Walikota Tanjungpinang Bangga
Para peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) setelah dikukuhkan Walikota Tanjungpinang, Suyatati A Manan, Senin, (15/8), lalu di aula kantor Walikota, Senggarang, mendapat pujian dan apresiasi dari Walikota. Para peserta Paskibraka ini terdiri dari 32 anggotam, telah tampil sempurna dalam upacara bendera peringatan 17 Agustus, Rabu (17/8) kemarin.
Walikota terlihat bangga melihat sajian diberikan para paskibraka ini yang terdiri 16 putra dan putri dari SMA/SMK ini. Tatik sapaan Walikota, menyampaikan bahwa kegiatan pengibaran bendera dilakukan para pelajar ini untuk meningkatkan dan mengembangkan kesadaran nasional. Guna mensyukuri kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta untuk memupuk semangat kebangsaan kecintaan turut memiliki bangsa dan Negara dikalangan generasi muda.
Sementara detik-detik Proklamasi HUT RI ke-66 tahun, Rabu (17/8) kemarin, digelar di halaman kantor Walikota Tanjungpinang, Senggarang berlangsung hidmat dan lancar. Kegiatan tersebut diawali dengan upacara bendera, bertempat di halaman Kantor Walikota Tanjungpinang. Kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih dilanjutkan dengan detik-detik proklamasi. Pada upacara bendera tersebut, Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan bertindak sebagai Inspektur upacara. Hadir dalam upacara tersebut FKPD, PNS, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Para Veteran, para pelajar dan Mahasiswa.
Upacara detik-detik proklamasi yang dimulai pukul 10.00 wib, berlangsung dengan penuh hikmat. Bertindak selaku Komandan upacara Mayor Laut (T) Agus Pramono dan Perwira Upacara Lettu Laut (T) Arief Gunawan. Pada kesempatan tersebut Suryatati juga membacakan detik-detik proklamasi dengan hikmat. Sementara itu anggota Paskibraka yang dipilih berasal dari berbagai sekolah diantaranya Nila Yusnita dari SMA N 1 Tanjungpinang sebagai pembawa bendera, Andri Priandana dari SMA N 3 Tanjungpinang sebagai penggeret kanan, Deni Aprianto SMA N 5 Tanjungpinang sebagai penggeret
kiri, Triwani SMA N 1 Tanjungpinang sebagai pembentang bendera, serta Ranthafauzi Sembiring sebagai komandan kelompok.
Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan, usai upacara bendera mengatakan, bahwa rakyat yang berjuang pada zaman kemerdekaan tahun 1945 lalu begitu gigih dan kokoh. Rakyat berjuang dengan secara bersama, bersatu padu merebut kemerdekaan dari belenggu tangan penjajahan. "Setelah bangsa Indonesia merdeka dan sampai sekarang, kita tinggal mengisi kemerdekaan itu dengan bergagai kegiatan poisitif dan berguna bagi semua orang," kata Tatik sapaan Walikota menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi RI ke-66 tahun.
Saat sekarang ini, imbuhnya bukan zamannya lagi masyarakat berpererang melawan penjajahan, namun bagaimana bisa berjuang melawan kemiskinan. "Kita telah merdeka dan saat ini kita harus bisa berjuang melawan kemiskinan agar hidup yang dijalankan untuk masa yang akan datang lebih baik lagi," ujarnya.
Peringatan HUT RI Ke-66 tahun ini mengangkat tema “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup Dalam Kebhinekaan Untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Dan Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia Dalam Forum ASEAN Untuk Kokohkan Solidaritas
ASEAN.
Makna Keamerdekan Diharapkan Bisa Membangun Diri
Makna kemerdekaan bagi dunia pendidikan merupakan jalan untuk membangun diri. Untuk itu, dengan adanya kemerdekaan ini, generasi penerus bangsa akan lebih mudah untuk melaksanakan pendidikannya. Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Tanjungpinang Safrial Evi, usai memperingati HUT RI ke 66 di kantor Walikota Tanjungpinang, Rabu (17/8).
"Kemederdekaan itu bagi kalangan pendidikan ialah kemerdekaan untuk membangun diri terutama di dunia pendidikan, kalau masa penjajahan kan sulit untuk belajar, hanya golongan ningrat atau bangsawan saja yang bisa mengecap dunia pendidikan. "kata Syafrial.
Selain itu lanjutnya, untuk dunia pendidikan di Indonesia, memang berbeda dengan negara yang lainnya seperti Malaysia. Perbedaan itu, juga dilandasi dengan bekas jajahannya. Untuk itu, pola yang diajarkan di Indonesia memang cenderung kurang dari pola yang di ajarkan di negara Malaysia. (eza/cw35)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (4)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (3)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (2)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (1)
- Nama Aneh Menggoda Lidah
- Pasar Induk Bakal Kembali Telan Uang Negara
- Bintan Mutiara yang Terpendam
- Pencuci Bus Jadi Bupati
- Sulitnya Dapatkan Premium di Karimun
- Bayar Zakat di Mal dan Via Rekening
- Basahnya Bisnis Kue Kering
- Waspadai Penimbunan Sembako Jelang Lebaran
- Etalase Indonesia Dinodai Sampah dan Bau Asap
- Project Pesona Lagoi Bakal Gagal Lagi ?
- Dana BOS Mengendap Dulu di Kas Daerah
- Perda Pariwisata Sarat Kepentingan Pengusaha
- LKPI Kepri Bertekad Jadi Teladan Dalam Pengabdian
- Perda THM Menuai Kontroversi
- BP Batam Tutup Mata Terhadap Lahan Terlantar
- Borok Pusat Koperasi Distribusi Bintan Terkuak