Senin07292013

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Bangun Jembatan Air Mabuk – Futong Daratan Sumatera

Bangun Jembatan Air Mabuk – Futong Daratan Sumatera

Upaya Meranti Menjadi Gerbang Ekonomi Sumatera (Bagian 3)

SELATPANJANG (HK) – Letak Kabupaten Kepulauan Meranti yang elok nan strategis, menjadikan daerah ini ibarat intan dari sebuah untaian kalung permata. Tidak heran bila Pemkab Kepulauan Meranti memanfaatkan benar posisi ini untuk menggesa daerah ini sebagai gerbang ekonomi regional Sumatera.

Posisinya yang terletak dibibir jalur niaga internasional Selat Malaka dan segi tiga pertumbuhan kawasan perdagangan Singapura – Johor – Indonesia, menjadikan posisi Meranti sangat strategis sebagai menjadi pintu masuk ke daratan Sumatera. Untuk itu dengan semangat kerjasama Kawasan Regional SIAPBEDELAU, Pemkab Meranti berupaya membangun sinergi percepatan infrastruktur jalan lingkar yang terkoneksi dengan jalur lingkar Propinsi Riau, dibagian Barata. Sedangkan dibagian Selatanya, Pemkab Meranti berupaya membangun jembatan Air Mabuk – Fotong. Jembatan yang membentang di atas periran Selat Panjang ini, akan menghubungkan Pulau Tebing Tinggi dengan daratan Pulau Sumatera di wilayah Kabupaten Siak. Pembangunan jembatan yang diperkirakan akan menelan biaya sebesar 4 trilyun rupiah ini akan dibangun dengan shering budget anggaran antara Pemkab Meranti – Pemkab Siak – dan APBD Propinsi Riau melaui program tahun jamak.Pembangunan jembatan yang direncanakna akan mulai digarap tahun 2015 ini, diharapkan selesai tahun 2018, sebagai upaya Meranti menjadi gerbang ekonomi Regional Sumatera tahun 2020.

Ini bukanlah mimpi, pembnagunan jembatan trans Meranti – Sumatera Air Mabuk – Futong, merupaan bagian dari strategi Pemkab Kepulauan Meranti menjadikan kawasan ini sebagai pintu gerbang ekonomi Regional Sumatera. Dengan terbangunya jembatan ini, seluruh akses ekonomi kawaasan regional Sumatera – Jalur Niaga Internasional Selat Malaka dan pertumbuhan ekonom SIJORI akan terpusat di Selatpanjang. Selain itu, akses kawasan hinterland Ekonomi Khusus Batam, Natuna dan Tanjungbalai Karimun dengan daratan Sumatera, juga akan terpokus di Kota Selatpanjang.

“Pada tahun 2020 mendatang, kota Selatpanjang akan menjadi pusat ekonomi yang berkembang pesat. Kota Selatpanjang akan tumbuh pesat, tidak hanya menjadi Bandar Niaganya Meranti, disisi lainnya seluruh tumpuhan aktifitas perniagaan dan industry Singapura, Johor Malaysia dan Batam, akan tumpah di Meranti yang terpusat di kota Selatpanjang. Untuk itu, Pembangunan Jembatan Air Mabuk – Futong ini menjadi bagian terpenting dari upaya Pemkab Meranti dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi regional dan nasional,” ungkap Bupati Meranti, Irwan Nasir, MSi.

Secara strategis, pembangunan jembatan Air Mabuk – Futong ini tidak hanya akan membuka akses ekonomi kawasan regional Sumatera. Disisi lainya, pembangunan jembatan sepanjang 2,8 kilo meter ini akan membuka akses kawasan utara Pulau Tebing Tinggi yang kaya akan potensi perikanaan dan wisata alamnya ini menjadi kekuatan ekonomi bagi Pemkab Meranti untuk menarik investor menanamkan modalnya ke Meranti. Perairan Selatpanjang yang memisahkan antara Pulau Tebing Tinggi Meranti dengan daratan Sumatera, memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Potensi perikanan tangkap dengan jenis ikan terubuk, patin laut dan berbagai sepesies ikan ekonomis lainnya berkembang biak di perairan Selatpanjang yang merupakan pusat pertemuan antara periaran Kuala Kampar yang bersumber air tawar, dengan perairan Selat Air Hitam yang merupakan eskosistem perairan laut. Dengan demikan, perairan Selat Panjang tidak hanya akan menjadi pusat industry maritime perikanan tangkap, juga bisa dikembangkan industry maritime budidaya kejapung yang sangat potensial untuk mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat pesisir pantainya.

