BATAM - PT Tri Karya Alam, sebuah perusahaan shipyard Tanjung Uncang, kembali memproduksi kapal jenis tug boat yang diberi nama Adara dan dilaunching, Jumat (23/3) pukul 10.00 WIB.
Nikolaus Ngao ( Liputan Batam )
Hadir dalam acara launching masing-masing Mr David Bak, CEO dan Chairman Tri Karya Alam Group bersama isteri, Mr Geronimo P Bella dan isteri, sebagai owner TB Adara 3200 HP dari Harbour Star Shipping service Inc Philipina serta undangan dari berbagai kalangan.
Mr David Bak pada awak menyatakan terima kasih kepada Mr Noh Eun Soo, Managing Director serta seluruh staf dan karyawan yang telah sukses memproduksi sebuah tug boat.
David juga menyatakan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh pemilik kepada PT Tri Karya Alam untuk memproduksi satu unit kapal harbour tug boat menggunakan steerable rudder propeller atau Z-propeller dengan bollard pull 45 ton dan kekuatan engine 3200 HP.
Ia juga berterima kasih kepada rekan bisnis baik yang berhubungan langsung maupun yang tidak berhubungan langsung dengan pembuatan kapal sehingga produksi kapal ini sukses.
Pihak instansi terkait seperti Biro Klasifikasi, Dinas Perhubungan Laut dan Kesyahbandaran, Kepanduan dan juga Keagenan juga mendapat ucapan terima kasih dari David yang telah mendirikan industeri shipyard baik di Batam maupun di Karimun.
Ia berharap kapal TB Adara berjalan lancar sampai ke tujuan dan pihak owner juga sukses dalam usaha. Kerjasama antara kedua belah pihak diharapkan lebih meningkat lagi di masa mendatang.
Sementara Mr Geronimo P Bella menyatakan gembira atas kesuksesan PT Tri Karya Alam memproduksi kapal pesanan mereka. TB Adara menurut dia adalah tug boat ke-25 yang diadakan Harbour Star Shipping Service Inc.
Geronimo menjelaskan, pemberian nama Adara pada tug bot ini bermakna bintang terang. Seluruh nama tug boat miliknya diberi nama bintang terang.
Usai sambutan, David dan Geronimo menandatangani berita acara pelaksanaan launching kapal. Acara dilanjutkan dengan pemotongan pipa oleh Mr David dan ibu Sri, Mr Geronimo dan isteri, Pdt Jimmy, Mr Noh Eun Soo, dan sejumlah undangan yang hadir.
Sebelum kapal dilepas ke laut pasangan Mr David dan Mr Geronimo bersama isteri memecahkan satu botol sampagne. Kapal TB Adara akhirnya sukses dilaunching dan mendapat aplaus dari tamu undangan sert seluruh staf dan karyawan PT Tri Karya Alam.***
Promo Property Paling Spektakuler
BATAM - Promo paling spektakuler dan belum pernah ada ditawarkan de Banana Cluster yang dibangun PT Surya Mutiara Mandiri.
Febri, Marketing Manager mengatakan, promo yang ditawarkan sekaligus menantang konsumen untuk memiliki rumah dan mendapatkan hadiah langsung berupa sebuah mobil new xenia. Bagi konsumen yang membeli 24 unit rumah akan mendapatkan hadiah tersebut. Lebih heboh lagi rumah yang ditawarkan sehargar Rp100 juta.
Menurut Febri, de Banana Cluster tidak sekadar menawarkan promo spektakuler namun demikian menampilkan profil rumah dengan spesifikasi bangunan cukup tinggi dan berkualitas. Dan yang paling menarik, konsumen juga terlibat menentukan beberapa bagian dari bangunan. Konsumen dapat menentukan pilihan warna dinding bagian dalam dan memilih jenis tanaman buah yang akan di tanam pada bagian halaman depan rumah. Selain itu warna dan motif keramik juga bisa dipilih konsumen sesuai selera. Lantai full keramik dengan ukuran 40cm X 40cm.
Konsumen akan menemukan bangunan rumah dengan dinding full bata merah dari depan hingga dinding belakang. Pada bagian kamar mandi dipasang full keramik dengan closet duduk sehingga memanjakan penghuni rumah, kolom dan balok dari beton bertulang, rangka atap terbuat dari baja ringan, pintu utama dari panel, jendela aluminium dan saluran tertutup.
