Perhelatan Tamadun Melayu I Tahun 2013 yang digelar di Ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tanjungpinang berdampak pada luas bagi perputaran ekonomi di kota tersebut. Salah satunya tingkat hunian hotel yang penuh hingga tiga hari ke depan.
Gubernur Kepri HM Sani, saat meninjau persiapan Perhelatan Tamadun Melayu I tahun 2013 di Gedung Daerah kepri beberapa hari lalu mengatakan, perhelatan tersebut tidak hanya mengangkat peradaban budaya Melayu, tetapi juga berimbas pada semua sektor, seperti sektor jasa, kuliner dan lainnya.
"Dari dampak ekonomi misalnya, dari sekian banyaknya peserta tentunya membutuhkan makan, minum, tempat menginap dan lain-lainnya. Ini akan berimbas langsung pada masyarakat terutama pedagang dan juga hunian hotel akan penuh oleh peserta," ujarnya.
Sani juga mengatakan, peserta yang datang bukan hannya dari dalam negri namun juga dari luar negeri. Ada 14 provinsi yang mengikuti perhelatan akbar ini, belum lagi masyarakat umum dari daerah Kepri lainnya yang datang untuk melihat perhelatan tersebut, yang tentu berefek dari segi ekonomi.
"Tentunya perhelatan ini akan meningkatkan bidang kepariwisataan dan promosi Kepri, khususnya Tanjungpinang. Tentunya akan mempercepat Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu yang akan dikenal dari dalam dan luar negeri," harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kepri Guntur Sakti, di lokasi acara mengatakan, perjelatan tersebut secara otomatis mendatangkan direct income bagi warga Tanjungpinang, ke depannya juga akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Kepri.
"Akan banyak dampaknya di bidang ekonomi yang akan berputar. Mulai dari jasa transportasi seperti kapal, pesawat, sewa atau rental mobil, taksi, ojek hingga angkot. Selain itu dibidang kuliner dan kerajinan serta yang lainnya, pasti akan mendapatkan imbas penghasilan dari kedatangan peserta Tamadun ini," jelas Guntur, Jumat (27/9).
Kegiatan ini tambah Guntur, merupakan salah satu perspektif utama yang merupakan respon sekaligus jawaban untuk mencapai visi dan misi Gubernur Kepri HM Sani dan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo untuk mengusung visi kebudayaan menjadikan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu.
"Pagelaran ini akan berdampak pada pariwisata, diharapkan daya tarik wisata yang berbasis kebudayaan setidaknya akan terangkat dan akan terkenal. Perehelatan ini juga bisa sebagai ajang promosi kepada peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri," tutupnya.
Sementara, Prof Datuk DR Mohd Jamil Bin Mukmin, Vice Chairman Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Malaysia saat berkunjung ke Dompak beberapa hari sebelum perhelatan digelar mengatakan, acara ini sangat baik dan bagus dalam mempertahankan budaya Melayu sama seperti mempertahankan identitas bangsa dan memperkokoh jati diri persatuan anggota DMDI.
"Dengan kemajuan zaman, budaya ini bisa perlahan-lahan terkikis. Karena itu, di Malaysia, budaya Melayu sangat diprioritaskan. Di Malaysia juga terdapat Majelis Budaya Melayu yang mengurusi budaya ini,"kata Jamil.
Jika dilihat dari sejarahnya, lanjut Jamil, budaya Melayu bermuasal dari Kepri. Di zaman itu, datang pasukan dari Kerajaan Sriwijaya yang menyerang Kerajaan Melayu di Pulau Bintan. Selanjutnya ke daerah Singapura lalu bergerak lagi ke Malaka.
"Jadi, dulu silsilahnya dari Kerajaan Sriwijaya. Lepas itu Kerajaan Melayu Malaka dan Kerajaan Melayu Johor serta Riau Lingga. Karena itu, negara-negara Melayu ini tidak bisa terlepas satu sama lain. Acara tamadun melayu ini perannya untuk menguatkan kembali persatuan negara- negara Melayu," terangnya.
DMDI Malaysia juga akan memberikan peranan penting di acara akbar ini. Ada dua agenda penting yang akan diikuti yakni Seminar Peradaban Budaya Melayu dan Pagelaran Seni Budaya Melayu. "Dalam seminar nanti, kita akan undang negara-negara anggota DMDI. Tim persembahan kebudayaan Melayu berasal dari Singapura, Johor, Kelantan, Brunai, Kamboja dan lainnya," jelasnya. ***Oleh: SutanaShare
Tamadun Melayu Geliatkan Ekonomi
- Minggu, 29 September 2013 00:00




