Friday, May 04th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Fokus Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (5)

Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (5)

Tiap Malam Ada Korban Over Dosis

BATAM-Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jumlah pengguna narkoba di Indonesia saat ini 3,81 juta orang. Jumlah itu sangat mengkhawatirkan. Apalagi sebagian besar penggunanya generasi muda. Di Batam, persentase pengguna narkoba sangat tinggi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Di Diskotek NN di kawasan Nagoya, Batam nyaris setiap malam ada pengguna narkoba yang over dosis (OD).


Jumlah pengguna narkoba di Batam akan terus tambun apabila aparat berwenang dan pemerintah di daerah melalui institusi terkait separoh hati di dalam memberantas bisnis, peredaran dan pengunaan narkoba. Selama ini petugas terkesan bersandiwara. Yang ditangkap hanya yang kelas-kelas teri, sedangkan partai besarnya di diskotek-diskotek dibiarkan tumbuh berkembang dan bahkan seperti dipelihara.

Kalau pun ada pebisnis atau pengedar narkoba kelas menengah atau besar yang ditangkap, itu hanyalah orang-orang yang bermain di luar sistem yang telah disepakati. Atau pemain baru yang belum menyetor dan ingin meraup keuntungan sendiri. Kondisi yang sangat menakutkan dapat disaksikan di Diskotek NN, Nagoya Batam. Sebagian besar pengunjungnya adalah anak baru gede (ABG) yang sebagiannya masih usia sekolah.

Kapasitas Diskotek NN mampu menampung sekitar 1.000 pengunjung. Setiap malam tidak kurang sekitar 800 orang pengunjung yang menyesaki diskotek tersebut. Sekitar 60 persen pengunjungnya adalah ABG. Makanya Diskotek NN dikenal juga sebagai diskotek sarangnya para ABG. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para manik dunia dugem. Selain itu, daya tarik lain dari Diskotek NN adalah kualitas ekstasinya. Karena dua alasan itulah, akhir-akhir ini Diskotek NN menjadi diskotek yang paling digandrungi.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Anti Narkotika (Granat) Provinsi Kepri, Syamsul Paloh mengaku prihatin dengan peredaran bebas narkoba di diskotek-diskotek dan tempat hiburan malam lainnya di Kota Batam. Ia juga sangat khawatir, karena pengunjung dan pengguna narkoba di diskotek didominasi ABG atau generasi muda yang nota bene menjadi harapan bangsa untuk mengisi pembangunan di masa datang. Para ABG itu ada yang OD setiap malam.

"Sungguh banyak yang OD. Kalau angka pasti tidak ada. Tetapi dari laporan warga dan anggota, bisa dikatakan tiap hari ada yang OD," kata Syamsul Paloh kepada wartawan.

Dari pantauan Granat tempat hiburan malam yang ada di Batam, sebesar 60 persen dipenuhi oleh ABG. Para penikmat dunia malam ini, ini lebih banyak kaum remaja yang seharusnya masih duduk di bangku sekolah. Para remaja ini, bisa dengan bebas masuk ke diskotek tanpa seleksi dari pihak pengelola.

"Kita sangat prihatin dengan kondisi ini. Kehadiran para generasi muda penerus bangsa dalam dunia malam ini menjadi tanggung jawab dari pemerintah," ujar Syamsul sembari meminta instansi yang mengeluarkan izin tempat hiburan malam untuk lebih selektif dalam mengeluarkan izin. Ia mengakui peredaran narkoba dengan sangat bebas dan lebih berani. Dan bagian terpisah, katanya, aparat tampak dingin saja dengan kondisi ini.

Syamsul mempertanyakan kerja sama Polri dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) di dalam memerangi peredaran narkoba lintas negara yang tidak memberikan efek yang berarti. Meskipun sudah beberapa kali melakukan kerja sama, tapi tetap barang haram dari Malaysia dipasok ke Batam.

Menurut ilmu kedokteran, penggunaan narkoba dapat menyebabkan; adiksi, infeksi paru,
infeksi jantung, penularan penyakit Hepatitis C, B, dan HIV/AIDS, menurunkan kapasitas berpikir dan kemampuan mengambil keputusan, menimbulkan impotensi, menyebabkan kecacatan pada bayi dan bisa menyebabkan kematian akibat over dosis dan infeksi.

Orang yang kecandungan narkoba ketika putus obat dapat menjadi sakaw; dengan ciri, bola mata mengecil, hidung dan mata berair, bersin-bersin, suka menguap, banyak keringat, mual-mual, mudah muntah, diare dan merasa nyeri otot tulang atau persendian. (tim)


Newer news items:
Older news items: