaran Aidul Fitri.
Menurut Kapolres, penegasan itu sudah disampaikannya ke seluruh Kapolsek dan Direktorat Operasional di Jajaran Polres Karimun. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian untuk mengintensifkan pengamanan, di antaranya, agar melaksanakan pengamanan kelancaran distribusi Sembako.
Penyelidikan kemungkinan adanya oknum yang sengaja mencari untung dengan menimbun sembako jenis tertentu. Pengawasan produk yang makanan dan minuman tidak layak edar kedaluwarsa. Melakukan koordinasi dengan dengan instansi terkait dalam rangka pengamanan peredaran Sembako jelang Puasa.
Penimbunan Sembako, tegas Kapolres sangat rawan terjadi dan dilakukan pihak-pihak tertentu saat hari raya seperti Ramadhan dan menjelang lebaran.
“Biasanya jelang puasa atau mendekati lebaran ada oknum-oknum yang mau memanfaatkan situasi dengan mamasukan atau menimbun bahan Sembako dan ini perlu diwaspadai,” jelas Benyamin Sapta. (gan)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (1)
- Nama Aneh Menggoda Lidah
- Pasar Induk Bakal Kembali Telan Uang Negara
- Bintan Mutiara yang Terpendam
- Pencuci Bus Jadi Bupati
- Sulitnya Dapatkan Premium di Karimun
- Bayar Zakat di Mal dan Via Rekening
- Para Pejuang Veteran Prihatin
- 32 Pelajar Terbaik Pengibar Bendera Tampil Sempurna
- Basahnya Bisnis Kue Kering
- Etalase Indonesia Dinodai Sampah dan Bau Asap
- Project Pesona Lagoi Bakal Gagal Lagi ?
- Dana BOS Mengendap Dulu di Kas Daerah
- Perda Pariwisata Sarat Kepentingan Pengusaha
- LKPI Kepri Bertekad Jadi Teladan Dalam Pengabdian
- Perda THM Menuai Kontroversi
- BP Batam Tutup Mata Terhadap Lahan Terlantar
- Borok Pusat Koperasi Distribusi Bintan Terkuak
- Batam Great Sale Menjanjikan ?
- DPRD Tpi Turun Tangan Atasi Masalah Pendidikan