SMAN 1 Tanjungpinang
Untuk menyempurnakan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMAN 1 Tanjungpinang terus-menerus melakukan pembenahan. Meski sekolah ini memegang status RSBI, namun dalam pelaksanaannya lebih berorentasi ramah sosial. Hal ini tiada lain, agar pendidikan yang bertaraf internasional ini dapat dinikmati semua golongan. Terutaman dalam konsep penyampaikan materi pelajaran menggunakan bahasa Inggris.
Langkah-langkah yang diambil dalam mensukseskan program RSBI ini, pihak sekolah berupaya menyajikan mutu pendidikan yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan melalui perbaikan proses belajar mengajar (PBM) agar dapat menghasilkan lulusan yang cerdas dan komprehensif.
Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjungpinang, Encik Abdul Hajar, arah penyelenggaraan RSBI yang merupakan lembaga sekolah ramah sosial diantaranya penggunaan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran.
"Arah pengembangan RSBI ini tidak terlepas dari misi pendidikan nasional, yaitu mewujudkan insan yang cerdas dan komprehensif," ujar Encik beberapa hari lalu.
Dalam mengemban amanah tersebut lanjut dia, pembekalan kemampuan berbahasa Inggris bagi siswa merupakan sebuah tuntutan yang harus dipenuhi. Kemampuan tersebut antara lain penggunaan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran. Meski demikian tidak boleh menghilangkan kesadaran akan kebanggaan siswa terhadap bahasan Indonesia sendiri, karena merupakan alat komunikasi utama dan pemersatu dan kesatuan bangsa Indonesia.
Sementara pembekalan dalam kemampuan bahasa Inggris bagi siswa dilaksanakan melalui penguatan pembelajaran baik didalam maupun diluar kelas. Penggunaan bahasa Inggris ini merupakan salah satu contoh yang diterapkan di sekolah RSBI ini.
Dijelaskan Encik, sekolah RSBI berorentasi ramah sosial merupakan bentuk layanan publik, harus tersedia dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, penyelenggaraan RSBI harus menganut sistem yang terbuka bagi semua kelompok masyarakat, termasuk bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Hal ini katanya, sesuai dengan misi RSBI yang dijalankan SMAN 1 Tanjungpinang, yakni menyediakan layanan pendidikan yang bermutu bagi si kaya maupun si miskin. Hal ini diwujudkan dalam penyelenggaraan RSBI yang tidak diskriminatif, dan berpihak kepada masyarakat miskin.
"SMAN 1 Tanjungpunang sebagai sekolah RSBI sudah lima tahun sejak ditetapkan tahun 2007 lalu. Seiring dengan perjalanan dan perkembangannya kita ingin SMAN 1 ini, menjadi sekolah yang memiliki SDM yang handal dan bisa bersaing dengan dunia luar setelah lulusan nanti. Hal ini sesuai dengan visi kita menjadi sekolah bertaraf internasional terdepan dalam prestasi dan budi pekerti," paparnya.
Miliki Slogan CERGAS
Sekolah ini juga, kata Encik memiliki kekuatan semangat akan tali silaturrahmi warga sekolah. Maka telah ditetapkan slogan menjadi SMAN 1 CERGAS'. "Kata CERGAS mengandung makna kepanjangan Cerdas penuh gagasan, Civilized and Educated Resources as Global Assets (Sumber daya yang terdidik dan beradab sebagai aset global) dan cerdas, enerjik, religius, globalisasi, amanah dan sinergi, kata Encik panjang lebar.
Langkah-langkah strategis pun telah dijalankan sesuai misi sekolah, memenuhi delapan standar nasional pendidikan dengan pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang optimal. Serta mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi informatika, mengembangkan budaya berbicara bahasa Inggris secara aktif, dan mengembangkan kultur sekolah yang inovatif, kreatif, demokratis, terbuka, disiplin dan bertanggungjawab.
Disamping itu juga di SMAN 1 Tanjungpinang, mengembangkan potensi minat dan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan ko-kurikuler, mengembangkan kegiatan iman dan taqwa dan budaya daerah Melayu, serta memperkaya muatan kurikulum dengan muatan kurikulum pendidikan berbasis unggulan lokal dan kurikulum pendidikan dari negara-negara maju. Tentunya memiliki tanggungjawab yang tinggi dalam membina dan mengharumkan perkembangan peserta didik.
Guna merealisasikan visi dan misi tersebut, Encik menyebutkan bahwa SMAN 1 telah menetapkan tujuan sekolah yaitu akreditasi sekolah A, terpenuhinya delapan standar nasional pendidikan, pelaksanaan KTSP yang optimal, lulus 100 persen, lebih dari 90 persen dari lulusan diterima di Perguruan Tinggi (PT) dalam dan luar negeri. Karena dirinya sedang merintis kultur sekolah yang inovatif, kreatif, demokratis, terbuka, disiplin dan bertanggungjawab.
Kata Encik lagi, para lulusan dari SMAN 1 Tanjungpinang menguasai Iptek, mampu berbahasa Inggris aktif dan memiliki keimanan, ketaqwaan dan nasionalisme yang tinggi, pencapaian prestasi Olimpiade Sains Nasional (OSN), cerdas cermat dan KIR serta penelitian ilmiah sampai tingkat nasional dan internasional dan terakhir adalah menjadi sekolah Adhiwiyata atau sekolah ramah lingkungan.***
- PP Back to Zero
- Wujudkan SMKN 1 Go Internasional
- Semarak Sambut MTQ Kepri di Bintan
- Tamat SMA Hanya Jadi Nelayan
- "Mutu Baik, Pendidikan Akan Meningkat"
- IKSB Membawa Harapan Baru
- 'Kami Juga Ingin Lulus UN' UN SMALB Kartini
- Forki Batam Sukses Gelar Turnamen
- TKA Launching Kapal TB Adara
- Oknum Anggota Dewan Rebutan STS
- Marak Penambangan Pasir Darat di Bintan
- Memahami Trafiking dan Seks Komersial
- Ekonomi Batam Makin Lesu
- KPK Harus Selidiki Coastal Area
- Korban HIV/AIDS Terus Berjatuhan
- LAM Penjaga Adat Melayu
- Pembangunan Kereta Api Monorel Efektif ?
- Menyambut Imlek di Vihara Duta Maitreya
- Imlek dan Peruntungan Tahun Naga Air 2012
- Pesona Batik Karimun