Tahun Baru Imlek 2564 tinggal sepekan lagi. Menjelang imlek biasanya masyarakat Tionghoa akan menyiapkan berbagai hal mulai dari menghiasi rumah hingga membeli berbagai makanan dan minuman khas imlek.
Suasana perayaan Imlek juga telah terasa di Kota Tanjungpinang. Masyarakat Tionghoa terlihat mulai sibuk seperti mengecat rumah, mendesain ruangan tamu dan juga menghiasi rumah dengan berbagai hiasan serta membeli tanaman atau bunga yang bisa mendatangkan rezeki.
Selain menghiasi rumah masyarakat tionghoa juga setiap menjelang imlek akan menyediakan dan memeprsiapkan makanan khas imlek diantaranya jeruk, nanas dengan buah yang banyak. Ada juga permen yang berwarna warni, manisan dan makanan lainnya.
Selain hal tersebut di atas ada barang-barang lainnya yang akan dipersiapakan oleh masyarakat Tionghoa jelang Imlek diantaranya perlengkapan untuk sembahyang seperti, hio, kertas sembahyang, lilin warna merah dan tentunya akan lukisan dewa dan juga patung dewa-dewa.
Buah-buahan bagi warga Tionghoa memiliki makna dan arti tersendiri seperti buah jeruk yang wajib memilikinya saat Imlek perayaan lainnya. Menurut kepercayaan Tionghoa, buah jeruk diartikan buah yang bisa membawa rezeki.
Seperti yang dituturkan oleh Soni Warga Bakar Batu yang tengah berbelanja di sebuah toko hiasan dan perlengkapan Imlek di bilangan Jalan Pasar Tanjungpinang, Jumat (1/2). Menurutnya, sejak zaman dahulu, buah jeruk yang memiliki warna kuning keemasan, memiliki arti kekayaan dan kebahagian.
"Hingga saat ini, warga Tionghoa masih percaya bila menyajikan jeruk pada peryaan besar seperti Tahun Baru Imlek serta ritual lainnya, akan mendatangkan dan mendapatkan banyak rezeki. Selain itu, bila Imlek pastinya sanak keluarga dan relasi dan kenalan pasti akan saling kunjung-mengunjungi pasti akan menyuguhkan jeruk," kata Soni sambil memilih barang yang akan dibeli persiapan Imlek.
Ia juga menjelaskan, dari dulu, buah jeruk sudah diartikan buah pembawa rezeki, karena memiliki warna kuning keemasan.
Disamping memiliki keberuntungan, buah jeruk juga selalu dilambangkan sebagai buah keharmonisan untuk sebuah rumah tangga, serta berharap agar tumbuh secar bersama-sama, dan menyatu hingga akhir hayat.
"sebenarnya buah jeruk tidak hanya ada di rumah pada perayaan Tahun Baru Imlek saja, buah jeruk selalu dibeli oleh warga Tionghoa, tetapi makna lainnya yang terkandung di dalam buah jeruk ialah, diwaktu selesainya pernikahan, pengantin perempuan akan diberikan dua buah jeruk dari pihak keluarga mertua," tuturnya.
Selain menyiapkan hal tadi tutur Soni, masyarakat Tionghoa tidak ketinggalan melakukan perbaikan terhadap rumah baik dengan sekedar pengecatan maupun perbaikan dan itu sudah lumrah jelang hari raya imlek.
"Perbaikan terhadap rumah juga tidak ketinggalan, sebab pada hari raya imlek tersebut pastinya, saudara dan kerabat akan datang bersilaturahmi dan saling mengunjungi mengucapkan selamat," ujar Soni.
Sementara itu Leni warga KM 9 Tanjungpinjang saat ditemui di toko yang sama mengatakan, sengaja membeli pohon jeruk yang sudah berbuah sebagai hiasan yang biasa ada pada jelang Imlek, dan juga membeli bunga yang bisa mendatangkan hoki dan juga membeli perlengkapan sebahyang.
"Sengaja membeli tanaman hias untuk mempercantik rumah dan sudah menjadi kebiasaan, dan dipercaya bisa mendatangkan rezeki dan kebaikan bagi keluarga, dan saya juga baru melihat ada bunga hoki namanya, bentuknya bagus dan cocok untuk nuansa imlek yang berwarna merah akan mempercantik rumah dan tentunya berharap bisa membawa hoki seperti nama bunga ini," harapnya.
Leni juga menuturkan, setiap tahun, saat akan merayakan imlek sengaja beserta kelurga mengajak untuk membeli beberapa hiasan dan juga alat sembahyang, serta tentunya membeli pakaian baru untuk anak-anak sudah tradisi lah, sama seperti orang Islam menyiapkan segalanya saat akan lebaran Idul fitri" kata Leni.
"Salain membeli untuk penghias rumah dan makanan khas Imlek juga membeli amplop angpao untuk memberi sanak saudara atau tamu yang datang, memberikan angpao itu sudah tradisi sejak dulu. Biasanya orang Tionghoa bila yang lebih tua itu memberikan angpao kepada orang yang masih muda terutama kepada saudara yang masih ada ikatan kelurga, dan juga kepada anak-anaknya walau isinya itu sekedar saja terserah kita," terangnya.
Kebanjiran Pembeli
Pantauan Haluan Kepri, sejumlah toko penjual tanaman hias kebanjiran pembeli untuk persiapan Imlek.
Salah satunya Toko Corina yang berada dibilangan Jalan Pos Tanjungpinang, sangat ramai dikunjungi oleh pembeli yang silih berganti datang baik dari Tanjungpinang juga datang dari luar Tanjungpinang di sekitar Kepri yang sengaja berbelanja untuk keperluan Imlek.