Kualitas rumah selain dari sisi bahan dan bentuk bangunan juga bisa dilihat dari sisi cluster serta letak yang sangat strategis bagi sejumlah kepentingan konsumen. Ke tiap bangunan rumah tipe 38 dan 42 yang tersedia juga dialirkan air bersih dari jaringan PT ATB yang sangat lancar.
Kompleks rumah yang berada di Tiban ini, aksesnya sangat mudah baik ke Singapura, pelabuhan Fery, 3 buah pasar, dan Rumah Sakit Otorita Batam. Dari perumahan ke pusat bisnis di Nagoya, hanya menempuh waktu 15 menit, 9 menit ke pelabuhan fery Sekupang, 69 menit ke Singapura melalui Sekupang, 7 menit ke RSOB, 19 menit ke airport, 5 menit ke pasar dan 5 menit ke SPBU.
Hadir dengan konsep cluster yang aman dipadu dengan keasrian taman serta kebun buah menjadikan hunian ini sangat berbeda dari hunian sekelasnya. Selain diperuntukkan bagi kalangan menengah ke bawah namun rumah berkualitas dari sejumlah aspek ini sangat layak dihuni kalangan atas.
Hunian ini juga menawarkan suprize bagi konsumen. Bagi konsumen membeli dengan sistim KPR dan uang muka dicicil akan mendapat satu nomor undian, apabila menggunakan sistim pembayaran KPR dengan uang muka cash diberi dua nomor undian, yang membayar cash bertahap akan mendapat 3 nomor undian dan yang berani cash keras akan mendapatkan 4 nomor undian.
Apabila anda penasaran dengan promo spektakuler ala de Cluster Banana, datanglah ke alamat PT Surya Mutiara Mandiri di Baloi Office Park Kav.12 Jl Raden Patah No.01 Batam atau kontak tlp ke nomor 0778 430182/7023716. Anda juga bisa menghubungi marketing masing-masing Roni 0778 706 3336, Alno 0813 7284 2667, Dadan 0821 7375 1092, Febri 0856 670 1232, Amri 0821 7488 3366, Bule 0812 1955 8331. Konsumen juga bisa mendapatkan informasi pada stand de Cluster Banana di Lt.2 Nagoya Hill.(nic).
Merek Mobil Atlanta Hidup Lagi
JAKARTA - Mendengar nama Atlanta, kita pasti langsung berpikir kalau itu adalah nama sebuah wilayah di Amerika Serikat. Tapi di dunia otomotif, Atlanta dahulu ternyata juga merupakan sebuah merek mobil. Merek ini lahir sebelum perang dunia kedua dan langsung hilang. Dan kini merek tersebut lahir kembali.
Dilansir autocar, merek mobil asal Inggris di pra perang dunia kedua tersebut kini akan lahir kembali di era modern. Di era modern ini Atlanta siap memproduksi sebuah mobil yang diberi nama Atlanta Sports Tourer.
Sebenarnya, Atlanta Sports Tourer merupakan nama mobil jadul Atlanta yang pertama kali diperlihatkan ke publik dunia di Maret 1937 silam. Dan kini, mobil tersebut lahir kembali dengan sentuhan modern di Maret 2012. Jadi, butuh waktu 75 tahun untuknya lahir kembali ke dunia.
Dahulu, Atlanta lahir untuk menyediakan mobil sport bagi para penggila otomotif untuk digunakan di jalan raya maupun di sirkuit. Saat itu hingga 1939 hanya 21 mobil Atlanta yang lahir dan hingga saat ini hanya 7 mobil diantaranya yang masih dalam kondisi baik.
Sementara mobil barunya ini adalah merupakan hasil dari kolaborasi penggila mobil Martyn Corfield dan Trevor Farrington.
Mobil anyar itu masih mengusung filosofi lama Atlanta di era 1930an namun dengan fitur keamanan modern. Ada 85 persen komponen yang dibuat khusus untuknya dengan eksterior dari aluminium yang dibuat tangan.
Melihat desainnya, tentu tidak ada orang yang akan menyangka kalau ini adalah mobil baru. Sebab garis desain yang dipakai memang merupakan garis desain seperti kebanyakan mobil di era sebelum perang dunia.
Tidak dijelaskan berapa harga mobil ini sekarang. Tapi yang jelas, Atlanta akan membuat setiap mobil khusus untuk setiap individu yang memesannya dengan spesifikasi sesuai keinginan si pemesan.(dtk)
Meraup Untung dari Bisnis Properti BSDE
JAKARTA — Peningkatan pendapatan kelas menengah di Indonesia memberikan pertumbuhan secara menyeluruh pada daya konsumsi, termasuk penurunan sukubunga yang pada akhirnya meningkatkan permintaan properti.
