Selasa06242014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Pencuci Bus Jadi Bupati

Pencuci Bus Jadi Bupati

PRO RAKYAT PRO INVESTASI

Kesuksesan tanpa usaha dan kegigihan, mustahil bisa didapat. Hasil yang dicapai hari ini, adalah buah dan manivestasi dari perjuangan masa lalu. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Siapa sangka, seorang bocah pencuci bus yang gigih menuntut ilmu dan memperjuangkan hidupnya, pada akhirnya bisa menjadi seorang bupati. Itulah dia H Ansar Ahmad SE, Bupati Bintan saat ini.


Ansar Ahmad, Selasa (13/9) ini meluncurkan buku biografi yang menceritakan sejarah perjalanan hidupnya hingga ia berhasil menjadi kepala daerah yang mampu mengembangkan investasi dan memajukan Kabupaten Bintan. Peluncuran buku yang berjudul "Bupati Pro Rakyat-Pro Investasi" tersebut dilakukan di Taman Monumen dan Relief sejarah pertambangan bauksit Kijang.

Mencapai puncak menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bintan adalah sebuah perjalanan panjang dan berliku bagi seorang Ansar Ahmad. Sebuah perjalanan dalam suka dan duka, perjalanan penuh keringat dan air mata. Ansar berhasil mencapai puncak, setelah mendaki dan menapaki bukit-bukit terjal dan tajamnya batu karang.

Bagi Ansar, hidup adalah perjuangan dan suratan takdir. Ketika saat ini dia tiba dipuncak sebagai pemimpin dan menjadi orang nomor satu di Bintan, itu adalah suratan. Dia menapakinya dengan sabar, ikhlas, tekun, penderitaan, tabah dan sebagai pemimpin yang beriman, Ansar yakin bahwa yang di atas pasti menatapnya,memandunya ke jalan yang lurus dan Ansar selalu mengingatnya.
Perjuangan yang telah dilaluinya sangat layak untuk diteladani, karena telah menginspirasi banyak orang. Ansar adalah simbol tokoh dan layak diteladani.

Melewati masa kecilnya Ansar dilahirkan di sebuah kampung kecil di Kijang, Bintan pada 10 April 1964. Dia berasal dari keluarga kurang mampu dan sejak usia hidup bersama seorang ibu yang harus menghidupi lima anak. Ayah Ansar, Abdul Ahad telah lama berpulang, meninggalkan anak-anaknya yang pada akhirnya Ansar bersaudara menjadi yatim. Ansar pun harus ikhlas dan rela berjuang menghidupi diri sendiri dan membantu ibunda tercinta.

Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) pada tahun 1973-1974, untuk mencukupi biaya sekolahnya Ansar kecil telah ikut membantu meringankan biaya dengan menjadi tukang cuci bus Dinas Penerangan Kabupaten Riau Kepulauan yang setiap hari dilakukannya selepas Shalat Magrib. Hingga kini Ansar selalu terkenang dengan sosok seorang supir bus dinas penerangan yang bernama Pak Ucup yang sangat baik padanya.

Menanjak usia remaja, Ansar dikenal sebagai sosok remaja yang religius. Bahkan kepiawaiannya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Quran mengantarkannya menjadi wakil Kecamatan Tanjungpinang Timur pada sebuah MTQ.

Memasuki bangku perkuliahan, Ansar memilih Fakultas Ekonomi Universitas Riau (Unri) di Pekanbaru untuk menimba ilmu pada tingkat yang lebih tinggi. Di negeri kaya minyak itu ia menyewa sebuah rumah kecil yang dikelilingi kebun kangkung hingga tahun 1984. Untuk menambah biaya kuliahnya Ansarpun memanfaatkan keahliannya membaca Al Quran dengan menjadi guru mengaji dari rumah ke rumah.

Pergaulan di kampus jugalah yang mengantarkannya berteman dengan teman-teman satu angkatan seperti Rusli Zainal (Gubernur Riau), Syamsurizal (Bupati Bengkalis), Wan Syamsir Yus (Walikota Dumai dan Sekda Prov Riau), Asrul Jaafar (Bupati Kuansing) dan masih banyak lagi.

Kehadiran Ansar di kampus kala itu, mulai diperhitungkan. Kendati Ansar menganggap kampus merupakan laboratorium untuk benar-benar menuntut ilmu, jiwa dan semangat berorganisasinya juga terlihat dengan jelas. Karena itulah, memasuki tahun kedua Ansar di kampus Unri terpilih sebagai ketua Senat Mahasiswa Unri yang merupakan jabatan yang sangat prestisus di kalangan mahasiswa.

Pada tahun 1980 setelah menikah dengan Dewi Kumala Sari, Ansar masih memimpin Gabungan Koperasi Pegawai Negeri selama satu tahun. Setelah meraih gelar sarjana ekonomi, Ansar kembali ke Tanjungpinang dan bekerja sebagai pegawai Dispenda Kabupaten Riau Kepulauan di Tanjungpinang.

Karirnya terus melesat, sehingga menjadi Kabag Pembangunan Kabupaten Riau Kepulauan, berikut kepala bagian perekonomian. Dalam sidang DPRD Kabupaten Kepri tanggal 23 Oktober tahun 2000, pasangan Huzrin Hood dan Ansar Ahmad terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepri periode 2000-2005. Pada tanggal 2 Oktober 2003 Huzrin tersandung permasalahan hukum hingga diberhentikan oleh Mahkamah Agung.

Setelah itu Ansar melanjutkan tugas Huzrin sebagai pelaksana tugas Bupati. Dan kembali terpilih berpasangan dengan Mastur Taher pada tahun 2005. Selanjutnya Ansar kembali diamanahkan oleh masyarakat Bintan menjadi Bupati Bintan berpasangan dengan Khazalik periode 2010-2015. Masyarakat Bintan kiranya, benar-benar mencintai sosok Ansar. Hal itu dibuktikan dengan menang telaknya Ansar pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Bintan Tahun 2010.

Lima tahun masa kepimpinan Ansar bersama Mastur Taher berhasil menekan angka kemiskian dari 14,5 persen tahun 2005 menjadi 12,47 persen. Dalam bidang pendidikan Ansar berhasil meningkatkan indeks pendidikan dari 80,16 persen tahun 2005 dan 82,76 persen pada tahun 2009, dan meningkatkan angka harapan hidup 69,33 pada tahun 2005 menjadi 69,69 tahun 2009.

Tekad Ansar Ahmad untuk membangun Kepulauan Riau telah bermula sejak lama, jauh bertahun-tahun sebelumnya. Sebelum menjadi Bupati Bintan, Ansar ingin membangun ibukota Kabupaten Bintan yang baru, dia memilih satu dari empat desa yang akan menjadi tapak lokasi pembangunan dengan membangun pusat Pemerintahan Bintan di Bintan Bunyu.

Bintan memang layak jadi perhatian. Sadar dengan potensi yang sangat besar di daerahnya, Ansarpun menitik beratkan program pembangunan pada bidang infrastruktur. Keberhasilannya bisa dilihat, salah satunya adalah sarana dan prasarana jalan yang sangat baik dan terencana, jauh lebih baik jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Kepri. Itu merupakan salah satu yang menjadi nilai plus bagi seorang Ansar Ahmad.

Memberi Motivasi dan Inspirasi


Ketua DPRD Bintan Lamen Sarihi mengatakan, terbitnya buku biografi yang berisi gagasan dan pemikiran serta pengalaman Bupati Ansar Ahmad yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri akan sangat membantu para wakil rakyat, komunitas berbagai masyarakat di pelosok Kepri untuk mengetahui lebuh jauh proses pembangunan yang tengah berlangsung di Kabupaten Bintan ini.

Hal itu, kata Dia, disebabkan karena buku biografi tersebut diperkaya dengan foto berwarna serta data-data yang riil. Buku teresbut tidak hanya bercerita tentang sosok Ansar semata, tapi juga profil negeri dan Kabupaten Bintan yang dipimpinnya. Di samping itu, juga diperkaya dengan gagasan-gagasan brilian hasil pemikirannya untuk menuju jauh kedepan serta langkah yang perlu dilakukan untuk mewujudkannya.

"Sebagai kawasan pariwisata yang mulai mendunia, dan sebagai kawasan free trade zone yang diminati dan dilirik untuk berinvestasi buku ini juga bisa menjadi referensi bagi calon investor dalam dan luar negeri untuk melihat potensi kawasan ini," kata Lamen.

