Penganggur Dijadikan Sindikat
Tingginya tingkat pengangguran di Batam menjadi peluang bagi bos tempat hiburan. Pasalnya agar terbebas dari ancaman yang menjerat dari segi hukum, pengusaha dunia gemerlap malam (dugem) dapat memperdaya kepada pemuda produktif ini untuk menjadi 'kaki' jaringan sindikat.
Memang tidak dapat disalahkan, pendapatan yang dihasilkan dengan menjadi sindikat jaringan peredaran gelap narkotika dan obat berbahaya (narkoba) cukup menjanjikan. Sehingga para pengangguran yang terbiasa menjalani hidup mewah tanpa harus mengeluarkan keringat yang banyak akan tergoda.
"Lumayan juga hasilnya bro. Biarpun penampilan kita selengehan seperti ini, kalau dari segi pendapatan sama dengan orang kantoran," ujar Boy, sapaan akrab lelaki yang mendapat izin untuk memperdagangkan narkoba, khususnya ekstasi di diskotek di Jodoh dan Nagoya ini tertawa.
"Siapa yang mau memberikan kita uang minimal Rp50 ribu? Dan uang minimal yang didapat setiap malamnya itu hasil bersih. Dihasil minimal yang bisa ditabung itu, kita sudah bisa ikut happy, ada rokok dan bisa jajan," ujarnya melanjutkan pembicaraannya sembari menikmati segelas teh manis hangat yang dipesan di pujasera yang terletak di lantai bawah diskotek tempatnya beroperasi tersebut.
Ada rasa takut? Dengan tegas ia menegaskan tidak ada rasa was-was sedikitpun. Namun bukan berarti tidak ada masa sial yang dialaminya. Selama beroperasi di bawah koordinasi dengan orang yang dipercaya oleh manajemen pemilik tempat hiburan itu, memperdagangkan inek itu tidak ada masalah. Kecuali para 'kaki' jaringan itu nakal dan mencoba beroperasi di luar kendali manajemen.
"Buat apa kita mencari uang lebih bro. Dari yang kita dapat setiap hari dengan bernaung di bawah bendera manajemen saja sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan. Memang ada beberapa orang yang nakal, tentu harus siap menanggung akibatnya. Dan sudah ada beberapa orang contohnya," ujarnya.
Ia mengaku sudah lebih dua tahun menjalani profesinya ini. Dan begitu banyak uang yang diperolehnya dengan menjual narkoba ini. Tidak pernah ia berpikir untuk mencari pekerjaan lain. "Belum mikir cari kerja. Jalani saja yang begini dulu saja," ujarnya tertawa sambil menarik rokok mild kegemarannya.
Setelah lama berdiam diri, tiba-tiba ia menceritakan awal pengalamannya menjadi 'kaki' sindikat ini. Meskipun aman dalam menjalani aktifitas yang melanggar hukum ini, dengan tegas ia mengatakan bukan mimpi dan cita-cita ketika ia merantau dari daerah Indonesia bagian timur ke Batam.
"Inginnya kerja yang bagus-bagus. Tetapi mau keluar dari sindikat ini, jadi bingung," katanya. Ia mengkisahkan ada rekan kerjanya yang saat ini sedang menjalani masa hukuman karena tertangkap sebagai pengedar narkoba. Dari kejadian rekannya itu dan dari cerita teman-temannya satu profesi lainnya, ia sangat takut untuk keluar.
Ia menceritakan temannya yang sedang berada di Lapas Tembesi bukan tertangkap murni. Akan tetapi, katanya, karena mencoba untuk beralih dan lepas dari jaringan ini. Hal itu membuat marah manajemen. Ia pun ditangkap oleh aparat kepolisian saat berada di luar arena tempat hiburan yang berbentuk jaring laba-laba tersebut.
"Siapa yang mau hidup di penjara bro. Apa kata orang tua dan keluar kita di kampung? Saat ini, kita hanya berusaha untuk tidak bertentangan dengan manajemen terlebih dulu," ujarnya.
Berapa banyak orang pengangguran yang dijadikan 'kaki' yang Anda kenal? Ia hanya tersenyum. "Sangat banyak kok bro," ujarnya.
Dikatakannya, bagaimana tidak banyak? Untuk menjadi 'kaki' sindikat ini tidak memerlukan kartu identitas alias KTP, sertifikat yang menyatakan lulus sekolah, bahkan dokumen lainnya. Bagi yang mau dan berminat, katanya, tinggal datang saja dan menemui orang-orang tertentu. "Yang penting nekat, berani dan memang mau berkecimpung," ujarnya menegaskan. (tim)
- Kilas Balik Kriminalitas di Batam 2011
- Mustahil KPUD Tak Tahu Soal Penggunaan Anggaran
- Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (habis)
- Di balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (6)
- Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (4)
- Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (5)
- Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (3)
- Di Balik Kelangkaan BBM Bersubsidi di Batam (2)
- Di Balik Kelangkaan BBM Bersubsidi di Batam (1)
- Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (7)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (6)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (5)
- Korban Jodoh Boulevard (4)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (4)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (3)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (2)
- Menelusuri Peredaran Narkoba di Diskotek Batam (1)
- Nama Aneh Menggoda Lidah
- Pasar Induk Bakal Kembali Telan Uang Negara