MEMASUKI musim haji tahun 2013, embarkasi Batam siap menjamu calon jamaah haji (CJH) dengan service yang memuaskan. Berbagai fasilitas dan sarana yang dibutuhkan jamaah baik saat keberangkatan maupun kepulangan telah jauh-jauh hari dibenahi. Kini, embarkasi Batam telah siap menerima 7.883 CJH yang berasal dari tiga provinsi yakni Kepri, Riau dan Jambi.
Ada pemandangan yang sedikit berubah saat Haluan Kepri menengok langsung kondisi Asrama Haji Batam Centre khususnya di Aula keberangkatan di Ruang Arafah I. Tahun ini aula tersebut telah dilengkapi dengan fasilatas tambahan berupa dua unit televisi LCD 60 inchi. Melalui layar televisi tersebut CJH setiap saat bisa melihat informasi seputar haji seperti jadwal keberangkatan dan pemulangan, lokasi masjidil Haram dan lokasi pemondokan serta lainnya.Selain fasilitas tambahan tersebut, embarkasi Batam juga telah memoles ruang pertemuan jamaah dan keluarga, kamar tidur jamaah, poliklinik, dapur umum, tempat parkir dan fasilitas umum lainnya dengan standar nasional dan internasional.
Sementara bagi CJH yang membutuhkan pelayanan, panitia menerapkan sistem pelayanan one stop service seperti untuk pemeriksaan kesehatan, living cost, paspor, gelang identitas dan lainnya. Barang-barang tersebut diserahkan langsung oleh panitia di aula asrama kedatangan.
" PPIH Batam akan berusaha mempertahankan predikat sebagai salah satu embarkasi terbaik di Indonesia. Karena itu, seluruh persiapan, mulai dari asrama haji, transportasi, perhubungan, kesehatan, hingga penerbangan kita pastikan semua sudah siap. Kita tidak ingin kekhusyukan JCH terganggu karena hal-hal sepele," kata Ketua PPIH Batam H Handarlin H Umar .
Pelayanan lainnya yang diberikan oleh CJH mulai dari penjemputan jamaah yang tiba dari daerah bandara atau pelabuhan. Mereka akan dijemput menggunakan bus yang telah disiapkan 30 menit sebelumnya kedatangannya. Selama perjalanan dari bandara atau pelabuhan domestik menuju asrama haji akan dikawal voorijder. Begitu juga dengan pengawalan angkutan barang atau bagasi milik jamaah dari bandara atau pelabuhan domestik menuju asrama haji dikawal voorijder.
Petugas kloter
Sedangkan petugas kloter terdiri dari 90 orang yang dirangkum dalam 18 kelompok penerbangan. Rinciannya, gelombang satu sebanyak 15 kloter dan gelombang dua sebanyak 3 kloter. Komposisi kloternya, Provinsi Kepri terdiri kloter 1 dan 7, Provinsi Jambi kloter 2, 3, dan 4, Provinsi Riau kloter 4 s.d 14, dan Provinsi Kalimantan Barat kloter 14 s.d kloter 18.
Khusus jamaah Kepri, kloter 1 terdiri dari Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Bintan, Kota Batam, dan Kabupaten Lingga. Sedangkan kloter 7 dari Kota Tanjungpinang, Kabupaten Karimun, dan Kota Batam. Dengan terbitnya SK Menag ini menegaskan bahwa Embarkasi Batam sangat layak melayani jamaah dari empat provinsi.
Seperti keunggulan bandara yang sudah memiliki kelengkapan persyaratan embarkasi. Antara lain status dan kemampuan bandar udara, jumlah calon jamaah haji dan fasilitas pelayanannya, serta teknis penyelenggaraan ibadah haji yang efektif dan efisien. Hal ini sebagaimana tertuang dalam SKB Menteri Agama dan Menteri Perhubungan RI Nomor 383 tahun 2004.
Dengan adanya pelayanan dan fasilitas tersebut, tidak berlebihan kiranya pertanyaan dari b anggota Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah yang menyatakan, Embarkasi Haji Batam merupakan satu yang terbaik di antara embarkasi lain di Indonesia karena memberikan pelayanan maksimal yang rapi.
"Batam ini termasuk yang terbaik, jauh lebih baik dibanding embarkasi yang lain," kata Ledia usai melepas jamaah calon haji kelompok terbang satu Embarkasi Batam, Selasa (10/9).
Menurut Ledia, penataan penerimaan hingga pelepasan jamaah haji relatif sangat baik. Seluruh jamaah dibimbing untuk mendapatkan pelayanan terbaik, mulai dari tiba di pelabuhan atau bandara di Batam hingga pemulangan jamaah.
"Ini tidak lepas dari dukungan yang diberikan pemerintah daerah. Karena mestinya urusan haji menjadi urusan pusat, tapi Pemerintah Daerah Kepri memberikan dukungan yang sangat besar sehingga pelaksanaannya baik," kata Ledia. ***
Menunaikan Ibadah Haji Banyak Cobaan dan Godaan
UNTUK mendapat prediket haji mabrur tidaklah gampang. Calon Jamaah Haji (CJH) harus melalui serangkaian kegiatan haji yang membutuhkan kekuatan fisik dan kesiapan mental. Karena itu, Gubernur Kepri, Drs. H. Muhammad Sani mengingatkan kepada CJH bahwa untuk senantiasa menjaga hati selama berada di Tanah Suci karena selama di sana akan banyak cobaan dan godaan.
