Wednesday, Nov 30th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Fokus Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif

Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif

Article Index
Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif
Kerugian Akibat Mogok Buruh US$3 Juta per Hari
Sifatnya Hanya Temporer
All Pages

KERUSUHAN yang terjadi di Batam dalam dua hari terakhir telah melumpuhkan aktivitas masyarakat, pekerja, pemerintah, dunia usaha dan industri. Apakah Batam tidak kondusif lagi bagi investasi, pariwisata dan perdagangan.

NIKOLAUS, Liputan Batam

Sejak rapat pembahasan Upah Minimum Kota (UMK), Rabu (23/11) tidak membuahkan keputusan resmi dari Walikota Batam, para pekerja lalu menyatakan sikap tegas dengan melancarkan aksi yang mengundang keprihatinan.

Aksi hari pertama menyisakan kerusakan Kantor Walikota Batam, 25 orang mengalami cidera dan dirawat di rumah sakit, sejumlah lampu taman dan traffic light hancur. Aksi ribuan pekerja juga menimbulkan Kemacetan di sejumlah ruas jalan selama kurang lebih 5 jam.

Menyusul hari pertama pembahasan UMK belum membuahkan hasil, para pekerja dan aliansi serikat pekerja kembali menjejali Kantor Pemko Batam, DPRD Batam, Masjid Raya dan sekitarnya sejak pagi hingga sore hari. Aksi hari kedua kian brutal dan meluas tidak saja Kantor Pemko Batam sebagai sasaran namun 10 Pos Lantas, Polsek Sagulung, sepedamotor dan mobil dihancurkan dan dibakar.

Dalam dua hari tersebut, aktivitas di sebagian besar kawasan industri dan shipyard terhenti, mal, plaza, semua kantor pemerintah tutup karena khuatir aksi masa terus meluas.

Hingga kemarin, aktivitas masyarakat, pekerja, pengusaha dan aparat pemerintah masih belum normal menyusul sehari sebelumnya telah beredar isu bahwa hari ketiga merupakan puncak aksi dan disinyalir berlangsung aksi mogok besar-besaran.

Aksi berturut-turut setidaknya itu telah mempengaruhi psikologi masyarakat, pekerja, pengusaha, aparat pemerintah, para investor dan calon investor, serta tamu dari daerah lain yang hendak berurusan ke Batam.

Apalagi belakangan pihak kepolisian telah menetapkan status Kota Batam dalam keadaan siaga I. Wakil Kepala (Waka) Polresta Barelang, AKBP YS Widodo, kemarin menegaskan status siaga I akan terus berlanjut hingga situasi dan kondisi di Batam benar-benar pulih dan aman.

"Status siaga satu ini akan tetap diterapkan hingga keadaan betul-betul aman,"ujar Kapolresta.

Hal ini menunjukkan bahwa polisi belum bisa memastikan situasi bakal segera aman terkendali. Bila status siaga I belum diketahui kapan berakhir maka selama itu pula kondisi Batam belum pulih dan berbagai pihak terutama para investor, pengusaha dan wisatawan belum berani beranjangsini.

Inzah Fauzi, Ketua LKPI Provinsi Kepri secara tegas menyatakan, peristiwa yang terjadi di Batam saat ini telah membuat Batam tidak kondusif lagi bagi investasi, pengembangan pariwisata serta perdagangan.

Insyah mengaku sangat kesal dan kecewa dengan walikota meremehkan permasalahan UMK padahal signal mengenai sikap para pekerja telah ditunjukkan dalam beberapa tahun terakhir pada setiap pembahasan UMK.

Peristiwa yang terjadi beberapa hari ini dalam kacamatan ekonomi telah mengakibatkan kerugian yang dialami pengusaha, investor dan juga daerah hanya karena walikota tidak mengindahkan sumbang saran, pemikiran serta pendapat dari berbagai pihak.

Batam menurut Inzah punya orang banyak oleh karena itu walikota harus mendengar sumbang saran dan pendapat dari berbagai pihak dalam mengambil keputusan dan kebijakan. Sehinga tidak tidak terjadi seperti saat ini dan menimbulkan kerugian banyak pihak termasuk bagi daerah dan bangsa ini.

"Seharusnya Batam menjadi teladan dalam memberikan pelayanan, baik terhadap masyarakat, pekerja dan pengusaha bagi daerah lain. Sebab Batam adalah etalase Indonesia yang menampilkan profil bangsa kepada negara lain. Bukan sebaliknya menampilkan kondisi yang tidak kondusif bagi pagi para investor, wisatawan dan para pegiat bisnis yang hendak berinvestasi, berwisata dan berbisnis yang memberi keuntungan bagi daerah ini

Aksi demo ribuan buruh di batam beberapa hari ini menjadi pelajaran yang berharga bagi pemerintah, betapa persoalan buruh di batam ini menyimpan bara yang jika tidak di carikan solusi yang baik dan efektif bisa menjadi bom waktu yang merugikan daerah. Demikian disampaikan Ketua Serikat Pemuda Indonesia, Sirajudin Nur.

Dari aksi tersebut saat ini telah membawa dampak yang luas tidak saja bagi dunia usaha tapi juga membawa dampak bagi sektor kepariwisataan dibatam. angka kunjungan wisatawan menurun drastis hingga 70% pada dua hari terakhir. Para wisatawan ini memilih membatalkan kedatangan ke batam dengan alasan keamanan.

Kondisi ini tentu merugikan daerah, mengingat pendapatan ekonomi dari sektor kepariwisataan ini menurun drastis. selain itu kejadian ini menimbulkan kepanikan yang luar biasa dari masyarakat dan dunia usaha. ini menjadi preseden buruk bagi Batam di tengah upaya pemerintah memperbaiki citra kota sebagai destinasi wisata dan perdagangan yang memiliki daya saing tinggi. ***


Kerugian Akibat Mogok Buruh US$3 Juta per Hari
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam memperkirakan kerugian akibat aksi mogok buruh di Batam mencapai US$3 Juta per hari. Kerugian imaterial lainnya termasuk tertundanya keberangkatan pesawat dari Bandara Hang Nadim.

"Semua pihak harusnya menahan emosi, agar jumlah kerugian akibat aksi ini tidak membengkak. Mau dibawa ke mana Batam jika rusuh begini," kata Ketua Kadin Kota Batam Nada F Soraya kepada Media Indonsia, Kamis (24/11) pagi.

Dia merinci kerugian itu terdiri dari aktivitas transportasi, produksi sejumlah galangan kapal, elektronik, dan ketakutan masyarakat, karena aksi mogok pekerja sudah mengarah pada anarkis.

"Kita tidak mau masalah ini berlarut-larut. Jika seminggu saja mogok total ini dilakukan. Batam bangkrut, dan semua pihak akan mengalami kerugian," tukasnya.

Sekretaris Dewan Kawasan FTZ Batam Bintan Karimun(BBK), Jhon Arizal mengaku bahwa peristiwa kerusuhan sangat berpengaruh terhadap dunia investasi.

Ia mengatakan, di Batam terdapat sejumlah 1400 perusahaan asing dan 10 ribu usaha kecil menengah. Dari jumlah tersebut ada yang mengalami pengaruh secara langsung dan ada yang tidak langsung. Namun demikian DK belum bisa memperkirakan kerugian yang diderita akibat kerusuhan tersebut.

Pihak Dewan Kawasan juga mendapat pertanyaan baik pengusaha lokal, nasional, para investor dan calon investor perihal kejadian sesungguhnya di Batam.

"Ada pengusaha lokal, Jakarta dan beberapa dari Singapura menanyakan ke saya dan ke Ketua Dewan Kawasan. Mereka menanyakan kejadian yang sebenarnya," ujar Jhon.

Sejauh ini para investor dan calon investor menilai Batam sangat kondusif untuk investasi. Oleh karena itu pihaknya berharap kondisi yang ada di Batam tidak berlarut-larut sehingga tidak memicu kekhuatiran para calon investor. Ia berharap minggu depan kondisi di Batam kembali normal lagi sehingga aktivitas investasi dan usaha kecil menengah kembali berjalan normal.

Sementara pejabat BP Batam belum bisa dikonfirmasi perihal dampak dari aksi buruh terhadap investor dan calon investor yang hendak berinvestasi ke Batam.

