Dari Sembahyang Sampai Jamuan Vegetarian
BATAM-Hari Raya atau tahun baru Imlek tinggal tiga hari lagi, yakni jatuh pada hari Senin (23/1) mendatang. Berbagai persiapan terus dilakukan untuk menyambut datangnya hari keberkahan sekaligus menyambut tahun yang baru bagi warga Tionghoa diseluruh Indonesia dan bahkan dunia.
Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa. Perayaan tahun baru ini dimulai di hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxi yang berarti "malam pergantian tahun".
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api.
Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi "Tahun Tionghoa" dapat japada tahun 4707, 4706, atau 4646.
Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873).
Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Macau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.
Di Batam sendiri, tradisi tahun baru Imlek dirayakan setiap tahunnya dengan penuh cuka cita. Seperti di Maha Vihara Duta Maitreya jalan Bukit Beruntung, Sei Panas Batam. Vihara ini menggelar tradisi yang sangat istimewa bagi warga tionghoa pada saat hari raya Imlek.
Mulai dari sembahyang menyambut tahun baru Imlek sampai dengan jamuan makanan vegetarian saat merayakannya. Hari itu merupakan pertemuan terbesar bagi orang Tionghoa se-Batam dan bahkan dari daerah lain ikut merayakannya.
Humas Vihara Duta Maitreya Alfin ditemui kemarin mengatakan, persiapan yang digelar oleh yayasan dalam menyambut datangnya tahun baru Imlekm yaitu pada tanggal 22 Januari malam satu hari menjelang Imlek dilaksanakan sembahyang bersama memohon kepada sang pencipta.
"Pada hari itu, kita memohon kepada Tuhan yang Maha Esa dan para Budha agar Kota Batam khususnya dan Indonesia umumnya terhindar dari bencana, wabah penyakit mendunia seperti SARS, peperangan dan sebagainya," kata Alfin.
Esoknya lanjut Alfin, atau hari raya Imlek pertama, diadakan jamuan makan pertama dengan menu semuanya vegetarian atau sayuran. Ada 10 jenis menu makanan vegetarian itu dengan berbagai bentuk dan cita rasa, ada yang makanan seperti daging, ikan teri, sate ayam dan banyak lagi yang diolah dari sayur-sayuran.
Hari pertama tahun baru Imlek juga dikenal dengan hari kelahiran Budha Maitreya atau cinta kasih. Jadi hari pertama ini merupakan hari pertemuan bagi warta Tinghoa dalam menyambut dan merayakan tahun baru Imlek.
Terkait dengan jamuan makan vegetarian itu kata Alfin, pihaknya menyiapkan sebanyak 250 panitia para relawan yang membantu dalam menyediakan menu makanan kepada warga yang datang ke vihara saat jamuan makan bersama.
Jamuan makan pada tahun baru Imlek dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Pihaknya telah mengundang seluruh warga Tionghoa dan undangan lainnya untuk datang menghadiri jamuan makan vegetarian tersebut.
"Ini merupakan pertemuan terbesar dan istimewa buat kami, karena tamu yang datang tidak hanya ribuan bahkan diperkirakan mencapai puluhan ribu orang," sebut Alfin.
Sepanjang hari kata dia, tamu disuguhkan aneka makanan vegetarian dengan gratis dan makan sepuas-puasnya. Jamuan makan vegetarian merupakan tahun kelima dilaksanakan di Vihara Duta Maitreya.
Para pengunjung dapat memanfaatkan momen tersebut sebagai ajang untuk saling memberikan motivasi, dukungan, kesuksesan, keberhasilan, damai, sejahtera dan kebahagaiaan.
Untuk jamuan makan ini, kita menyediakan empat dapur yang dilengkapi dengan 17 tempat memasak nasi atau tanak nasi, dimana satu tempat bisa satu kali masak untuk 60 orang dan kalau 17, berarti ada sekitar 1.000 orang.
"Mari kita menfaatkan momen jamuan makan vegetarian dan sekalian sembahyang di vihara ini pada tahun baru Imlek nanti. Hari itu juga sebagai hari berbagi kepada saudara-saudara kita agar makanan yang dimakan tidak mubazir dan semua orang tidak kelaparan," kata Alfin.
Di samping itu lanjut dia, di dalam altar utama Vihara, disediakan gentong berukuran besar yang di dalamnya ada 1.000 lebih angpao. Angpao tersebut didalamnya bukan uang, namun kertas yang didalamnya bertuliskan kata-kata bijak dan petuah yang isinya menuntun dan membimbing orang untuk berbuat baik.
Di samping dari warga Batam sendiri yang datang kata Alfin, wisatawan mancanegara juga memanfaatkan momen tahun baru Imlek ini, seperti dari negara Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Korea dan negara lainnya.
"Wisman asal Kore paling dominan mengunjungi vihara ini pada saat perayaan tahun baru Imlek," ujar Alfin.
Vihara Duta Maitreya memiliki luas lahan lebih kurang 5,3 hektar yang didalamnya terdapat sekolah mulai dari play group sampai dengan SMA. "Kita berharap dengan tahun baru Imlek ini, mendatangkan kebahagiaan, damai dengan penuh suka cita untuk menata hidup kedepannya menjadi lebih baik lagi," imbuh Alfin.
Sementara itu, menyambut datangnya Imlek, Vihara Budi Bhakti, Winsor Batam juga berbenah. Menurut koordinator Yayasan Vihara Budi Bhakti Acui, persiapan yang dilakukan untuk menyambut tahun baru Imlek yaitu dengan melakukan pembersihan diri di vihara itu.
"Imlek ini mendatangkan kebahagiaan bagi kita semua dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita selamat dan bahagia," ujar Acui.
Ia berharap dengan datangnya Imlek umat Budha dan masyarakat Batam pada umumnya selamat, bahagia dan jauh dari bencana. Kemudian, semua masyarakat Batam dapat hidup sejahtera, aman dan tenteram.
"Tahun baru Imlek ini bagi kita adalah membuang yang lama dan menerima yang baru dengan dengan harapan melindungi kita dari keselamatan untuk seluruh umat baik Tionghoa dan lainnya," kata Acui.
Vihara Budi Bhakti lanjut Acui juga banyak yang didatangi oleh turis asing pada saat datangnya tahun baru Imlek. Mereka juga sembahyang dan berdoa memohon kepada Tuhan untuk selalu diberikan kesehatan dan terhindari dari segala macam bahaya. (reza)
- Oknum Anggota Dewan Rebutan STS
- Pertahankan RSBI Orentasi Sosial
- Pendidikan Bermutu Bukan Karena Nilai UN Bagus
- Marak Penambangan Pasir Darat di Bintan
- Memahami Trafiking dan Seks Komersial
- Ekonomi Batam Makin Lesu
- KPK Harus Selidiki Coastal Area
- Korban HIV/AIDS Terus Berjatuhan
- LAM Penjaga Adat Melayu
- Pembangunan Kereta Api Monorel Efektif ?
- Imlek dan Peruntungan Tahun Naga Air 2012
- Pesona Batik Karimun
- Izin Mal dan IMB Diobral
- Pinang Marina, Pelabuhan Tikus Terbesar di Tanjungpinang
- Kebijakan Tak Berpihak pada Pengusaha dan Masyarakat
- Pulau Penyengat Menunggu Wisatawan
- Kilas Balik Batas Wilayah Kepri 2011
- Kilas Balik Ekonomi dan Investasi Kepri 2011
- Kilas Balik Kriminalitas di Batam 2011
- Di Balik Kelangkaan BBM Subsidi di Batam (habis)