Kamis09122013

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Perang Baliho Antar Caleg dan Partai

Perang Baliho Antar Caleg dan Partai

Usaha Percetakan Panen Order

Hiruk-pikuk menjelang pemilihan umum legislatif di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya di Kota Tanjungpinang, sudah terasa sejak dimulai penerimanan pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) yang dibuka oleh partai peserta pemilu. Sejak itu terjadi perang spanduk dan balio diantara partai dan bacaleg.
Perang spanduk di jalan-jalan protokol dan pintu masuk perumahan, selain itu juga perang stiker caleg yang ditempel dimobil sudah mulai marak jauh sebelum pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) yang di umumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik Kota/kabupaten bahkan Provinsi.

Pantuan Haluan Kepri di Kota Tanjungpiang, sudah banyak spanduk dan baliho yang terpasang baik di jalan-jalan protokol bahkan di jalan akan masuk ke perumahan penduduk. Baliho dan spanduk yang dipasang juga beragam ukuran.

Menurut La Ode Iwan Solihin yang saat ini merupakan caleg dari Partai Gerindra, sebenarnya pemasangan baliho di jalan-jalan sudah dilakukan sejak, jauh sebelum diumumkannya DCT oleh pihak KPU.

"Para caleg sebelumnya sudah memasang baliho dan stiker di mobil sejak dimulainnya pendaftaran di partai-partai yang diusungnya, setelah mendaftar di partai banyak para caleg yang langsung memasang baliho baik di lokasi tempat tinggal caleg juga di jalan yang dianggap seterategis dilihat oleh masyarakat," ujarnya saat di temuai di percetakan di Tanjungpinang, Sabtu, (31/8).

Menurut La Ode sapaan akrabnya, pemasangan baliho terutama oleh caleg yang baru memulai bergabung dengan partai politik, serta baru pertama mencalonkan diri sebagi calon anggota legeslatif yang ramai dipasang di jalanan.

"Selain untuk memperkenelakan kepada masyarakat, juga sebagai ajang sosialisasi, dengan memasang baliho dan terpampang foto dirinya, tentunya masyarakat yang tadinya tidak mengetahui akan mengetahui," jelasnya.

"Selain itu dengan pemasangan baliho di jalan sangat efektif untuk mensosialisasikan dan memperkenalkan diri kepada masyarakat. Tetapi, juga tidak ditinggalkan dengan cara mengunjungi masyarakat atau memperkenalkan diri dan tentunya meminta dukungan dan doanya agar terpilih menjadi anggota dewan," ungkapnya menambahkan.

Biasanya ungkap La Ode, kalau yang baru mulai mencalonkan diri, bila terkendala dana maka baliho yang dipasang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu banyak, hanya ditempat disekitar lingungan daerah pemilihan tidak sampai meluas.

"Lain halnya dengan calon yang telah duduk, atau yang sudah menjadi anggota dewan, pastinya mereka akan memasang baliho atau stiker yang lebih besar dan banyak. Asa juga yang baru maju namun karena memiliki biaya tentunya memasang baliho dengan ukuran besar dan banyak," ungkapnya lagi.

La Ode juga menambahakan, saat ini DCT telah diumumkan baik di tingkat Kabupaten/kota serta provinsi, namun saat ini masih menunggu peraturan KPU terkait peraturan pemasangan baliho dan lainnya.

"Para calon legislatif, saat ini masih menunggu disahkannya peraturan tata cara pemasangan baliho dan alat peraga sosialisasi lainnya. Masih tiarap lah saat ini, namun yang terlanjur dipasang ya sudah dibiarkan. Memang dengan diatur sedemikan rupa tentunya akan lebih tertata dan tidak terkesan semrawut. Karena yang sudah diketahui bahwa pemasangan baliho itu setiap caleg harus memasang hanya dua baik di kelurahan dan kecamatan. Kita tunggu saja realisasi keputusan KPU itu," kata La Ode.

"Bila itu telah diberlakukan maka seharusnya diterapkan juga kepada partainnya, sehingga tidak merusak pemandangan di jalan-jalan protokol, selama ini partai bersaing dalam pemasangan baliho . Sehruasnya juga nanti jangan hanya kepada caleg tetapi kepada partainya juga diberlakukan sama dalam pemasangan baliho," harapnya.

Sementara itu hal berbeda disampaikan oleh Basyarudin Idris, yang merupakan caleg dari PDI Perjuangan dapil Kota Tanjungpinang untuk Provinsi Kepri, terus terang dengan akan adanya peraturan KPU terkait pengaturan dan tata cara pemasangan baliho bagi caleg sangat disayangkan.

"Hal ini kan, cuma lima tahun sekali bukannya setiap tahun, jadi wajar saja bila caleg memasang baliho lebih dari yang akan ditentukan oleh KPU. Sangat tidak setuju bila peraturan ini diberlakukan, biarkan saja para caleg mensosialisasikan dirinya dimana yang dia sukai," tegas Basyaruddin.

Ia juga menambahkan, bila dibatasi pemasngan baliho tentunya merugikan bagi caleg, masyarakat tentunya tidak akan mengetahui siapa-siapa yang akan maju menjadi anggota legislatif baik di kota/kabupaten dan juga di Provinsi.

"Namun dengan banyaknya mamasang baliho, masyarakat akan lebih mengenal siap-siapa saja orang yang akan maju sebagi anggota dewan dalam pemilu yang akan datang. Jangan dibatasi biarkan saja para caleg memasang baliho, namun dengan syarat tentunya tidak merusak keindahan dan merusak lingkungan," ungkapnya.

"Intinya jangan dibatasi dalam pemasangan baliho dan juga stiker di mobil-mobil, kapan lagi kita akan mensosialisasikan diri kita kepada masyarakat dengan cara ini, tentunya juga para caleg mempunyai cara sendiri untuk merebut simpati pendukungnya. Baliho itu cara yang efektif untuk memperkenalkan diri dan mempromosikannya," ungkapnya lagi.


Kebanjiran Order

Sementara bagi pengusaha percetakan di Kota Tanjungpinang, momentum ini tentunya menjadi tambang emas untuk mengeruk keuntungan. Maklum, orderan untuk pembuatan baliho dan spanduk juga lainnya, sejak pembukaan penerimaan fendaftaran bacaleg ke partai-partai sudah mulai bergeliat dan terus meningkat pemesanan pembuatan baliho.

Semenjak dibukanya pendaftaran bagi caleg oleh partai politik, permintaan akan percetakan terus meningkat Selain itu permintaan juga naik saat menjelang momen-momen hari besar keagaman dan hari-hari nasional lainnya. Karena para caleg akan memberikan ucapakan sesuai dengan momen hari besar tersebut seperti momen perayaan Idul Fitri 1434 Hijriah.

Salah satunya percetakan yang mendapatkan berkah dari proses pemilihan legislatif ini adalah Pinang Advertising yang beralamat di Komplek Bintan Centre KM 9 Tanjungpinang. Sejak mulai dibukannya pendaftaran caleg di partai peningkatan smapai 100 persen.

Menurut Darmadi, pemilik usaha percetakan Pinang Advertising, permintaan pembuatan baliho, spanduk dan laiannya mengalami peningkatan yang sangat derastis, bila sebelumnya permintaan pembuatan baliho hanya dari pihak swasta dan pemerintahan saja.

"Biasanya permintaan pembuatan baliho dan spanduk hanya dari pihak swasta dan pemerintahan. Namun setelah adanya pencalegan sangat ramai dengan para caleg yang membuat baliho dan lainnya dan itu peningkatanya lebih dari seratus persen," ungkapnya.

Pesanan meningkat ungkap Darmadi bukan hanya dari Kota tanjungpinang saja, tepai ada dari Bintan, Anambas, Natuna, Lingga yang mencetak di Kota Tanjungpinang, karena di tempat kabupaten lainnya belum banyak yang membuka percetakan.

"Itu tadi yang pesan untuk membuat baliho, bukan hanya para caleg Tanjungpinang dan Bintan saja, tetapi para caleg dari Natuna, ANambas, Lingga dan ini yang meningkatkan akan permintaan pebuatan baliho dan lainnya," katanya.

"Ditambah lagi degan adanya peringatan nasional serta hari besar keagamaan, dan ini dimanfaatklan oleh sebagian besar para caleg. Seprti saat akan puasa dan hari raya Idul Fitri banyak para caleg yang membuat baliho dan spanduk yang mengucapkan selamata berpuasa dan juga mengucapkan selamat hari raya idul fitri dan ini memen yang bertepatan sekali. Selain untuk mensosialisasikan diri juga senagai bentuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat," ungkpanya.

Terus terang ujar Darmadi sesudah pengumuman penetapan DCT oleh KPU, para caleg sedikit berkurang dalam pesanan pembuatan baliho dan yang lainnya. Hal ini karena katanya, pihak partai dan caleg, tengah menunggu peraturan tentang pemasangan baliho dan spanduk serta alat peraga lainnya.

"Mereka masih menunggu akan peraturan KPU, namun pembuatan baliho dan spanduk oleh para caleg baru lebih tinggi dibandingkan oleh para caleg yang akan maju untuk kedua kali atau ketiga kali. Ini mungkin disebabkan selain yang sudah duduk menjadi dewan sudah dikenal oleh kalangan masyarakat," ujarnya.

Pinang Advertising tegas Darmadi walau kebanjiran pemesanan pembuatan baliho, tetapi perusahaannya tetap memperhatikan kwalitas dan kwantitas yang dihasilkannya. Sehingga pelanggan tidak merasa kecewa dan kapok.

"Kami selalu menjaga hasil kwalitas dari percetakan, tidak mengurangi sedikitpun obat-obatan dan bahan lainnya demi keuntungan sesaat. Selain itu kita menjaga waktu, artinya begini bila waktu pembuatan dijanjikan satu hari ya kita harus siapkan satu hari itu tidak ada kamus molor, sehingga pelanggan tidak merasa kecewa, terkecuali diakibatakan kerena mati lampu atau faktor lainnya," ungkapnya lagi.

Saat ditanya terkait harga pembuatan baliho Darmadi mengatakan, memang ada tiga tingkatan pertama harga kepada pihak swasta, harga kepada pemrintahan dan harga kepada partai atau caleg itu semua berbeda.

"Khusus bagi partai dan caleg, harganya sedikit lebih rendah dari swasta dan pemerintahan, ini dikarenakan pihak partai atau caleg biasnya memesan orderan bayak, sehingga kita memberikan diskon khusus itulah perbedaannya, namun harga tetap relatif bagi pihak swasta dan pemerintahan," ungkapnya.

Persaingan antara percetakan di Tanjungpinang tambah Darmadi, masih sangat bagus sampai saat ini, semua memegang kwalitas hasil cetakan, memang tidak dipungkiri ada saja pihak percetakan yang membanting harga, tetapi tidak banyak.

"Persaingan diatara perusahan percetakan masih bagus. Kalau kita di sini jangan sampai mengecewakan pelanggan itu intinya dan benar-benar menjaga kwalitas," tutupnya. *** Oleh: Sutana

Share