Jangan Coba-coba Transaksi di Luar
BATAM-Diskotek di Batam menjadi syorga bagi kehidupan pebisnis dan pemakai narkoba. Selagi berada di dalam ruangan diskotek, transaksi narkoba dijamin 95 persen aman. Narkoba, atau khususnya esktasi yang dibeli tersebut, juga harus dikonsumsi di dalam diskotek itu juga. Selagi dikonsumsi di diskotek yang sama, pemakai juga dijamin 95 persen aman.
Begitulah pada umumnya kondisi riil perdagangan dan rule of game pengkonsumsian narkoba di diskotek-diskotek yang ada di Batam. Kondisinya nyaris tak ada beda, baik di Diskotek PC dan PL di bilangan Jodoh, Diskotek NN di bilangan Nogoya dan Diskotek SP di bilangan Seraya. Bertransaksi dan mengkonsumsi ekstasi di dalam diskotek memang aman, tapi jangan coba-coba bertransaksi di luar pintu diskotek, termasuk di areal parkir.
Bisa langsung naas atau ditangkap bagi yang nekad bertransaksi ekstasi di luar pintu diskotek. Ekstasi yang dibeli di dalam diskotek tertentu juga harus dikonsumsi di dalam diskotek itu juga. Kalau dikonsumsi di luar atau dibawa ke diskotek lain, pelakunya pasti akan naas. Hanya hitungan puluhan menit atau jam pelaku akan langsung ditangkap petugas. Begitulah rule of game kehidupan diskotek yang harus dipahami oleh para pedoyan dunia gemerlap malam alias dugem.
Hasil investigasi wartawan koran ini di Diskotek PC di bilangan Jodoh, dengan membeli tiket masuk diskotek, maka selanjutnya para pengunjung juga akan bisa membeli ekstasi dan mengkonsumsinya sehingga pikirannya bisa berada di bawah ilusi dan dengan demikian akan mampu beradaptasi dengan dentuman suara musik yang dimuntahkan dari speaker-speaker yang berkekuatan puluhan ribu watt.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah pengunjung Diskotek PC, setelah sekali melakukan transaksi dengan 'kaki-kaki' penjual ekstasi yang ada di diskotek terbesar di wilayah Sumatera itu, maka berikutnya sudah bisa dijamin kegiatan transaksi barang haram tersebut akan berlangsung lebih mudah dan lebih aman lagi.
Namun menurut sumber itu, jangan sekali-kali melakukan transaksi di luar diskotek, semisalnya di areal parkir. Serapi apapun bentuk transaksi yang dilakukan akan tercium. Secara otomatis, pedagang barang haram yang berada di luar pengawasan dan aturan managemen akan ditindaklanjuti secara hukum. Makanya seberani dan sehebat apapun pengedar tidak akan mau melakukan transaksi di luar ruangan diskotek.
"Mana ada yang bisa jual di luar lagi bos," ujar seorang sumber korab ini di areal parkir yang ada di tempat hiburan berbentuk kapal pesiar itu meyakinkan. Ia mengatakan jika memang ada yang nekat untuk berjualan, tidak lebih satu jam, pasti ditangkap polisi.
Tidak begitu yakin dengan informasi itu, wartawan koran ini mencoba untuk mencari di luar arena diskotek. Dan betul saja, tidak ada seorangpun yang menjual barang itu. "Kedalamlah bang," ujar cewek yang menunggu diajak untuk menikmati hiburan malam yang disuguhkan di hall ataupun melalui ruangan VIP ini dengan manja.
Ternyata benar apa yang dikatakan sumber di areal parkir dan wanita di luar areal diskotek tersebut. Di dalam hall yang gelap gulita dan hanya diterangi oleh lampu sorot warna-warni itu, pengunjung dengan mudah mendapatkan pil setan itu. Bahkan para 'kaki' jaringan yang mempunyai izin dari managemen untuk memperjual belikan ekstasi ini sangat mengetahui bahasa isarat dari setiap tamu yang menginginkan barang haram tersebut.
"Ada banyak yang menjual barang itu. Mungkin 10 orang di hall ini," ujar Santi manja sambil bergoyang mengikuti house music setelah 15 menit memakan pil ekstasi merk Apple yang dibeli dari salah seorang kaki jaringan penjual narkoba.
Setelah mengetahui pengecer ekstasi yang beroperasi di hall tersebut, wartawan koran ini mencoba untuk menuju ke lantai dua. Dengan menggunakan tangga berbentuk melingkar yang ada di hall bisa masuk di lantai dua. Secara bentuknya, lantai dua ini berbeda dengan lantai dasar. Di lantai itu menyajikan ruangan bagi orang yang ingin lebih santai menikmati hiburan malam atau kamar VIP.
Sesepanjang lorong ruangan VIP yang letaknya berhadap-hadapan ini, ada sejumlah orang yang bertubuh tegap berdiri. Beberapa orang ini diketahui sebagai pengecer untuk memperjualbelikan ekstasi. Dan tamu pengunjung cukup pesan dengan waiter, maka orang ini datang dan menawarkan.
"Kita tidak berani pak. Kalau memang mau beli, biar saya sampaikan. Nanti biar orang itu datang jumpain bapak. Kabari saja kalau memang mau pesan ya pak," ujar waiter itu sambil pergi berlalu.
Sebelumnya, maraknya tempat-tempat hiburan malam di Batam menjadi ladang bagi para mafia untuk mengedarkan narkoba, seperti ekstasi, menjadi perhatian serius Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjend Sutarman. Ia menegaskan, tempat hiburan malam di Batam harus bebas dari narkoba.
"Tempat hiburan harus bebas narkoba, apapun jenisnya," tegas Mantan Kapolda Kepri ini usai melakuklan Master of Understanding tentang pengamanan dua negara, yakni Polri dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) di Hotel Novotel, Batam, Kamis (17/11).
Lanjut Sutarman, Mabes Polri akan memback-up Polda Kepri dan Polresta Barelang dalam rangka pemberantasan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Perwira tinggi berbintang tiga ini mengendus, tempat-tempat hiburan menjadi sarang peredaran barang haram jenis ekstasi.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba, AKBP Agus Rohmat tidak bisa dikonfirmasi mengenai penelusuran pil ektasi yang diperjual belikan secara bebas di diskotek Pasific. (tim)
- Di Balik Kelangkaan BBM Bersubsidi di Batam (2)
- Di Balik Kelangkaan BBM Bersubsidi di Batam (1)
- Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (8-Habis)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (7)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (6)
- Korban Jodoh Boulevard (4)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (5)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (4)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (3)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (1)
- Nama Aneh Menggoda Lidah
- Pasar Induk Bakal Kembali Telan Uang Negara
- Bintan Mutiara yang Terpendam
- Pencuci Bus Jadi Bupati
- Sulitnya Dapatkan Premium di Karimun
- Bayar Zakat di Mal dan Via Rekening
- 32 Pelajar Terbaik Pengibar Bendera Tampil Sempurna
- Para Pejuang Veteran Prihatin
- Basahnya Bisnis Kue Kering