Terutama gagasannya, lanjut dia, kandungan pesan yang ada di dalamnya akan mendukung peletakkan dasar-dasar perekonomian yang kuat melalui pembangunan ekonomi terpadu dan terencana dalam berbagai sektor. Dengan mengetahui lebih jauh langkah bupati bintan Ansar Ahmad, misi untuk mewujudkan peran otonomi daerah yang luas dan nyata, bertanggungjawab dan didukung oleh aparatur yang terpercaya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

"Semangat dan gagasan Bupati Bintan Ansar Ahmad yang tersurat dan tersirat dalam memoarnya ini diharapkan akan memberi motivasi dan inspirasi bagi masyarakat dan para wakil rakyat dibadan legislatif dan eksekutif," tandas Lamen.(rul)

Menuju Bintan yang Maju, Sejahtera dan Berbudaya

Sejak lima tahun yang lalu Pemkab Bintan di bawah kepemimpinan Ansar Ahmad berupaya mempertahankan dan bahkan meningkatkan rata-rata pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Ini terlihat dari catatan pendapatan per kapita rakyat Bintan dari Rp25,13 juta pada tahun 2005 menjadi Rp31,56 juta pada tahun 2009. Upaya Ansar ini juga dapat terwujud berkat dukungan program sosial pemerintah yang berjalan sesuai dengan harapan.

Ansar terus mengupayakan berlangsungnya program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri perdesaan, PNPM ekonomi Bintan, alokasi dana desa, rehab rumah tidak layak huni, dana alokasi khusus desa serta bantuan beras miskin. Terlebih lagi adalah terlaksananya program PNPM Mandiri kelautan dan perikanan. Termasuk pemberian bantuan modal untuk petani dan nelayan.

Setelah lima tahun, ketika Ansar akan maju lagi sebagai Bupati Bintan, suatu survey yang dilakukan oleh lembaga survey Indonesia (LSI) menyimpulkan, Ansar Ahmad sangat mengakar dan sangat pro rakyat. Dan jika Ansar maju dalam pemilihan Bupati Bintan, Ansar diperkirakan akan meraih dukungan sekitar 80 persen.

Survey pada bulan Februari 2010 itu menunjukkan sangat pro rakyat Ansar di kabupaten Bintan yang baru berusia lima tahun. Dari hasil survey ini Ansar Ahmad mencalon diri kembali. Dia didukung oleh enam partai politik besar dan ternyata hasil Pilkada Bintan tahun 2010 lalu pasangan Ansar-Khazalik memenangkan pemilihan Bupati Bintan.

Ketika menyampaikan visi dan misinya saat memasuki kampanye pemilihan Bupati Bintan tahun 2010 awal Mei lalu, Ansar Ahmad yang mencalonkan sebagai Bupati Bintan bersama pendampingnya Khazalik sebagai Wakil Bupati, Ansar Ahmad menyatakan tetap fokus pada peningkatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Ansar tetap ingin memberdayakan ekonomi rakyat sama sebagaimana dia kemukakan pada penyampaian pada visi dan misi lima tahun yang lalu saat dia mencalonkan diri sebagai Bupati Bintan. Lima tahun sebelumnya Ansar melihat masih banyak rakyat Bintan yang tingkat kesejahteraannya belum maksimal. Walaupun, lima tahun belakangan ini tingkat kemiskinan dan pengangguran di Bintan sudah mulai turun.

Selama lima tahun, Ansar Ahmad telah bekerja keras untuk membangun Bintan dengan konsep yang fokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat. Walaupun dia mengakui konsep ekonomi kerakyatan harus dibenahi. Program-program yang pro rakyat harus ditingkatkan.

Bintan yang maju, menurut Ansar Ahmad adalah Bintan yang dasar pembangunannya harus senantiasa dilandasi dengan keinginan bersama untuk mewujudkan rakyat Bintan yang lebih baik. Dan untuk itu semua program fisik dan non fisik harus didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing tinggi dan perperadaban serta profesional. Ansar bekerja agar rakyatnya lebih diperhatikan, terutama Bintan yang berpenduduk sekitar 140.000 jiwa, terdiri dari kaum nelayan tradisional, petani dan para pengusaha kecil sampai menengah.

Ansar mengakui bahwa pengalamannya memimpin Bintan selama lima tahun terakhir memang sudah menunjukkan indikasi pertumbuhan ekonomi tinggi. Namun belum dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Bagi Ansar perlu ada pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat kecil yang berpendapatan rendah melalui pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan.

