MENJELANG Hari Raya Idul Adha 1434 Hijriah, permintaan hewan kurban semakin meningkat. Para pebisnis hewan kurban pun meraup untung yang berlipat karena bertepatan dengan musim pemilu. Hewan kurban dijual dengan harga bervariasi menurut jenis hewan dan ukurannya.
Pasar hewan kurban di pinggir-pinggir jalan mulai ramai dikunjungi pembeli. Rata-rata sehari, pedagang bisa menjual 5 sampai 10 ekor kambing dengan harga yang bervariasi.
Ahmad (28) salah seorang pedagang hewan kurban yang ditemui Haluan Kepri, Kamis (19/9) di kawasan Bida Asri 2, Batam Centre mengaku, permintaan hewan kurban sedikit meningkat dari tahun sebelumnya. Meski kenaikan harga dari hewan kurban tak begitu signifikan namun penjual hewan kurban dan akekah itu mengaku memperoleh omset besar.
"Pembeli tidak hanya pereorangan tetapi lebih banyak dari organisasi, pengurus masjid dan kelompok-kelompok masyarakat dan mereka biasanya membeli dari jumlah lebih dari satu ekor," kata pria yang sehari-hari biasanya menjual bunga taman ini.
Diperkirakan ada sekitar 50 ekor hewan kurban baik kambing maupun sapi yang sudah ditawar pembeli. Kalau persediaan hewan tersebut habis, Ahmad akan mengordernya lagi ke pemasok yang mendatangkan hewan kurban dari Palembang. Namun biasanya, lanjut Ahmad, semua hewan kurban yang dipesannya habis terjual mendekati hari raya haji bahkan acapkali dirinya kehabisan stok.
"Alhamdulillah, keuntungan dari bisnis ini bisa memenuhi kebutuhan keluarga serta membayar gaji karyawan saya,"ungkap Ahmad yang mengaku mempekerjakan tiga orang karyawan untuk membantu menjual hewan kurban.
Menurutnya, hewan kurban yang ia pasarkan kepada pembeli tergantung besar kecilnya bentuk hewan seperti jenis kambing ukuran besar dijual antara Rp2 juta hingga Rp 2,5 juta, ukuran sedang Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Sedangkan untuk harga sapi saat ini berkisar Rp10 juta hingga Rp12 juta perekornya, itupun masih bisa negosiasi.
Permintaan Meningkat
Permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha 2013 diperkirankan mengalami peningkatan sebesar 30 persen. Hal itu dikarenakan seiring dengan musim Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang mana banyak Calon Legislatif (Caleg) yang mencoba mengambil simpati pemilihnya degan membagi-bagikan hewan kurban.
Wakil Ketua Asosiasi Persatuan Hewan Ternak Batam (APHTB), Safri MZ menyampaikan, naiknya harga hewan kurban tidak memperngaruhi permintaan. Pada tahun ini diperkirakan permintaan hewan kurban akan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
"Tahun ini diperkirakan ada peningkatan permintaan hewan kurban sebesar 20-30 persen. Pada tahun lalu Sapi ada sebanyak 1.800 ekor dan kambing 8.500 ekor yang didatangkan dari Jawa, Lampung, dan Padang," terangnya.
Dia menjelakan, peningkatan permintaan hewan kurban tersebut dikarenakan saat sekarang ini sudah memasuki musim Pemilu. Sehingga banyak yang membeli untuk dibagi-bagikan. Serta juga adanya warga Singapura yang rutin berkurban di Batam dan sekitarnya.
Dia menyampaikan, untuk hewan kurban pada tahun ini mengalami kenaikan harga dari tahun lalu. Dikarenakan biaya operasional pengiriman dari tempat pembeliannya di Jawa, Lampung dan Padang, di samping harga yang memang sudah tinggi dari daerah asal.
Dia menyampaikan, sapi banyak masuk dari Lampung, di mana proses pengirimannya cukup panjang. Dari Lampung, sapi diangkut dengan angkuran darat menuju Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, kemudian baru diangkut ke Batam melalui laut.
"Harga di sana (Jawa, Lampung dan Padang-red) masih tinggi. Ditambah biaya operasional pengangkutannya yang tinggi juga. Biaya pengangkutan naik karena BBM naik," terangnya.
Dia menyampaikan, untuk sapi kenaikan diperkirakan berkisar Rp1 jutaan. Pada tahun lalu dijual Rp10-11 jutaan, tahun ini diperkirakan naik menjadi Rp12 juta. Sedangkan untuk Kambing pada tahun lalu Rp1,3, tahun ini diperkirakan naik menjadi Rp1,5 juta.
Meski sudah banyak yang memesan, namun hewan untuk kebutuhan kurban baru akan dipasok dua pekan sebelum lebaran. Hal itu karena kambing dari daerah luar sangat sulit untuk bertahan hidup di Batam karena pengaruh perbedaan cuaca
"Yang sudah memesan sama saya saja sudah ada 50 orang. Untuk sapi biasanya dua minggu sebelum lebaran baru mulai masuk, sedangkan untuk kambing biasanya seminggu menjelang hari raya kurban baru didatangkan," pungkasnya. ***Oleh: Johni/Armat Juang
Kenali Ciri-ciri Hewan Kurban Sehat
Bagaimana cara memilih Hewan Kurban serta tanda sehat hewan kurban agar semakin sempurna amalan kita dalam rangka menyambut Hari Idul Adha 1433 Hijriah. Perhatikan tips berikut ini.
1.Pilih Hewan Kurban yang cukup umur
Kriteria umur : Kambing dan Domba 12-18 bulan,Sapi dan Kerbau 22 bulan Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengetahui umur ternak antara lain adalah melihat catatan kelahiran ternak tersebut, yaitu dengan bertanya kepada pemiliknya, atau dapat dilihat dari gigi ternak tersebut. Jika gigi susunya telah tanggal (dua gigi susu yang di depan), itu menandakan ternak tersebut (kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau sekitar 22 bulan.
2.Pilih Hewan Kurban yang Sehat
Secara fisik memilih hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba bisa melihat aktivitasnya. Bila pergerakannya aktif saat didekati itu berarti hewannya sehat. Gerak/temperamennya bebas, lincah, kuat, bersemangat, tidak pincang, tidak gelisah, dan selera makannya bagus.
Kemudian, rambut atau bulunya halus, mengkilap, tidak rontok, tidak mengalami kebotakan, tidak berdiri,tidak ada perubahan warna, tidak dihinggapi parasit kulit (caplak, tungau, kutu, dll.).
Selanjutnya, mata bersinar dan jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air (eksudat), tidak berwarna merah (yang berarti juga tidak sedang terjadi perdarahan), dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang. Bila ditemukan mata hewan ternak yang beleken dan keruh, itu berarti sedang sakit.
Bentuk tubuhnya harus standar. Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal. Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang.
Selain itu, dapat pula dilihat pada bagian mulut. Apabila mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah, tentu hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit.
Karena saat ini lagi musim hujan, hewan rawan terkena diare dan cacingan.Biasanya pada hewan yang cacingan kulitnya terlihat kusam dan badannya kurus. (net/jof)
Share