Dibagian lain, kawasan perairan Selat Panjang yang meruapakn bagian utara Pulau Tebing Tinggi, memiliki potensi wisata eksotis dengan hamparan pasir pantainya di desa Tanjung Gadai. Pantai pasir yang menghampar sepanjang 3 kilometer ini menghadap ke perairan Kuala Kampar daratan Sumatera. Keindahan panorama pantainya, tidak hanya akan menjadi daya tarik wisatawan local dan asing. Dengan memanfaatkan perahu-perahu milik masyarkaat, para wisatawan bisa menikmati keasikan untuk menangkap ikan di perairan Selat Panjang.

Keindahan panorama kawasan pantai pasir Tg. Gadai ini juga diperkuat dengan keberadaan dua buah pulau yang dimiliki Meranti yakni Pulau Panjang dan Pulau Sejadi, yang merupakan dua buah gugusan pulau mangrove. Rumpun hijau mangrove di kedua buah pulau yang mengapung dinatara jembatan Air Mabuk – Futong ini, akan menjadi kawasan wisata mangrove yang sangat alami.

“Pembangunan jembatan Air Mabuk – Futong, akan turut membuka akses pemanfaatan sumber daya alam di bagian utara Pulau Tebing Tinggi. Kawasan sekitar jembatan Air Mabuk – Futong, akan kita jadian pusat wisata alam perairan dan wisata mangrove di Pulau Panjang serta Pulau Sejadi. Masyarakat Tebing Tinggi Timur berharap, rencana pembangunan jembatan Air Mabuk – Futong ini bisa segera teralisasi. Jembatan trans Sumatera Air Mabuk – Futong ini akan menjadi destinasi ekonomi dan wisata alam Meranti,” ungkap Camat Tebing Tinggi Timur, Helfandi, SE, MSi.***Ruslan Nahrowi

Ambil Alih Peran Perairan Sungai Siak-Pekanbaru
Jembatan Air Mabuk – Futong, memiliki peran strategis bagi Kabupaten Kepulauan Meranti. Jembatan yang dibangun dengan shring program anggaran antara Pemkab Meranti – Siak dan Propinsi Riau ini, akan memutus rentang kendali transportasi dari kawasan niaga Selat Malaka dengan daratan Sumatera. Selama berates tahun, jalur transportasi ekonomi Pekanbaru sangat tergantung pada periairan Sungai Siak. Kondsisi perairan sungai Siak yang berkelok, dengan proses sedimentasi yang terjadi terus menerus akibat abrasi bantaran tebing Sungai Siak, menyebabkan perairan Sungai Siak tak lagi aman untuk menjadi akses penghubung ke kota Pekanbaru.

Dengan dibangunnya jembatan Air Mabuk – Futong, seluruh akses transportasi barang dan jasa akan terpokus di Selatpanjang, baru kemudian menyebar ke daratan Sumatera melalui Kerinci Pelalawan ke jalur lintas timur dan kota Pekanbaru. Jalur transportasi antara kawasan darata sumatera dengan kawasan niaga Internasional Selat Malaka akan semakin dekat dan singkat. Hal ini tentunay akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dikawasan pesisi Sumatera dan Meranti.

“Tidak hanya Meranti yang diuntungkan, Siak Dan Pelalawan juga akan mendapatkan imbas positif dari pembangunan jembatan Air Mabuk – Futong. Dengan terbangunnya jembatan ini, akses ekonomi Kabupaten Pelalawan dan kawasan jalan lintas timur akan semakin dekat dengan kawasan niaga internasional Selat Malaka.
Imbas lainnya, aktifitas ekonomi masyarakat di pesisir utara pulau Sumatera di wilayah Kabupaten Siak dan Pelalawan, juga akan turut tumbuh secara positif. Untuk itu, pembangunan jembatan Air Mabuk – Futong ini, tidak hanya menjadi destinasi masyarakat Meranti, tapi juga menjadi sebuah mimpi bagi masyarakat Pelalwan dan Siak” ungkap Abdul Haris Bupati Pelalwan.