"Saya mengharapkan, agar JCH bisa menjaga hati, karena banyak cobaan dan godaan disana, " ujar Sani saat melepas keberangkatan JCH Kloter I Embarkasi Batam pada Selasa (10/9) lalu.
Gubernur mengingatkan, menunaikan ibadah haji itu banyak cobaan dan godaan. Untuk itu, ia mengharapkan, JCH tetap berdoa pada Allah SWT agar diberi kekuatan agar bisa menjalankan ibadah haji dengan baik. Sani juga menekankan, JCH agar selalu menjaga kesehatan diri. Karena untuk menjadi JCH, tidaklah mudah dan memerlukan perjuangan.
"Jagalah kesehatan, karena, kesehatan sangat penting. Selain itu JCH Embarkasi Batam agar selalu menjaga kekompakan dan memperkuat persaudaraan. Kebersamaan dalam pelaksanaan ibadah haji, sangat dibutuhkan dan juga saling tolong menolong. Saya mengharapkan kekompakan, tolong menolong dan saling membantu diwujudkan dalam rombongan," harapnya.
Selain itu, gubernur berharap tidak ada terjadi keterlambatan dalam pemberangkatan CJH.
“Kita sama-sama berharap jangan sampai terlambat seperti tahun lalu. Namun, saya telah menerima laporan bahwa tidak terjadi keterlambatan dan itu satu kemajuan yang dicapai tahun ini”, kata Sani.
Menyinggung masalah infrastruktur Asrama Haji, Gubernur mengatakan akan terus mendorong BP Kawasan Batam untuk segera melakukan penyempurnaan Asrama Haji.
“Kita terus mendorong, namun sekarang ada koridor yang harus kita jalani”, tambah Sani.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kloter)I Embarkasi Batam telah lepas landas tepat waktu sekitar pukul 10.10, Selasa (10/9) lalu dengan pesawat Saudi Arabian Airlines (SAA). Sebanyak 444 jamaah asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diberangkat dari Bandara Hang Nadim menuju Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz Madinah.
Keberangkatan JCH Kloter I yang terdiri dari Batam 259 jamaah, Natuna 42 jamaah, Lingga 55 jamaah, Bintan 77 jamaah, dan Anambas 11 jamaah. Dalam kloter 1 terdapat 5 orang jamaah yang ditunda keberangkatannya ke Arab Saudi yaitu Dahlia Bustami Masri Binti Bustami asal Lingga yang menurut hasil pemeriksaan tim dokter dinyatakan positif hamil 4 minggu. Eva Marhaini Binti Muhammad Samin asal Batam, dikarenakan sakit harus dimutasi ke kloter 2, Suharto Abu Bin Abu Bakar asal Kota Batam yang merupakan pendamping dimutasi ke kloter 2, Susilawati Sugianto Wirjo Sarjono asal Batam yang ditunda dan dimutasi ke kloter 18, Raden Hartoyo Victor Quintoro asal Batam yang ditunda dan dimutasi ke kloter 18.
Menurut jadwal, jamaah haji kloter I itu akan kembali ke tanah air pada 21 Oktober 2013 pukul 11.05 WIB. Berdasarkan hasil Qur’ah Maktab tahun 1434 H/2013 M, selama berada di Makkah, JCH kloter I akan menempati pemondokan di wilayah Bakhutmah maktab 42 nomor rumah 901 dan 902. JCH tertua dalam kloter 1 tercatat atas nama Yahma Nakadin Pani Bintin Kodim Daimah dengan usia 84 tahun asal Kabupaten Bintan dan jamaah termuda atasanama Neny Umiar Binti Sudarsono dengan usia 22 tahun asal Kota Batam.
Ketua PPIH Embarkasi Batam, H Handarlin H Umar melalui Sekretaris Panitia, Mazdjad menuturkan, semua proses keberangkatan berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti yang dihadapi dalam kesiapan keberangkatan JCH Kloter I sejak penerimaan jamaah di Asrama Haji.
Menurut Mazdjad, adapun petugas yang mendampingi sebanyak lima orang dalam satu kelompok. Satu dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), satu Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). Tiga orang dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), terdiri dari satu dokter dan dua paramedis.
Mazdjad menjelaskan, jamaah tersebut akan berangkat melalui Bandara Internasional Hang Nadim pada pukul 10.00 WIB, menggunakan maskapai Arabian Airlines dengan nomor penerbangan SV5205. JCH akan dilepas Gubernur Kepri HM Sani dengan disaksikan rombongan Komisi VIII DPR RI pada pukul 05.45 Wib di Aula Asrama Haji.
Sementara itu, selain ditemani lima orang Tim PPIH, setiap satu Kloter, para jamaah yang jumlahnya 450 orang, akan dibagi dalam 10 rombongan. Di setiap rombongan terdapat empat regu, dengan jumlah JCH per regunya sebanyak 11 sampai 12 orang, termasuk ketua regu atau rombongan.
"Jadi, satu regu ada ketuanya. Kemudian, dalam empat regu disatukan dalam rombongan yang juga ada ketua. Mereka bertugas mengakomodir anggota rombongan atau regunya," katanya.
Para ketua, diberi insentif sebesar 250 ribu Riyadh untuk ketua regu dan 360 ribu Riyadh untuk ketua rombongan. Kata Mazdjad, mereka diberikan uang saku sebagai beban tanggung jawab selaku ketua. Oleh: Johni dan Bayu.Share




