Hasil Penjualan Ekstasi, Money Laundry Berkedok Investasi
BATAM-Pengusaha tempat hiburan menyadari hasil bisnis memperdagangkan narkotika dan obat berbahaya (narkoba) melanggar hukum. Untuk itu, para pengusaha itu melakukan antisipasi dengan menginvestasikan keuntungan yang besar itu dalam bentuk usaha lainnya. Aparat harusnya lebih cermat untuk melihat money laundry yang dilakukan pengusaha berkedok investasi ini.
Tingginya keuntungan yang diperoleh para pengusaha dunia hiburan malam, mereka menyadari resiko yang ditanggungnya. Untuk itu bos tempat hiburan ini terus melakukan inovasi untuk memutarbalikkan keuntungan yang mereka peroleh. Jadi bisa dikatakan lokasi hiburan malam yang ada di Batam ini dirintis dan dibangun dengan mengandalkan keuntungan dari penjualan narkoba, khususnya ekstasi.
Mari kita telusuri sejumlah tempat hiburan malam yang ada di Batam dari awal hingga beroperasi dengan lancar. Hotel PL yang terletak di Jodoh, sebelum hotel berlantai 23 ini beroperasi, manajemen hanya memiliki secuil ruangan yang letaknya di belakang hotel tersebut. "Dulu hanya punya diskotek itu saja. Kenapa bisa berkembang menjadi hotel megah dengan berpuluh lantai? Itu semua dari hasil penjualan barang haram yang merusak moral orang," ujar salah seorang mantan karyawan di diskotek itu yang tidak ingin disebutkan namanya kepada wartawan sambil menikmati segelas kopi di warung yang tidak jauh dari tempat hiburan malam tempatnya pernah bekerja tersebut.
Ia secara terus terang mengatakan bahwa hotel yang memiliki berbagai fasilitas yang serba mewah itu dibangun dari hasil penjualan narkoba. Setelah beberapa tahun beroperasi dengan diskotek itu, kata dia, pemilik mampu membangun hotel. Dan setelah hotel beroperasi, hasil penjualan narkoba digunakan untuk membangun diskotek lain yang berada di sekitar Nagoya. "Dari kecil, sampai akhirnya menjadi besar. Awalnya diskotek saja, kini pemilik sudah mempunyai dua diskotek dan satu hotel. Bahkan akan dibangun lagi satu diskotek yang letaknya terpisah. Silahkan dibayangkan jumlah keuntungan dari menjual ekstasi itu sendiri," ujarnya.
Dikatakannya, hampir semua tempat hiburan malam yang ada di Batam tidak ada yang benar-benar bebas dari narkoba. Mereka hanya menjual hiburan untuk menutupi proses jual beli barang haram tersebut.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Anti Narkotika (Granat) Provinsi Kepri, Samsul Paloh meminta aparat untuk mewaspadai modus money laundry bos hiburan dengan berkedok investasi. Dan ini seharusnya menjadi atensi aparat penegak hukum. "Hati-hati dengan pengusaha hiburan malam yang melakukan money laundry berkedok investasi," ujarnya. (tim)
- Mustahil KPUD Tak Tahu Soal Penggunaan Anggaran
- Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (habis)
- Di balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (6)
- Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (4)
- Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (5)
- Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (3)
- Di Balik Kelangkaan BBM Bersubsidi di Batam (2)
- Di Balik Kelangkaan BBM Bersubsidi di Batam (1)
- Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (8-Habis)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (6)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (5)
- Korban Jodoh Boulevard (4)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (4)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (3)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (2)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (1)
- Nama Aneh Menggoda Lidah
- Pasar Induk Bakal Kembali Telan Uang Negara
- Bintan Mutiara yang Terpendam