Keberadaan kota Selatpanjang sebagai Bandar niaga, sudah berlangsung sejak lama mulai dari zaman kerajan Siak Sri Indura. Keberadaan kota Selatpanjang ini memilki peran penting bagi aktifitas ekonomi masyarakat Siak dan Pelalawan. Untuk masyarakat Pelalawan yang berada dikawasan Kuala Kampar, seluruh aktifias kebutuhan ekonominya dipasok dari kota Selatpanjang. Dengan memanfaatkan sarana angkuan laut, KM Andigo yang rutin dua kali seminggu, berbagai barang kebutuhan hidup masayarakat Kuala Kampar mulai dari Penyalai, Pulau Tiga, Serapung sangat tergantung pad aktifitas pasar Kota Selatpanjang. Demikian juga aktifias ekonomi masyarakatnya, hamper 80 persen aktifitas ekonomi masyarkat kawasan kuala Kampar terkoneksi dengan kota Selatpanjang.

Hal yang sama juga terjadi untuk masyarakat Kabupaten Siak yang berada di bagian utaranya, mulai dari Sungai Rawa, Tanjung Pal,Sungai Apit, Tg. Buton, Mengkapan maupun Teluk Lanus. Seluruh aktifitas ekonomi masyarakat di dareah ini, tidak terlepas dari peran ekonomi Kota Selatpanjang. Hanya saja, akses transportasi masyarakat di kawasan pesisir utara Siak dengan Selatpanjang, sedikit lebih mudah dan murah.

Azman Abnur, Anggota DPR RI Komisi X mengatakan, Kota Selatpanjang memiliki peran yang sangat penting bagi ekonomi regional Sumatera. Kota Selatpanjang dengan kawasan niaga Meranti, tidak hanya akan menjadi kota transit yang menjadi pintu gerbang bagi masyarakat di daratan Sumatera dengan perairan Selat Malaka dan Batam, dengan terbangunnya jembatan Air Mabuk – Fotong, akan turut membuka akses ekonomi masyarkaat Meranti dan kawasan sekitarnya.
Untuk itu, program pembangunan jembatan trans Sumatera, Air Mabuk – Futong, merupakan staregi yang sangat cerdas, bagi Pemkab Meranti untuk memposisikan daerahnya sebagai pusat perniagaan dan industry. Ini akan menjadi destinasi munculnya Meranti sebagai salah satu kawasan niaga dan industry yang memiliki keunggulan. Tidak hanya dari sisi

poensi kekayaan sumber daya alamnya, tapi juga posisi strategisnya.
“Dengan segala konskuensinya, Meranti kedepan, akan menjadi daerah yang sangat berkembang pesat. Akses ekonomi Batam dan kawasan segitia ekonomi SIJORI akan terpokus di Meranti, yang menjadi pintu gerbang bagi daratan Sumatera. Sekarang mungkin belum, tapi lima atau sepuluh tahun kedepan, setelah jembatan ini siap dibangun dengan dukungan infrastruktur kota Selatpanjang yang kondusif, Kota Selatpanjang ibarat naga yang siap menggeliat” beber anggota Komisi X DPR RI tersebut.(rus)

Harapan Ekonomi Meranti di Masa Depan

Pembangunan jembatan trans Sumatera, Air Mabuk – Futong tidak hanya mengemban misi strategis dari sisi ekonomi Meranti dan kawasan regional Sumatera. Pembangunan jembatan yang menalan dana Rp4.4 trilun rupiah ini, memiliki peran strategis dari semua sisi. Kawasan belakang Selatpanjang yang meliputi 5 desa, selama ini jauh terisolir dari pusat kota Selatpanjang, akan turut terbuka dari keterisoliran. Ribuan Komunitas Adat Tertinggal yang salaam ini hidup jauh tertinggal, akan terbuka dengan akses dunia luar. Hal ini tentunya menjadi harapan besar bagi ribuan anak-anak KAT, yang tinggal dijauh dipelosok pedesaan Kepau Baru bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.

