Saturday, Apr 28th

Last update10:18:18 AM GMT

You are here: Fokus Di balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (6)

Di balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (6)

Pekerjakan 5 Orang, Korbankan Ratusan Masyarakat

BATAM-- Aktifitas ilegal yang ada di penampungan BBM bersubsidi untuk dijual ke industri ternyata hanya mempekerjakan lima orang saja. Padahal tanpa disadari kegiatan yang melanggar hukum pidana itu telah merugikan masyarakat luas, bahkan ratusan orang yang merasakan dampaknya.

Penelusuran koran ini di lapangan, alasan yang paling ampuh bagi para pemain yang menampung BBM hanya karena kelangsungan hidup para tenaga kerja yang mengoperasionalkan bisnis ilegal tersebut. Bahkan mereka beranggapan, di saat usaha ini ditutup akan menimbulkan masalah baru bagi pekerja itu sendiri.

"Kita tidak ada masalah ketika usaha ini ditutup karena melanggar aturan. Tetapi karyawan kita dan keluarganya mau makan apa lagi kalau ditutup," ujar penampung minyak ilegal di depan DC Mall yang tidak mau disebutkan namanya, kemarin.

Kelima orang yang diberdayakan untuk menjalankan aktifitas itu termasuk tukang lansir dari stasion pengisian bahan bakar umum (SPBU), pekerja lepas.

"Tukang lansir rata-rata untuk satu lokasi penampungan tiga orang. Dan untuk digudang penampungan rata-rata hanya dikerjakan oleh dua orang saja," ujarnya.

Apakah yang anda pilih, tetap beropersi untuk menyelamatkan lima orang yang menggantungkan hidupnya di penampungan ini atau ditutup untuk menyelamatkan ratusan warga yang membutuhkan BBM subsidi? Secara tegas ia mengatakan pilihannya tetap beroperasi.

"Mencari kerja susah. Apa lagi yang bekerja ini tidak mempunyai dasar pendidikan yang tidak memadai. Jadi bayangkan saja kalau usaha ini ditutup, mau makan apa keluarga mereka," ujarnya.

Bagaimana dengan masyarakat yang memiliki kendaraan sebagai tulang punggung menghidupi keluarganya tidak beroperasi karena BBM tidak ada? Lelaki ini tetap berkeras dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia mengatakan kelangkaan yang terjadi dalam dua bulan belakangan ini bukan disebabkan oleh usaha penampungan yang sudah setahun belakangan ini dilakoninya.

"Ini ada skenario besar dari pemain dengan skala besar. Dan kita hanya mendapat sedikit rezeki dari sini akan dijadikan korban. Kenapa tidak tahun lalu atau beberapa tahun lalu? Keberadaan penampungan ini sudah bertahun-tahun lamanya," tanyanya.(tim)


Newer news items:
Older news items: