Di era globalisasi saat ini, kemajuan semakin cepat. Arus informasi tidak ada batasnya lagi. Demikian juga budaya asing masuk ke negara kita, tanpa dapat kita bendung. Untuk menghadang arus budaya asing masuk ke daerah kita dan menjaga kebudayaan asli, maka adat istiadat dan budaya Melayu perlu ditanamkan kepada generasi muda sejak usia dini agar mereka tidak salah melangkah, serta mengenal budaya sendiri dan adat istiadat orang timur.
Dalam kaitan ini, Lembaga Adat Melayu (LAM) diharapkan menjadi tonggak penjaga utama agar budaya dan adat istiadat Melayu tidak hilang. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, LAM merupakan organisasi yang memiliki komunitas, filosofi, identitas dan adat istiadat yang kuat dan mengakar dalam realitas kehidupan, terutama di Kepulauan Riau.
Selain menjadi benteng untuk mempertahankan budaya dan adat istidat Melayu, dalam konteks yang lebih luas, LAM juga diharapkan berpartisipasi dalam pembangunan di berbagai aspek baik sosial, budaya, seni, pergaulan, berpakaian serta teknologi yang mencerminkan peradaban manusia yang bernilai tinggi dengan tetap mengakar pada adat dan budaya Melayu. "Kita berharap ke depan dapat menghimpun dan mengidentifikasi nilai-nilai adat istiadat dan simbol-simbol budaya yang ada di setiap wilayah untuk kedepan lebih baik dan relevan dikukuhkan sebagai petunjuk ajar melayu. Selain itu menyaring beberapa hal yang dianggap kepribadian dan kebiasaan orang yang kurang baik , misalnya suka merajuk, sentimentil, suka mengamuk, untuk ditransformasikan ke arah yang lebih positif agar masyarakat melayu ke depan memiliki etos, daya, dan kemampuan yang kuat dan kokoh," kata Umar Natuna, pengurus LAM Natuna.
Dalam misinya, LAM berperan mengembangkan nilai-nilai budaya, adat istiadat dan nilai-nilai keagamaan yang relevan denga dinamika dan bidang pembangunan. "Artinya bagaimana kita menjadikan nilai-nilai budaya, dan adat istiadat melayu sebagai ruh, inspirasi, simbol, dan kekuatan korektif dalam pembangunan. Misalnya adat istiadat dan budaya dapat mempengaruhi tata pergaulan, adat perkawinan, berpakaian, bangunan dan petuah-petuah yang ada," ujar Umar. ***
- Forki Batam Sukses Gelar Turnamen
- TKA Launching Kapal TB Adara
- Oknum Anggota Dewan Rebutan STS
- Pertahankan RSBI Orentasi Sosial
- Pendidikan Bermutu Bukan Karena Nilai UN Bagus
- Marak Penambangan Pasir Darat di Bintan
- Memahami Trafiking dan Seks Komersial
- Ekonomi Batam Makin Lesu
- KPK Harus Selidiki Coastal Area
- Korban HIV/AIDS Terus Berjatuhan
- Pembangunan Kereta Api Monorel Efektif ?
- Menyambut Imlek di Vihara Duta Maitreya
- Imlek dan Peruntungan Tahun Naga Air 2012
- Pesona Batik Karimun
- Izin Mal dan IMB Diobral
- Pinang Marina, Pelabuhan Tikus Terbesar di Tanjungpinang
- Kebijakan Tak Berpihak pada Pengusaha dan Masyarakat
- Pulau Penyengat Menunggu Wisatawan
- Kilas Balik Batas Wilayah Kepri 2011
- Kilas Balik Ekonomi dan Investasi Kepri 2011