Sarana Promosi Kepri ke Dunia Internasional
Perhelatan Tamadun Melayu I 2013 yang berakhir hari ini di Gedung Daerah, Tanjungpinang menjadi sarana promosi bagi provinsi Kepri ke dunia internasional
Demikian disampaikan Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono saat membuka perhelatan Tamadun Melayu I 2013 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (27/9).
Manfaat dari perhelatan ini yang pertama yakni, dari segi budaya, tentunya kebudayaan melayu yang merupakan 'Bunda Tanah Melayu' akan semaki terangkat di mata nasional dan juga internasional, karena yang mengikuti Tamadun Melayu ini diikuti dari 14 Provinsi dan juga beberapa negara luar negri.
Manfaat yang kedua, yakni dari segi ekonomi, dengan digelarnya perhelatan ini tentunya akan berimbas pada sektor ekonomi dan akan langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya di Kota Tanjungpinang.
Pengertian dari "Tamadun" yang berasal dari kata Arab “Maddana” yang berarti peradaban, dapat diartikan sebagai keadaan atau kondisi kehidupan bermasyarakat yang bertambah maju. Jadi Tamadun Melayu merupakan Peradaban Melayu yang sudah maju dan berkebang pesat.
Sementara itu pada pembukaan Tamadun Melayu I 2013 Wapres berharap, ajang ini bisa memperkuat ketahanan budaya Indonesia sehingga mampu menjadi penyeimbang derasnya kebudayaan asing yang masuk di era globalisasi. Sehingga dapat membentengi generasi muda Indonesia.
Wapres juga menambahkan, sejarah membuktikan bahwa kebudaya Melayu sudah sejak lama menjadi unsur dominan dalam kebudayaan di Indonesia dan di negara-negara lainnya. Torehan tinta emas, Raja Ali Haji yakni Gurindam 12 adalah salah satu karya besar yang mengabadikan nilai-nilai luhur dan ajaran-ajaran luhur yang tidak lekang dalam perjalan Melayu.
"Sastra Melayu, yang merupakan karya besar Raja Ali Haji mempunyai pengaruh yang sangat luas pada kesusasteraan bangsa kita, itulah semua sumbangan Melayu yang sangat besar terhadap bangsa kita. Tapi bagi kita yang hidup masa kini, sumbangan yang paling nyata dan akan tetap abadi adalah konsensus kita untuk terus menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional kita, yang menjadi bahasa pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia yang berasal, berinduk, dan kemudian berkembang dari bahasa Melayu."
"Perhelatan Tamadun Melayu I diharapkan akan dapat menjadi forum untuk memperkenalkan sejarah dan tamadun alam Melayu, terutama kepada generasi muda untuk memperkuat ketahanan budaya kita di tengah deras arus globalisasi," ujar Wapres.
Tamadun Melayu, kata Wapres, juga dimaksudkan sebagai ajang kepada semua seniman, budayawan, sejarawan. untuk menggali dan melestarikan serta berkreasi dan mengembangkan khazanah kebudayaan Melayu sesuai perkembangan zaman. Selain itu Tamadun Melayu ini juga dijadikan sebagai ajang untuk mempromosikan Kepulauan Riau sebagai sebuah tujuan utama wisata baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Perhelatan ini, lanjut dia, tentu dilaksanakan bukan tanpa dasar. Kepulauan Riau memiliki sejarah sendiri, terutama pada masa kerajaan Lingga-Johor dan Pahang. Kepulauan Riau adalah pusat peradaban Melayu bagi negeri-negeri Melayu serumpun.
"Saya yakin, sasaran yang dinginkan akan bisa dicapai, apabila kegiatan ini bisa diikuti dengan langkah-langkah konkrit serta tindak lanjut konkrit dari Pemerintah Daerah dan akan dirasakan oleh masyarakat Kepri, termasuk di dunia usahanya. Semoga perhelatan ini dapat memperkuat kecintaan kita kepada khazanah kebudayaan Melayu dan memberikan kesan yang indah kepada kita semua," imbuh Wapres.
Wapres pun berharap, melalui Tamadun Melayu ini persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk akan semakin kokoh dan persaudaraan di antara negara-negara serumpun Melayu bertambah kuat.
Selain Wapres dan istri, pembukaan Tamadun Melayu I juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Gubernur Kepulauan Riau HM Sani, sejumlah Gubernur dari provinsi yang diundang serta dari seluruh Bupati dan Walikota se-Kepri dan juga tokoh-tokoh adat, agama, dan undangan lainnya.
Rombongan Wapres tiba di Gedung Daerah di Tanjungpinang tepat pukul 14.00 WIB. Acara dimulai dengan menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia yang dibawakan oleh pelajar SMA di Kota Tanjungpinang yang di ikuti oleh seluruh peserta. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Dudui Sa'dullah, setelah itu pembacaan doa oleh Kepala Kantor Wilayah Agama Kepri, Handarlin Umar.
Sementara Gubernur Kepulauan Riau HM Sani dalam sambutannya menyampaikan, perhelatan ini digagas untuk persatuan silahturahmi negeri serumpun negeri Melayu yang luas.
"Meski masih tergolong provinsi termuda usia bukanlah suatu hambatan. Kami akan terus bekerja dan bekerja menjadikan negeri berkarakter dan bertauladan. Sebagai provinsi yang menjadi pintu gerbang, tentunya kami mempunyai tanggung jawab yang kuat untuk terus menjaga NKRI," ujar Gubernur.
Usai melakukan pemukulan Gendang Makara oleh Wapres sebagai tanda dibukanya acara Tamadun Melayu I, kegiatan dilanjutkan dengan arak-arakan pawai budaya yang diawali dari peserta Negeri Melaka, Negeri Kedah, Pulau Pinang, Johor Baru yang merupakan saudara kandung dari Kepulauan Riau, Negeri Kelantan, Negeri Selangor, Singapura, dan dari Thailand.
Kemudian diikuti dari provinsi-provinsi di Indonesia yang diawali dari Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatra Barat, Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, dan Provinsi Sulawesi Barat.
Selanjutnya pawai dari kabupaten/kota se-Kepulauan Riau yang diawali dengan penamilan dari Kota Batam, Kabupaten Lingga, Kabupaten Bintan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Karimun, dan tuan rumah Kota Tanjungpinang.
Acara pembukaan Tamadun Melayu berlangsung semarak dan meriah. Tampak ribuan masyarakat dari penjuru Kepulauan Riau berbaur dengan para wisatawan asing memenuhi lokasi-lokasi tempat berlangsungnya kegiatan. Acara pembukaan berakhir pukul 16.00 WIB.
usai menyaksikan pagelaran pawai kebudayaan yang berakhir pada pukul, 16.00 WIB, rombongan Wapres langsung meninggalkan tempat acara dan menuju Bandara RHF Tanjungpinang. Rombongan lepas landas dari Bandara RHF pukul 17.00 WIB.
Untuk mensukseskan acara bertaraf internasional yang berlangsung tiga ini, Pemerintah Provinsi Kepri memang melibatkan seluruh instansi yang ada, baik vertikal maupun horizontal termasuk TNI/Polri sejak jauh-jauh hari ke dalam kepanitiaan.
Pemerintah juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kepri agar turut meramaikan dan membuat sukses acara yang melibatkan 17 provinsi di Indonesia dan empat 4 negara yang tergabung dalam Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).
"Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Kepri mengharapkan partisipasi dari seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kota Tanjungpinang dan Bintan untuk ikut menyukseskan kegiatan ini, dengan tetap menjaga suasana yang kondusif selama kegiatan berlangsung," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Kepri Riono
Ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Tamadun Melayu I ini. Di antaranya, pawai kebesaran sejarah dan tamadun alam Melayu, pameran kebesaran sejarah Melayu, festival seni budaya Melayu Kepri, panggung seni budaya Melayu, seminar kebesaran sejarah dan tamadun alam Melayu. Selain itu ada wisata sejarah dan budaya di Ulu Riau dan Pulau Penyengat serta akan diakhiri dengan penutupan dan pergelaran kegemilangan budaya Melayu.
Adapun tempat-tempat penyelenggaraan meliputi, panggung utama di Gedung Daerah yakni untuk pembukaan, pentas seni tamadun alam Melayu dan penutupan kegemilangan alam melayu. Kemudian di Anjung Cahaya untuk kegiatan pentas musik tamadun alam Melayu. Sedangkan di gedung Aisyah Sulaiman untuk kegiatan teater tradisi tamadun alam Melayu dan pameran artefak sejarah Melayu yang digelar di Lapangan Mamak Den.
Selanjutnya di Gedung Perpustakaan untuk pelaksanaan festival seni budaya Melayu dan pameran UKM. Terakhir di Gurindam Square untuk kegiatan pameran budaya dan panggung sastra modern tamadun alam Melayu.
"Pembukaan akan diawali dengan pawai kebesaran sejarah dan tamadun alam Melayu di Gedung Daerah. Yakni sebuah pawai alegoris yang akan menampilkan puncak-puncak kebesaran sejarah dan tamadun alam Melayu di Kepulauan Riau serta keragaman khazanah kebesaran sejarah dan tamadun alam Melayu dari masing-masing daerah dan negara peserta yang ikut andil dalam momen ini," kata Riono.
Dengan diselenggarakannya Tamadun Melayu ini, kata Riono, pemerintah daerah berharap dapat mendongkrak perekonomian di Kepri, khususnya di Kota Tanjungpinang. Hal tersebut mengingat banyak sektor swasta yang dilibatkan, di antaranya transportasi baik darat, laut maupun udara, pihak perhotelan restoran dan lain-lain.
"Intinya, kesuksesan kegiatan ini akan menjadi kesuksesan kita semua, bukan hanya milik Pemerintah Provinsi Kepri saja. Melainkan milik seluruh masyarakat kepri," ujarnya. ***Oleh: Sutana.Liputan Tanjungpinang
Share