Harapan besar dari pembangunan jembatan Air Mabuk – Futong, tidak hanya menjadi bagian dari strategis pembangunan Pemkab Meranti. Kalangan dunia industry juga menilai, pembangujan jembatan ini akan memberikan dampak yang sangat besar bagi perkembangan investasi dan industry di Meranti. Terbukanya kawasan pesisir utara Pulau Tebing Tinggi dan kawasan Pesisir utara Sumatera di Siak Dan Pelalawan ini, akan turut memberikan dampak posiitf bagi dunia usaha untuk turut mengembangkan modalnya di Meranti. GM PT National Sago Prima Erwin menilai, pembangunan jembatan Air Mabuk – Futong, memang menalan dana anggaran yang sangat prestesius untuk sebuah kabupaten baru,seperti Meranti. Namun dari sisi ekonomi secara makro untuk masa depan, besarnya nilai investasi yang ditanamkan Pemkab Meranti untuk membangun jembatan ini akan memberikan keuntungan yang sangat bagi pemkab Meranti. Tidak hanya menjadikan dareah ini sebagai gerbang ekonoi kawasan regional Sumatera. Disisi lainnya, terbangunya jembatan ini akan menjadi garansi bagi dunia usaha dan investasi untuk menamkam modalnya di daerah ini.

“Pembangunan jembatan ini akan menambah keyakinan dunia usaha dan investor untuk menjadikan Meranti sebagai tujuan investasi. Apalagi dukungan regulasi yang sangat kondusif. Meranti kedepan tidak hanya akan tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di Riau. Meranti kedepan, akan mampu memainkan perannya dengan segala potensinya, menyaingi Batam, dan kawasan segitiga SIJORI. Yang paling jelas, ini akan memjadi alasan kuat kami pihak mangemen PT NSP untuk terus mengembangkan industry yang telah dibangun ini menjadi lebih besar. Dan PT NSP siap membangun sinergi bersama, membangun infrastruktur untuk masa depan anak-anak Meranti. PT NSP dan PSF (Putra Sempoerna Pondation), peran dan tanggung jawab bersama untuk ikut membangun sumber daya Meranti. Jembatan Air Mabuk – Futong ini akan menjadi harapan bersama bagi semua pihak, untuk masa depan daerah ini menjadi lebih baik,” ungkap GM PT NSP Erwin.

Sementara, Danrem 031 Wira Bima Pekanbaru, Brigjen Teguh Rahardjo dalam kunjungannya ke Tanah Merah Meranti beberapa waktu lalu, juga mengungkapkan penegasan yang sama. Strategi pembangunan infrastruktur yang tepat, tidak hanya akan membuka keterisoliran ribuan masayrakat Meranti. Program pembangunan infrastruktur yang diiringi dengan pencapaian tujuan masa depan, akan menjadikan Meranti menjadi basis kekuatan ekonomi, social, budaya, Politik dan keamanan nasional. Meranti adalah beranda terdepan, yang menjadi penjaga marwah NKRI. Untuk itu, strategis program pembangunan yang digegas harus menjadi bagian dari masa depan semua pihak, tidak hanya menjadi tujuan jangka pendek.

“Pembangunan empat buah jembatan yang digesa Pemkab Meranti, tidak hanya memiliki strategis dari sisi peningakatan ekonomi daerah dan nasional. Pembangunan empat buah jembatan (Jembatan Selat Rengit, Jembatan Sungai Suir, Jembatan Pelantai-Ketapang dan Jembatan Air Mabuk – Futong) adalah bagian dari strategi nasional dalam menjaga keutuhan NKRI. Kita akan jadikan program pembangunan ini, sebagai salah satu program pembangunan nasional dibidang Hankam dalam dalam menjaga keutuhan kesatuan wilayan Kabupaten Kepulaaun Meranti di NKRI sebagai salah satu pulau terluar di Propinsi Riau. Ini semua akan menjadi harapan semua pihak, untuk masa depan yang lebih damai dan baik.” tegas Danrem 031 Wira Bima Pekanbaru tersebut (rus)

Share