Friday, Jun 22nd

Last update10:05:59 AM GMT

You are here: Fokus Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (5)

Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (5)

Pengelola SPBU, 'Pemain' Besar
BATAM-Memasuki akhir tahun 2011 warga Batam dibuat panik oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Makin ke ujung Bulan Desember, kelangkaan makin parah. Penelusuran Haluan Kepri, ternyata para pemilik dan pengelola SPBU ikut terlibat dalam permainan BBM bersubsidi. Masih ingat, kasus raja minyak Batam 'Tr' di tahun 2005 lalu. Praktik serupa tapi tak sama ternyata sampai kini terus dilakukan sejumlah pemilik atau pengelola SPBU. Tr, Fr dan At pada Agustus 2005 lalu ditahan di Mapoltabes (Mapolres-kini) Barelang. Mereka diduga karena menjual minyak ke kapal asing di perairan kepri. Tuduhan terhadap Tr tidak hanya masalah penyelundupan BBM tapi juga dicokok dengan tuduhan pencucian uang. Ketiganya ditangkap waktu itu ketika terjadinya kelangkaan BBM di Kota Batam.

Kasus itu bermula dari ditangkapnya kapal tanker Lionesse oleh Bea dan Cukai Karimun. Kapal berbendera Mongolia itu kedapatan mengangkut 900 ton BBM illegal. Anak Buah Kapal (ABK) Lionesse mengaku BBM tersebut diperoleh di Batam dengan cara membeli dari kapal kecil.

Polisi mencurigai statiun pompa apung yang ada di Batam. Ternyata tiga stasiun BBM apung; Telaga Punggur, Sekupang dan Tanjung Riau asalnya. Dari hasil pemeriksaan SPBB apung itu milik Tr, Fr dan At. Fr selain punya stasiun BBM apung juga punya beberpa SPBU. Sampai saat ini Tr yang disebut-sebut sebagai raja minyak Batam masih terus eksis. Bahkan ada sumber yang mengatakan aktifitas ilegalnya juga masih berlangsung.

Enam tahun berselang, diduga pemilik dan pengelola SPBU di Batam masih saja terlibat dalam permainan mafia BBM bersubsidi. Beberapa waktu lalu, orang pemilik SPBU Tanjungpiayu dipergoki melakukan penyelewengan BBM bersubsidi. SPBU Tanjungpiayu itu milik JH, anggota DPRD Kota Batam. Namun sampai saat ini tidak ada kejelasan tentang progres hukum kasus tersebut.

Di SPBU Persero yang dikelola oleh mantan anggota DPRD Batam SS, juga didapati pengisian BBM bersubsidi ke puluhan jerigen isi 35 liter. Pengisian BBM bersubsidi ke puluhan jerigen itu bahkan disaksikan langsung oleh GT istri SS. Diduga orang-orang yang mengisi BBM bersubsidi dengan puluhan jerigen itu telah ada kerja sama dengan pengelola SPBU. Karena begitu pengisian BBM ke puluhan jerigen itu selesai, GT yang juga anggota DPRD Kota Batam baru masuk ke Kantor SPBU.

"Anda jangan hanya menyerang pemain kecil saja. Bentuk penyelewengan yang besar itu justru ada SPBU," kata seorang jaringan mafia BBM bersubsidi yang mengaku kalau dia hanyalah bagian kecil dari mafia penyelewengan BBM, saat dijumpai di Pantai Stres, Batuampar, Batam.

Lelaki bertubuh gemuk itu mengatakan pelaku penyelewengan BBM bersubsidi dalam jumlah besar adalah pihak pemilik atau pengelola SPBU. Dari permainan itu pihak SPBU mendapatkan keuntungan besar dan bisnis ilegal itu terbilang cukup aman, karena berada di balik izin resmi.

"Kasar kata, pemain dengan sejumlah penampungan yang ada memang sengaja dipelihara. Jika digabungkan BBM yang ada di penampungan dengan yang diselewengkan oleh SPBU jauh sekali selisihnya. Mungkin hanya 30 persen saja yang ada di penampungan ini," ujarnya.

Pengakuan pria ini, penampung BBM skala kecil-menengah hanya mengambil keuntungan sekitar Rp1.000 hingga Rp1.500 untuk setiap liternya. Dan jumlah tonase BBM yang diselewengkan itu kisaran 5 ton hingga 50 ton.

"Dalam setiap tahapan, mulai dari SPBU hingga dijual ke industri, terdiri dari beberapa pemani. Artinya, keuntungannyapun terbagi secara merata. Bahkan operator SPBU juga ikut merasakan dan kecipratan keuntungannya," ujarnya sembari menggambarkan diagram alur tahapan BBM subsidi yang dijual ke industri dengan harga yang lebih tinggi tapi masih di bawah harga BBM industri.

Menurutnya penyelewengan BBM subsdi di SPBU luput dari perhatian Pertamina atau pun pemerintah dan aparat penegak hukum. Padahal seharusnya SPBU lah yang harus diawasi lebih ketat dan mendalam. Seperti apa modus penyelewengan yang dilakukan SPBU itu? Ia mengatakan cari SPBU yang mempunyai angkutan BBM industri. Lori itu, katanya, selalu diparkirkan di belakang atau tidak jauh dari lokasi tangki penyimpanan BBM bersubsidi.

"Modusnya lori angkutan BBM industri melakukan pengisian di SPBU. Jadi berapapun yang mau diselewengkan sudah barang tentu sesuka pemiliknya. Silakan bayangkan keuntungannya yang diperoleh pengusaha yang nakal ini," ujarnya. (tim)


Newer news items:
Older news items: