Thursday, Dec 29th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Fokus Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif

Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif

Article Index
Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif
Kerugian Akibat Mogok Buruh US$3 Juta per Hari
Sifatnya Hanya Temporer
All Pages

KERUSUHAN yang terjadi di Batam dalam dua hari terakhir telah melumpuhkan aktivitas masyarakat, pekerja, pemerintah, dunia usaha dan industri. Apakah Batam tidak kondusif lagi bagi investasi, pariwisata dan perdagangan.

NIKOLAUS, Liputan Batam

Sejak rapat pembahasan Upah Minimum Kota (UMK), Rabu (23/11) tidak membuahkan keputusan resmi dari Walikota Batam, para pekerja lalu menyatakan sikap tegas dengan melancarkan aksi yang mengundang keprihatinan.

Aksi hari pertama menyisakan kerusakan Kantor Walikota Batam, 25 orang mengalami cidera dan dirawat di rumah sakit, sejumlah lampu taman dan traffic light hancur. Aksi ribuan pekerja juga menimbulkan Kemacetan di sejumlah ruas jalan selama kurang lebih 5 jam.

Menyusul hari pertama pembahasan UMK belum membuahkan hasil, para pekerja dan aliansi serikat pekerja kembali menjejali Kantor Pemko Batam, DPRD Batam, Masjid Raya dan sekitarnya sejak pagi hingga sore hari. Aksi hari kedua kian brutal dan meluas tidak saja Kantor Pemko Batam sebagai sasaran namun 10 Pos Lantas, Polsek Sagulung, sepedamotor dan mobil dihancurkan dan dibakar.

Dalam dua hari tersebut, aktivitas di sebagian besar kawasan industri dan shipyard terhenti, mal, plaza, semua kantor pemerintah tutup karena khuatir aksi masa terus meluas.

Hingga kemarin, aktivitas masyarakat, pekerja, pengusaha dan aparat pemerintah masih belum normal menyusul sehari sebelumnya telah beredar isu bahwa hari ketiga merupakan puncak aksi dan disinyalir berlangsung aksi mogok besar-besaran.

Aksi berturut-turut setidaknya itu telah mempengaruhi psikologi masyarakat, pekerja, pengusaha, aparat pemerintah, para investor dan calon investor, serta tamu dari daerah lain yang hendak berurusan ke Batam.

Apalagi belakangan pihak kepolisian telah menetapkan status Kota Batam dalam keadaan siaga I. Wakil Kepala (Waka) Polresta Barelang, AKBP YS Widodo, kemarin menegaskan status siaga I akan terus berlanjut hingga situasi dan kondisi di Batam benar-benar pulih dan aman.

"Status siaga satu ini akan tetap diterapkan hingga keadaan betul-betul aman,"ujar Kapolresta.

Hal ini menunjukkan bahwa polisi belum bisa memastikan situasi bakal segera aman terkendali. Bila status siaga I belum diketahui kapan berakhir maka selama itu pula kondisi Batam belum pulih dan berbagai pihak terutama para investor, pengusaha dan wisatawan belum berani beranjangsini.

Inzah Fauzi, Ketua LKPI Provinsi Kepri secara tegas menyatakan, peristiwa yang terjadi di Batam saat ini telah membuat Batam tidak kondusif lagi bagi investasi, pengembangan pariwisata serta perdagangan.

Insyah mengaku sangat kesal dan kecewa dengan walikota meremehkan permasalahan UMK padahal signal mengenai sikap para pekerja telah ditunjukkan dalam beberapa tahun terakhir pada setiap pembahasan UMK.

Peristiwa yang terjadi beberapa hari ini dalam kacamatan ekonomi telah mengakibatkan kerugian yang dialami pengusaha, investor dan juga daerah hanya karena walikota tidak mengindahkan sumbang saran, pemikiran serta pendapat dari berbagai pihak.

Batam menurut Inzah punya orang banyak oleh karena itu walikota harus mendengar sumbang saran dan pendapat dari berbagai pihak dalam mengambil keputusan dan kebijakan. Sehinga tidak tidak terjadi seperti saat ini dan menimbulkan kerugian banyak pihak termasuk bagi daerah dan bangsa ini.

"Seharusnya Batam menjadi teladan dalam memberikan pelayanan, baik terhadap masyarakat, pekerja dan pengusaha bagi daerah lain. Sebab Batam adalah etalase Indonesia yang menampilkan profil bangsa kepada negara lain. Bukan sebaliknya menampilkan kondisi yang tidak kondusif bagi pagi para investor, wisatawan dan para pegiat bisnis yang hendak berinvestasi, berwisata dan berbisnis yang memberi keuntungan bagi daerah ini

Aksi demo ribuan buruh di batam beberapa hari ini menjadi pelajaran yang berharga bagi pemerintah, betapa persoalan buruh di batam ini menyimpan bara yang jika tidak di carikan solusi yang baik dan efektif bisa menjadi bom waktu yang merugikan daerah. Demikian disampaikan Ketua Serikat Pemuda Indonesia, Sirajudin Nur.

Dari aksi tersebut saat ini telah membawa dampak yang luas tidak saja bagi dunia usaha tapi juga membawa dampak bagi sektor kepariwisataan dibatam. angka kunjungan wisatawan menurun drastis hingga 70% pada dua hari terakhir. Para wisatawan ini memilih membatalkan kedatangan ke batam dengan alasan keamanan.

Kondisi ini tentu merugikan daerah, mengingat pendapatan ekonomi dari sektor kepariwisataan ini menurun drastis. selain itu kejadian ini menimbulkan kepanikan yang luar biasa dari masyarakat dan dunia usaha. ini menjadi preseden buruk bagi Batam di tengah upaya pemerintah memperbaiki citra kota sebagai destinasi wisata dan perdagangan yang memiliki daya saing tinggi. ***




Newer news items:
Older news items: