Tradisi membatik tidak hanya ada dalam masyarakat di Pulau Jawa. Di Bumi Berazam Karimun pun kini mulai tumbuh dan berkembang. Banyak bermunculan pembatik yang mengembangkan corak dan motif batik khas Karimun yang memesona.
Oleh: Tim Haluan Kepri, Liputan Karimun
Sejarah awal batik Karimun bermula dari program Pemerintah Kabupaten Karimun pada 2010 lalu. Seperti disebutkan Zamyatul Siregar, pemilik Mila Batik yang terletak di Jl MT Haryono, Tebing kepada Haluan Kepri, Jumat (13/1). "Membatik berawal dari program Kantor Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karimun ketika diselenggarakan pelatihan batik tahun 2010," kata Zamyatul.
Perkembangan batik Karimun tak lepas dari peranan sembilan orang peserta pelatihan yang kemudian mengembangkan ilmunya dan mendirikan komunitas kerajinan batik Karimun. Kesembilan orang ini memulai aktivitas membatiknya di Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing. Sejak saat itu, batik Karimun mulai berkembang.
Motif-motif seperti gonggong, bunga raya, daun sukun, awan berarak, ikan ampan layar, ikan berenang, siput gonggong terkurung dan sukun bersusun menjadi motif yang khas daerah Karimun. Ada pula motif seperti motif sampan layar, keris sirih, sisik trenggiling, nanas, siput, dan rumput laut. Ya, motif-motif itu diciptakan dengan berpijak pada kondisi daerah ini dimana pesisir dan laut menjadi keseharian masyarakat Karimun.
Niat para pengrajin batik Karimun untuk menjadikan batik Karimun sebagai oleh-oleh dari Bumi Berazam semakin kuat. Seperti yang dilakukan pengelola Reny Batik Sujono atau Ono. Saat ini ia sedang mengajukannya ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag. "Kalau sudah jadi oleh-oleh, paling tidak kita bisa mempromosikan Karimun melalui produk. Seperti yang sama-sama kita ketahui, nama Batik Solo sudah tidak asing lagi. Dan kita harapkan Batik Karimun juga seperti itu," ujar Ono.
Reny Batik juga sering mengikuti pameran batik yang diadakan di beberapa daerah di Kepri, bahkan luar Kepri. Terakhir, ia mengikuti pameran batik yang digelar di Kepri Mall, Batam akhir tahun lalu. "Sambutan dari orang luar Karimun cukup bagus, dan mereka sudah akrab jika dikatakan Batik Karimun," ucap Ono.
Mila Batik dan Reny Batik adalah dua dari sekian industri Batik Karimun yang mencoba keras mengembangkan batik khas daerah Karimun agar batik Karimun dikenal luas ke seluruh penjuru negeri. Baca Laporan Utama hal 4-5. (ham/gan)
- Pendidikan Bermutu Bukan Karena Nilai UN Bagus
- Marak Penambangan Pasir Darat di Bintan
- Memahami Trafiking dan Seks Komersial
- Ekonomi Batam Makin Lesu
- KPK Harus Selidiki Coastal Area
- Korban HIV/AIDS Terus Berjatuhan
- LAM Penjaga Adat Melayu
- Pembangunan Kereta Api Monorel Efektif ?
- Menyambut Imlek di Vihara Duta Maitreya
- Imlek dan Peruntungan Tahun Naga Air 2012
- Izin Mal dan IMB Diobral
- Pinang Marina, Pelabuhan Tikus Terbesar di Tanjungpinang
- Kebijakan Tak Berpihak pada Pengusaha dan Masyarakat
- Pulau Penyengat Menunggu Wisatawan
- Kilas Balik Batas Wilayah Kepri 2011
- Kilas Balik Ekonomi dan Investasi Kepri 2011
- Kilas Balik Kriminalitas di Batam 2011
- Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (habis)
- Mustahil KPUD Tak Tahu Soal Penggunaan Anggaran
- Di balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (6)