Menurut riset analis e-Trading Anthony Alexander, kenaikan harga bahan bakar pada April, diikuti dengan kenaikan biaya listrik akan memperburuk daya beli masyarakat sehingga menurunkan permintaan untuk properti.
Kenaikan BBM membuat orang lebih memilih tempat tinggal yang dekat dengan wilayah kantornya guna menghemat anggaran.
Di sisi lain, inflasi yang disebabkan oleh keniakan BBM akan berdampak pada kenaikan suku bunga.
Menghadapi hal tersebut, PT Bumi Serpong Damai menguraikan penurunan properti langsung berdampak sejak kenaikan BBM diumumkan, namun permintaan akan kembali menguat dalam dua bulan ke depan.
"Kita mungkin berpikiran rebound terjadi karena pemerintah membatasi kenaikan BBM," ujar Anthony dalam risetnya 16 Maret 2012. Keuntungan lainnya adalah harga tanah yang berpotensi naik.
Tahun ini, BSDE berencana untuk berinvestasi senilai Rp2,5 triliun guna membiayai pembangunan Masterplan tahap III yang dijadwalkan mulai 2021. Sumber dana berasal dari kas internal perusahaan. Saat ini, harga jual tanah rata-rata di kawasan BSDE sekitar Rp3,5 juta-5 juta.
Perkiraan konservatif pertumbuhan harga tanah sekitar 15% per tahun. Dengan persentase ini, maka harga tanah hingga akhir tahun sekitar Rp4,75 juta. Selain itu, BSDE akan mengatur skema untuk mempertahankan pertumbuhan laba sekitar 65-70% per tahun.
"Perkembangan ekonomi makro Indonesia mendukung indikasi peningkatan properti di Indonesia. Kendati regulasi terkait subsidi untuk bahan bakar akan memberikan dampak negatif pada permintaan properti," ungkapnya.
Saat ini, BSDE akan fokus pada pembangunan jalan tol yang menghubungkan Rawa Buaya ke Kebayoran Lama yang akan menjadi terobosan.
Selain itu, pengembangan jalan lingkar tol luar Jakarta 2 akan memberikan nilai tambah bagi perseroan, sebab perseroan akan memperluas jangkauan rel dalam kota untuk meningkatkan mobilitas masyarakat yang tinggal di kota.
Selama ini, transportasi hanya untuk kota BSD dari Jakarta yang digunakan adalah kereta api dan freeder busway. Perseroan juga akan mengembangkan distrik perkantoran dalam kota untuk mengurangi komuter sehingga orang yang berada di kota tidak perlu melakukan perjalanan ke Jakarta untuk bekerja.
"Apabila perusahaan dapat mewujudkannya, maka banyak perusahaan akan memindahkan kantornya di kawasan BSD sehingga dapat meningkatkan permintaan properti di masa depan," imbuhnya.(ant)
Busana Harley Davidson Kaum Hawa
SURABAYA - Busana "Harley Davidson" khusus perempuan belum banyak digunakan padahal tersedia mulai dari topi, kaus, jaket, kacamata dan lain sebagainya.
"Penjualan fashion perempuan Harley memang belum sebesar produk untuk laki-laki," kata coordinator marcomm PT Mabua Harley-Davidson Surabaya, Yohana Siagian, ketika ditemui dalam "Harley Davidson Model Year 2012", di Ciputra World Surabaya, Jumat.
Menurut dia, busana Harley Davidson untuk pria sejak dulu memiliki pembeli setia, umumnya untuk melengkapi segala kebutuhan ketika penggemar Harley Davidson. "Kalau busana perempuan, permintaan masyarakat masih minim," ujarnya.
Dia mengemukakan produk Harley Davidson tidak hanya berupa kendaraan bermotor berukuran besar melainkan mulai mengarah ke busana.
"Apalagi, saat ini mengendarai motor besar selalu menumbuhkan gengsi tiap pemakainya sehingga sangat tepat jika Harley-Davidson kian merambah ke pelaku dunia fashion," katanya.
Busana Harley-Davidson untuk perempuan menurut dia cocok untuk "Mereka yang ikut suami atau pasangan mengendarai motornya."
Produk yang tersedia oleh Mabua Harley-Davidson antara lain kaos, jaket, rompi, `tank top`, dan `hotpants` bahkan kemeja untuk kerja. "Cocok dipadukan dengan dominasi warna hitam atau putih," katanya.
"Kami juga pernah mengeluarkan `Pink Label` yang busananya memiliki warna merah muda terutama ketika bulan Februari bertepatan dengan hari kasih sayang," katanya.(ant)
Pemerintah Ngotot Hapus Rumah Tipe 21
JAKARTA - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menyatakan rumah dengan ukuran tipe 36 itu lebih sehat daripada rumah yang dibangun di bawah tipe tersebut. Pengembang tak boleh lagi bangun rumah tipe 21!
Dikatakan Djan, luas ukuran rumah 36 meter persegi yang ditetapkan oleh pemerintah sudah sangat minimal untuk standar rumah Internasional.
"Rumah dengan luas minimal 36 meter persegi atau tipe 36 itu lebih sehat, lebih berakhlak memenuhi persyaratan agama dan pencahayaan dan ruang gerak yang cukup bagi penghuninya," kata Djan dikutip dari situs Kemenpera, Jumat (23/2/2012).
Menurut Djan, pihaknya sebenarnya tidak ada masalah dengan pengujian salah satu pasal dalam UU No.1 Tahun 2011 soal Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP).
Adanya UU PKP itu sebenarnya lebih banyak melindungi warga untuk memiliki rumah yang layak huni yang luasnya cukup memenuhi persyaratan dunia. Beberapa persyaratan tersebut antara lain adanya kamar yang memiliki pencahayaan cukup, ventilasi dan luas yang memadai.
"Intinya mereka yang tinggal di rumah mempunyai ruang gerak yang cukup dan mempunyai kamar mandi, dapur, ruang makan dan ruang duduk yang cukup," terangnya.
Saat disinggung tentang keberadaan rumah tipe 22, Djan menyatakan dengan adanya UU PKP secara otomatis rumah di bawah tipe 36 tidak dibangun dan tidak mendapat fasilitas bantuan subsidi dari pemerintah. Untuk menjangkau rumah tipe 36 tersebut Menpera mempersilakan konsumen untuk memilih rumah yang tersedia di lapangan. Sebab, harga rumah tipe 21 dan tipe 36 sama yakni Rp 70 juta.
"Kalau ada rumah tipe 36 harganya Rp 70 juta dan rumah tipe 21 harganya sama Rp 70 juta kalian pilih yang mana? Masa pilih yang 21 itu kan nggak mungkin dan itu tempatnya sama di Dejabodetabek," jelas Djan.
Pada kesempatan itu, Djan juga mempertanyakan tujuan pengembang yang membangun rumah tipe 21 dan tipe 27. Sementara mereka sebenarnya juga dapat membangun rumah tipe 36. Menurutnya, selama menjadi Menteri dan berkeliling ke seluruh Indonesia tipe 36 tetap bisa dibangun termasuk di daerah Dejabodetabek.
"Rumah tipe 21 yang dibangun itu kecil sekali jumlahnya tidak sebanyak tipe 36. Rumah tipe 36 itu semata mata terlanjur dibangun sebelum UU ini diadakan," katanya.
Dalam pasal 23 ayat 3 UU No.1 Tahun 2011 dinyatakan luas lantai rumah tunggal dan rumah deret memiliki ukuran paling sedikit 36 meter persegi. Dengan adanya UU ini Pemda tidak berani mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) di bawah tipe 36.(dtk)
- PP Back to Zero
- Wujudkan SMKN 1 Go Internasional
- Semarak Sambut MTQ Kepri di Bintan
- Tamat SMA Hanya Jadi Nelayan
- "Mutu Baik, Pendidikan Akan Meningkat"
- IKSB Membawa Harapan Baru
- 'Kami Juga Ingin Lulus UN' UN SMALB Kartini
- Forki Batam Sukses Gelar Turnamen
- Oknum Anggota Dewan Rebutan STS
- Pendidikan Bermutu Bukan Karena Nilai UN Bagus
- Pertahankan RSBI Orentasi Sosial
- Marak Penambangan Pasir Darat di Bintan
- Memahami Trafiking dan Seks Komersial
- Ekonomi Batam Makin Lesu
- KPK Harus Selidiki Coastal Area
- Korban HIV/AIDS Terus Berjatuhan
- LAM Penjaga Adat Melayu
- Pembangunan Kereta Api Monorel Efektif ?