Sabtu02152014

Last update12:24:21 PM

Back Fokus Pembangunan Kereta Api Monorel Efektif ? - Pembangunan Moda Monorel Rp 2,4 Triliun

Pembangunan Kereta Api Monorel Efektif ? - Pembangunan Moda Monorel Rp 2,4 Triliun

Article Index
Pembangunan Kereta Api Monorel Efektif ?
Pembangunan Moda Monorel Rp 2,4 Triliun
Berpengaruh Terhadap Angkutan Kota
Harapan Pada Proyek Monorel Kota Batam
All Pages

Pembangunan Moda Monorel Rp 2,4 Triliun

DIREKTUR Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tundjung Inderawan pada kesempatan acara pendandatangan kesepakatan kerjasama dengan Kepala BP Batam, Mustofa Widjaya di Gedung Bida Marketing, Jumat (27/1) mengatakan, pembangunan transportasi pengangkut massal di Kota Batam dengan moda monorel akan menelan dana Rp2,4 triliun.

Dana sebesar itu untuk pembangunan koridor atau lintasan monorel Batam Centre - Tanjunguncang dengan panjang 17,7 Kilometer (KM) dan Bandara Hang Nadim - Batuampar sepanjang 19,6 KM.

Ia mengatakan, perkiraan dana yang akan dihabiskan Rp2,4 untuk T tersebut, jika pembangunan moda monorel, sedangankan jika menggunakan moda relbus dana yang dibutuhkan mencapai Rp2,11 T.

Jalur tersebut menurut Inderawan merupakan jalur prioritas yang akan dikembangkan. Selain dari jalur yang sudah ada di master plan yakni Batuampar-Batuaji dengan panjang 27,55 KM dan Sekupang - Batam Centre dengan panjang jalur 16,48 KM dan Batam Centre - Nongsa dengan panjang 16,36 KM.

Dana triliunan tersebut kata Tundjung, diperoleh dari para investor baik pemerintah ataupun swasta. Semua bisa berpartisipasi untuk membangun perkeretapian umum di Batam. Mengenai kelayakan bisa tidaknya ada kereta ada di Batam semua tergantung pada investor nantinya.

"Kesepakatan kerja sama ini dimulai dari perencanaan, pembangunan hingga pengoperasian. Tapi, pembiayaan tetap akan dicari dan para investor yang akan menilai kelayakan adanya kereta api di Batam" tambah Tundjung.

Hal ini sesuai dengan UU nomor 23/2007 tentang perkeretapian yang mengamanahkan agar penyelenggaraan perkeretaapian dilaksanakan secara multi operator, yang memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah, masyarakat maupun pihak swasta untuk turut berpartisipasi aktif dalam mempercepat pembangunan.

Kalau sebelumya menurut dia, kereta api hanya dikelola satu operator yakni PT.KAI, kini dapat dikelola bersama-sama, baik swasta maupun pemerintah. Oleh karena itu, pembangunan keretaapian harus dibentuk tiga badan usaha pertama badan usaha prasarana seperti pembebasan lahan, kedua badan usaha sarana seperti pembangunan fisik dan ketiga lembaga yang dapat menaungi keduanya.

Kelayakan kereta api di Batam, kata Tundjung dirasa sangat perlu, melihat perkembangan Batam sangat pesat. Dan nantinya bukan hanya sebagai alat pengangkut massal tapi juga sebagai transportasi pengangkut barang.

Hal senada juga disampaikan ketua BP Batam, Mustafa Wijaya, perkembangan Batam harus dilihat jauh kedepan, karena pertumbuhan penduduk setiap tahunnya mencapai 100 ribu orang. Jadi bisa dibayangkan lima tahun kedepan,penduduk Batam sudah mencapai 1,7 juta penduduk.

Kereta api saat ini menjadi pilihan, selain biaya murah, kereta api juga dapat mengantisipasi kemacetan. Oleh karena itu, tujuan dari pembangunan tersebut dapat benar-benar memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya pada transportasi darat. Selain dapat mengatasi kemacetan, juga dapat memberikan nilai tambah pada Batam.

"Kita harus mencontahi singapura, yang wilayahnya lebih kurang sama dengan luas wilayah kita. Disana sudah berkembang, transportasinya," katanya.

Mengenai sumber pembiayaannya, ia mengatakan, akan mencari investor-investor, selain dari pemerintah pusat, provinsi maupun kota," katanya.

Jika semua berjalan lancar, maka kereta api sudah bisa dinikamati masyarakat pada 2017 mendatang, dengan rasio kelayakan finansial 13,94 persen dan rasio kelayakan ekonomi 18,61 persen. Dengan catatan rasio kelayakan tersebut dapat dicapai apabila investasi prasarana ditanggung pemerintah, tutup Tundjung. (cw56)