Wednesday, Nov 30th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Fokus Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif - Kerugian Akibat Mogok Buruh US$3 Juta per Hari

Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif - Kerugian Akibat Mogok Buruh US$3 Juta per Hari

Article Index
Akibat Kerusuhan, Batam Menjadi Tak Kondusif
Kerugian Akibat Mogok Buruh US$3 Juta per Hari
Sifatnya Hanya Temporer
All Pages

Kerugian Akibat Mogok Buruh US$3 Juta per Hari
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam memperkirakan kerugian akibat aksi mogok buruh di Batam mencapai US$3 Juta per hari. Kerugian imaterial lainnya termasuk tertundanya keberangkatan pesawat dari Bandara Hang Nadim.

"Semua pihak harusnya menahan emosi, agar jumlah kerugian akibat aksi ini tidak membengkak. Mau dibawa ke mana Batam jika rusuh begini," kata Ketua Kadin Kota Batam Nada F Soraya kepada Media Indonsia, Kamis (24/11) pagi.

Dia merinci kerugian itu terdiri dari aktivitas transportasi, produksi sejumlah galangan kapal, elektronik, dan ketakutan masyarakat, karena aksi mogok pekerja sudah mengarah pada anarkis.

"Kita tidak mau masalah ini berlarut-larut. Jika seminggu saja mogok total ini dilakukan. Batam bangkrut, dan semua pihak akan mengalami kerugian," tukasnya.

Sekretaris Dewan Kawasan FTZ Batam Bintan Karimun(BBK), Jhon Arizal mengaku bahwa peristiwa kerusuhan sangat berpengaruh terhadap dunia investasi.

Ia mengatakan, di Batam terdapat sejumlah 1400 perusahaan asing dan 10 ribu usaha kecil menengah. Dari jumlah tersebut ada yang mengalami pengaruh secara langsung dan ada yang tidak langsung. Namun demikian DK belum bisa memperkirakan kerugian yang diderita akibat kerusuhan tersebut.

Pihak Dewan Kawasan juga mendapat pertanyaan baik pengusaha lokal, nasional, para investor dan calon investor perihal kejadian sesungguhnya di Batam.

"Ada pengusaha lokal, Jakarta dan beberapa dari Singapura menanyakan ke saya dan ke Ketua Dewan Kawasan. Mereka menanyakan kejadian yang sebenarnya," ujar Jhon.

Sejauh ini para investor dan calon investor menilai Batam sangat kondusif untuk investasi. Oleh karena itu pihaknya berharap kondisi yang ada di Batam tidak berlarut-larut sehingga tidak memicu kekhuatiran para calon investor. Ia berharap minggu depan kondisi di Batam kembali normal lagi sehingga aktivitas investasi dan usaha kecil menengah kembali berjalan normal.

Sementara pejabat BP Batam belum bisa dikonfirmasi perihal dampak dari aksi buruh terhadap investor dan calon investor yang hendak berinvestasi ke Batam.

Syahrial Lubis, Ketua LSM Jaringan Masyarakat mengaku 2 investor dari Singapura batal melakukan transaksi jual beli lahan untuk membangun industri galangan kapal, Kamis (24/11) menyusul terjadinya kerusuhan.

Pada malam sebelum terjadi kerusuhan, pihaknya dengan perwakilan investor di Batam telah sepakat meninjau lahan di Tanjung Uncang dan Dapur 12 selanjutnya namun demikian setelah kejadian kedua investor mengurungkan niat ke Batam. Kedua investor hendak membeli lahan seluas 40 ha di Tanjung Uncang dan 10 ha di Dapur 12.

Dan pada hari kemarin sejumlah 3 investor yang melakukan pembuatan akta notaris juga kebingungan menyusul terjadinya aksi para buruh.

Jadi menurut Lubis, kelambanan walikota dalam menentukan angkan UMK telah memicu aksi buruh dan menimbulkan kerugian bagi semua pihak dan nilainya tidak kecil. (nic/int)