Syahrial Lubis, Ketua LSM Jaringan Masyarakat mengaku 2 investor dari Singapura batal melakukan transaksi jual beli lahan untuk membangun industri galangan kapal, Kamis (24/11) menyusul terjadinya kerusuhan.

Pada malam sebelum terjadi kerusuhan, pihaknya dengan perwakilan investor di Batam telah sepakat meninjau lahan di Tanjung Uncang dan Dapur 12 selanjutnya namun demikian setelah kejadian kedua investor mengurungkan niat ke Batam. Kedua investor hendak membeli lahan seluas 40 ha di Tanjung Uncang dan 10 ha di Dapur 12.

Dan pada hari kemarin sejumlah 3 investor yang melakukan pembuatan akta notaris juga kebingungan menyusul terjadinya aksi para buruh.

Jadi menurut Lubis, kelambanan walikota dalam menentukan angkan UMK telah memicu aksi buruh dan menimbulkan kerugian bagi semua pihak dan nilainya tidak kecil. (nic/int)


Sifatnya Hanya Temporer

SITUASI Kota Batam yang lumpuh hingga hari ini menurut pandangan Ketua LSM Gerakan Bersama Rakyat, Uba Ingan Sigalinggin tidak berpengaruh terhadap dunia investasi, pariwisata dan perdagangan karena aksi buruh di Batam dan Indonesia bersifat temporer.

Berbeda dengan Thailand dimana aksi masyarakat bisa berlangsung hingga berminggu-minggu namun demikian investor dari tetap tertarik investasi di negara tersebut. Yang sudah berinvestasi tetap bertahan karena sejumlah pertimbangan mendasar tidak terlalu mempengaruhi investasi mereka.

"Kalau aksi buruh kita di Batam paling lama tiga hari dan setelah diredam dengan berbagai pendekatan, dan lahirnya keputusan maka aksi buruh juga berhenti. Dan sampai saat ini belum terdengar, investor hengkang dari Batam atau tidak tertarik investasi di daerah ini karena aksi para buruh,"kata Uba.

Menurut Uba, apapun kondisi yang terjadi di Batam tetap diminati para investor karena dari berbagai aspek Batam sungguh sangat tampan bagi investor seperti halnya Singapura. Letak Batam dalam kaitan dengan perdagangan dunia tidak jauh beda dengan Singapura. Dua wilayah ini berada pada jalur jalur perdagangan dunia sehingga sungguh tampan dan diminati.

"Jadi menurut saya, aksi buruh beberapa hari ini tidak terlalu berpengaruh terhadap investasi, pariwisata maupun perdagangan,"kata Uba.

Namun setidaknya, aksi buruh memberikan pelajaran bagi Pemerintah Kota, DPRD Kota Batam dan pengusaha agar tidak lagi tendeng aling-aling dalam membuat keputusan dalam penentuan KHL maupun UMK yang merupakan hak para pekerja. Gebrak bahkan sangat mendukung para pekerja yang berjuang memperbaiki kesejahteraan melalui UMK.

Sebagai bentuk dukungan, Gebrak bahkan mengeluarkan manifesto berisi 8 point yakni, mendukung UMK sama dengan KHL Rp 1.760.000, buruh lapar akan keadilan oleh karena itu LSM Gebrak mendukung sepenuhnya gerakan buruh melawan ketidakadilan dan penindasan, kemarahan buruh adalah akumulasi dari penindasan yang selama ini terjadi, buruh tidak pernah dipandang sebagai bagian dari investasi kecuali hanya objek dan alat produksi semata, mengecam keras dan mendesak wako Batam segera mundur karena tidak berani menghadapi buruh, menuntut 4 orang pimpinan dewan agar mengundurkan diri sebagai wakil rakyat karena gagal dan tidak berani membela buruh, LSM Gebrak menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya Anggota DPRD Batam dari PKS dan Udin P Sihaloho dari PDIP yang berani secara tegas dan jelas, meminta agar seluruh rakyat Batam memberikan dukungan moral kepada aliansi buruh guna memperjuangkan pemenuhan hak-hak dasar berupa upah minumum sesuai dengan KHL, dan hanya ada satu kata atas ketidakadilan dan penindasan buruh yakni lawan.(nic)