Ana Pemilik Toko Corina saat dijumpai di Tokonya mengatakan, pembeli yang datang ke tokonya meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Dan sekarang tokonya lebih banyak menjual bentuk baru tanaman hias.
"wah lumayan tahun 2013 ini, jelang perayaan Imlek banyak masyarakat tionghoa baik dari Tanjungpinang dan juga ada dari luar Tanjungpinang, seperti dari Dabosingkep, Anambas, dan lainnya," bebernya.
Ana juga menambahakan, masyarakat bayak membeli bunga hiasan seperti, tanaman jeruk yang telah berbuah yang sagat menarik, serta ada tanaman bisa orang menyebutnya bunga hoki yang dipercaya dapat mendatangkan rezeki.
"Bentuknya sangat bagus, dengan daun yang hijau tua namun batangnya hingga sampai ke pucuk bunga merah menyala, dan ini sangat bagus untuk pajangan di saat Imlek, dan masyarakat Tionghoa sangat menyukainya dan dipercaya bisa mendatangkan hoki," ujar Ana.
Sementara itu pembeli Ahuat warga Pemuda tengah berbelanja mengatakan, sengaja datang ke toko perlengkapan imlek untuk membeli berbagai kebutuhan dan juga penghias ruangan yang lumrah diadakan saat menjelang imlek.
"Ya, tiap tahun keluarga saya selalu membeli barang persiapan untuk imlek yang akan datang sebentar lagi, selain membeli bunga hiasan tentunya membeli juga pakaian anak-anak dan juga keperluan sehari-hari lainnya," kata Ahuat.
Dia juga menambahkan, disaat menjelang imlek sengaja mencari ikan dingkis, karena biasanya menjelang imlek ikan tersebut bertelur dan ini terjadi setahun sekali.
"Ikan dingkis juga sangat dicari oleh masyarakat tionghoa, selain enak rasanya saat dimakan dan juga banyak telornya, ikan dingkis memang setiap tahun ada, tetapi bila bertelor itu haaya setahun sekali dan itu musimnya selalu bertepatan dengan menjelang imlek," ungkapnya. ***
Bazar Imlek Menjadi Tempat Hiburan
Bazar Imlek yang digelar oleh pedagang sekitar pasar dan komunitas Pemuda Pemudi Tionghoa (Kopingho) Kota Tanjungpinang diminati oleh masyarakat. Terbukti banyaknya masyarakat yang datang untuk berbelanja baik dari kalangan warga lokal maupun warga Tionghoa sendiri.
Pada Bazar Imlek ini dijual aneka kebutuhan mulai dari baju, celana, hiasan dan aksesoris Imlek lainnya. Bahkan ada yang menjual makanan dan minuman. Lokasi Bazar Imlek ini berada di Jalan Pasar dan juga menyambung hingga ke Jalan Merdeka.
Ratusan masyarakat setiap harinya memedati bazar tesebut baik yang akan membeli persiapan menjelang imlek dan juga ada yang sekedar menikmati suasan bazar, dan menimkati makanan dan minuman yang dijajakan.
Alun pedagang baju dan aksesoris imlek di bazar imlek mengatakan, bazar ini dibuka sejak tanggal dua pekan lalu, dan pengunjung juga sangat ramai, dan tentunya pendapatan dari berjualan sangat lumayan dan pembeli juga bukan hanya warga tionghoa saja tetapi dari masyarakat lokalo juga banyak yang belanja sambil hiburan.
"Pembeli dan pengunjung bazar lumayan ramai, untuk omzet tiap hariny tentunya meningkat karena banyak masyarakat yang sengaja datang untuk belanja, terutama warga tionghoa karena mereka mempersiapkan untuk imlek," ujarnya sambil melayani pembeli, Kamis malam (31/1).
Sama halnya dengan, Titin penjual makanan dan minuman, lumayan laku jualan dibazar ini, tiap hari pengunjung semakain ramai, dan tentunya meraka akan membeli berbnagai kebutuhan untuk imlek dan setelah cape keliling pasti membeli mkinum dan makanan sambil menikmati keramaian bazar.
"Di Tanjungpiunang ini sangat minim hiburan, makanya dengan adanya Bazar Imlek ini masyarakat berbondong-bondong datang, dan tidak semuanya akan membeli pakaian dan alat kelengkapan untuk Imlek ada juga hanya untuk sekedar berjalan-jalan, apalagi bila malam minggu seperti ini ramai sekali," jujur Titin.
Sementara itu Ketua Kopingho, Edi Tan mengatakan, Bazar Imlek ini terdiri dari 250 stand. Dari Kopingho sendiri berjumlah 100 bazar sisanya merupakan bazar dari pedagang yang ada di sekitar jalan Pasar dan merdeka.
"Jumlah bazar ada 250, dan tiap malam selalu ramai oleh pengunjung, buka bazar mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB," terang Edi Tan di lokasi bazar.
Edi Tan menambahkan, tujuan dibukanya bazar ini adalah untuk memeriahkan Imlek dan sudah menjadi tradisi setiap tahunnya di Kota Tanjungpinang. Selain itu juga untuk memudahkan masyarakat yang akan mencari barang kebutuhan untuk Imlek. (sut)
Share
- Polemik 'Blue Bird' Berakhir
- Menyusuri Sisa Kemegahan Istana Kota Rebah
- Kaleidoskop Politik Penuh Kejutan dan Kegaduhan
- Kaleidoskop Kepri 2012
- Kaleidoskop Batam 2012
- 10 Tokoh Batam Dapat Penghargaan
- Wawancara dengan Kabid Disbudpar Syafaruddin, S.Sn, MM
- Kembangkan Potensi Alam Lingga Melalui KSCT
- Perjuangan Buruh Belum Usai
- 'Nasib' UMK di Tangan Gubernur