Dengan pengalamannya sebagai ekono yang jeli dan cerdas, Ansar akan menitikberatkan pada penguatan dan perbaikan serta peningkatan pendidikan di bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan, infrastruktur dasar secara terukur dan tepat sasaran. Dan karena rakyat Bintan sebagai besar kaum nelayan, petani, maka kaum nelayan harus diberikan perhatian khusus. Ansar menyebutkan basis ekonomo kerakyatan di Bintan adalah nelayan hampir rata-rata warga Bintan memiliki pekerjaan sebagai nelayan. Meningkatkan ekonomi Bintan berarti harus melakukan peningkatan perekonomian para nelayan.

Sejak menjadi birokrat, terutama Bupati Bintan, Ansar terbukti pro-rakyat, Ia langsung turun ke pelosok utnuk memantau apakah programnya sudah dijalankan atau belum. Ansar bahkan turun sampai ke tingkat RT dan RW (Rukun tetangga dan Rukun Warga). "Saya meminta baik RT,RW dan Kepala desa untuk turun langsung ke masyarakat, serta meninjau langsung keadaan masayarakat, serta memberikan arahan yang lebih baik lagi" tegasnya.

Ansar akan meningkatkan peran koperasi dengan lebih besar lagi bantuan agar menyentuh kebutuhan para petani nelayan dan buruh di desa-desa. Ansar terus memanfaatkan berlakunya system FTZ di Bintan bagi kepentingan usaha rakyat kecil terutama pengusaha kecil, serta nelayan, petani dan kaum buruh.

Dalam memajukan Bintan, sebagaiman motto dan semangatnya "Menuju Bintan yang Maju, Sejahtera dan Berbudaya" Bupati Ansar sangat memperhatikan daerah-daerah kecamatan yang berada jauh dari pusat-pusat kegiatan ekonomi, seperti Tambelan. Ansar senantiasa mendororong agar Pemkab Bintan yang dipimpinnya memperhatikan hal-hal yang sangat mendasar bagi kebutuhan hidup seperti bantuan makanan, terutama bagi ibu-ibu hamil, pembuatan akte kelahiran, keperluan bagi pramuka, baju dinas serta honor-honor bagi RT, RW dan kepala desa. Juga fasilitas bagi kegiatan kepenudaan, serta beasiswa bagi anak-anak didik didesa-desa.

Bagi rakyat miskin di pedesaaan, Pemkab Bintan juga telah membentuk semacam Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang bisa memberikan alternatif solusi bagi masyarakat miskin melalui Kelompok Usaha Bersama atau yang dikenal dengan istilah Kube, LKM Bintan sudah tercatat dan terdaftar di kementerian Sosial RI di Jakarta kelak akan memberikan alternatif solusi bagi anggota Kube terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan urusan anggaran kelompok rakyat kecil.

Bupati Ansar juga peduli dan peka terhadap keinginan dan aspirasi rakyat. Sebagai Bupati, Ansar terus berusaha memperjuangkan nasib dan status buruh atau pekerja harian lepas di daerahnya.Ansar meminta kepada para pengusaha untuk memberikan jaminan Kesehatan dan asuransi kepada para pekerja. Dia menegaskan, Pemkab Bintan memperjuangkan nasib pekerja lepas agar mereka tidak hanya bekerja ketika perusahaan dapat order. Keluhan rakyat, terutama para buruh sangat diperhatikan Ansar, terutama hal-hal yang terkait soal ketenagakerjaan di Binta.

Ansar melihat betapa para buruh di Bintan Belum mendapat perhatian dari perusahaan. Mereka adalah buruh harian lepas yang bekerja serabutan, tidak tetap dan mendapat penghasilan yang sangat minim sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Kata Ansar, dia akan melihat tentang waktu standar minimal yang harus dilakukan oleh perusahaan terhadap pekerja harian lepas. Mereka kadang-kadang bekerja hanya satu Minggu. Namun kemudian selama-berbulan-bulan mereka tidak lagi bekerja. Hal ini menurut Ansar akan berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan rakyat Bintan. "Jika memang ada kewenang-wenangan terhadap para pekerja, akan kita tindak tegas, dan Disnaker Bintan wajib mengawasinya," kata Ansar mengingatkan. (adv)

Share