MUSIM Haji tahun 1434 Hijriah tidak hanya membawa berkarkah bagi pedagang perlengkapan haji tetapi juga usaha foto digital haji yang membuka usaha di Asrama Haji Batam Centre. Selama hampir satu bulan ke depan, usaha musiman ini akan kecipratan rezeki dari jasa pengambilan foto para jamaah haji.
Uniknya usaha ini, jamaah bisa memesan di lokasi tempat berfoto yang di Tanah Suci. Dengan teknik editing foto yang sangat rapi, jamaah seolah-olah sedang berfoto saat melaksanakan rangkaian kegiatan haji. Dan hasil editing foto ini bisa selesai dalam waktu lebih kurang 15 menit.
"Untuk satu foto kami bisa mengerjakan sekitar 15 menit tapi jamaah belum bisa mengambilnya karena mereka belum melaksanakan ibadah haji langsung di Tanah Suci. Foto baru bisa diambil setelah pulang dari Mekkah," ujar Muhammad. Nasrullah, selaku fotografer usaha foto digital haji kepada Haluan Kepri kemarin.
Dalam pemesan foto, jamaah haji bebas menggunakan pakaian apa saja karena fokus pengambilan hanya close up saja. Sementara pakaian, jamaah haji bisa memilih pakaian haji sesuai dengan contoh yang telah disediakan. Sedikitnya ada sekitar sepuluh contoh pakaian haji yang bisa dipilih, baik untuk jamaah haji pria maupun wanita.
"Ketika difoto jamaah haji bebas menggunakan pakaian apa saja. Kalau perlu tidak usah memakai make up karena lebih gampang dalam proses pengeditan. Jamaah bisa memesan fotonya di lokasi mana di Tanah Suci," jelas Nasrullah.
Biasanya ada dua tempat yang dipilih jamaah untuk berfoto yakni Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Karena pada dua tempat itu, jamaah haji tidak diperbolehkan membawa kamera. Kalau di Masjid Nabawa, jamaah haji menggunakan pakaian bebas sedangkan di Masjidil Haram memakai pakaian iqram.
Bagi jamaah haji yang berfoto sebelum berangkat ke Tanah Suci, foto baru bisa diambil setelah nanti pulang ke Tanah Air. Namun kebanyakan jamaah memesan foto setelah mereka kembali sebagai kenang-kenangan karena ketika di Mekkah tidak sempat mengambil foto. Pada foto yang sudah diedit, juga tertulis nama jamaah lengkap dengan gelar haji serta kloter keberangkatan.
Sedangkan untuk harga foto tidak terlalu mahal, untuk foto ukuran 10 R+ hanya Rp100 ribu, ukuran 12 R ditawarkan Rp150 ribu per foto dan ukuran paling besar 20 R sekitar Rp300 ribu. Bagi jamaah yang memesan langsung dengan bingkai dikenakan biaya tambahan.
"Kebanyakan jamaah haji memesan foto ukuran 12 R dan 20 R dengan lokasi di Majid Nabawi dan Masjidil Haram," terang Nasrullah yang sehari-hari bekerja sebagai supervisor di Herbal Life.
Menjual foto
Deretan ratusan foto hasil jepretan juga terlihat berjejer rapi seperti jemuran kain di salah satu sudut jalan menuju ruang makan di pemondokan asrama haji Batam Centre.
Foto-foto hasil jeprestan Irwan tersebut yang dipajang tersebut merupakan foto para calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci. Ada foto close up, ada juga foto jamaah haji bersama keluarga dan para jamaah haji lainnya.
"Buat kenang-kenangan mas, sebelum berangkat ke Tanah Suci. Harga fotonya juga terjangkau dan bisa ditawar," ujar Romlah, salah satu calon jamaah haji yang saat itu sedang memilih foto.
Para jamaah haji lainnya juga terlihat ingin membeli foto-foto yang dipajang tersebut. Sebagian mereka bahkan ada yang tidak tahu kapan fotografer mengabadikan dirinya.
"Tadinya saya hanya melihat-lihat saja namun karena ada foto saya dipajang saya jadi pengen beli," ujar Siti, jamaah haji lainnya.
Irwan merupakan fotografer tetap selama musim haji. Bersama kru nya, Irwan memang selalu menunggu-nunggu musim haji. Selama proses pemberangkatan dan pemulangan calon jamaah haji, kesibukan mereka tidak pernah berhenti. Mereka bahkan stand by 24 jam dan mengambil foto secara bergantian.
"Alhamdulillah selama musim haji kesibukan kami lumayan meningkat dari hari-hari biasa karena harus mengambil foto ribuan calon jamaah haji," ujar Irwan kepada Haluan Kepri.
Pria yang sehari-hari memang membuka studio foto dan menjadi fotografer ini mengaku sudah lebih 10 tahun menjadi juru foto di asrama haji. Pengalamannya menjadi fotografer membuat Ia setiap tahun dipercaya untuk menjadi fotografer khusus calon jamaah haji.
Irwan mengaku, setiap musim haji dirinya bersama dua rekannya memang kecipratan rezeki karena marekalah fotografer yang diizinkan membukan stand di komplek pemondokan jamaah haji. Padahal calon jamaah haji yang mampir ke pemondokan ini ribuan orang dari berbagai daerah di Sumatera.
"Sehari sedikitnya kami menjepret 450 calon jamaah haji. Biasanya hampir 40 persen dari mereka membeli foto-foto hasil jepretan kami," papar pria asal Sumatera Barat ini.
Untuk satu ukuran foto 4 R, irwan mematok harga Rp10 ribu bahkan jika calon jamaah haji memesan sampai tiga foto bisa lebih murah. Selain murah, jamaah haji juga tidak perlu menunggu lama hasil foto mereka karena dalam 1 jam foto sudah selesai.
"Kita semata-mata tidak mencari keuntungan karena itu harga foto tergantung dari kemampuan calon jamaah haji. Karena foto juga menjadi cendera mata sekaligus kenang-kenangan bagi jamaah haji dan keluarga mereka," ulas Irwan sambil menyandang kamera Nicon D.90
Sementara Edison, rekan Irwan menambahkan, foto-foto yang diambil tidak hanya kegiatan jamaah selama di pemondokan. Ada juga jamaah yang memesan foto tetapi telah melalui proses editing dengan backgrown suasana di Tanah Suci.
"Sampai musim haji berakhir biasanya foto-foto hasil cepretan kami telah dibeli oleh jamaah haji. Mungkin sisanya hanya sekitar 20 persen saja yang tinggal," imbuh Edison. ***Oleh: Johni F.Liputan BatamShare
Bisa Pesan Foto Lokasi di Tanah Suci Usaha Foto Digital Haji
- Minggu, 15 September 2013 00:00




