MINAT warga Batam untuk berkurban setiap tahun selalu meningkat. Karena itu, pada Idul Adha tahun ini pemerintah meningkatkan jumlah pasokan hewan kurban menjadi 2.000 ekor. Dinas P2K juga sudah menyiapkan tim untuk memeriksa kesehatan hewan kuran sebelum disembelih.
Menurut Kabid Pusat Kesehatan Hewan Dinas P2K Sri Yuneli, hewan kurban yang masuk ke Batam kebanyakan berasal dari provinsi lain seperti Lampung, Sumatra Barat, dan Bali.
"Hewan yang masuk harus dalam keadaan sehat fisiknya, apabila hewan tersebut kurang sehat, maka Dinas tidak akan mengeluarkan surat izin tersebut," ujarnya.
Dikatakan, umur hewan yang masuk ke Batam berusia berkisar antara dua tahun ke atas (yang sudah berganti gigi). Begitu tiba di Batam langsung ditempatkan di kawasan Sei Temiang.
"Hewan masuk ke Batam kondisinya sudah berganti gigi dan siap untuk dipotong pada hari raya Idul Adha," paparnya.
Tim teknis dari Dinas KP2K, mengawasi dan memeriksa hewan-hewan yang dikurbankan. Ini dilakukan supaya hewan kurban yang akan dikurbankan itu tidak mengandung penyakit. "Tim kami turun ke lapangan mengawasi hewan kurban tersebut," ungkapnya.
Pemeriksaan yang dilakukan tim tersebut, ada dua yakni pemeriksaan secara fisik (Antemortum) dan pemeriksaan setelah hewan sudah dipotong, dan tim wajib memeriksa organ tubuh bagian dalam pada hewan tersebut (Postmortum).
"Pada pemeriksaan fisik, kami melihat dari matanya apabila jernih berarti bagus, tanduknya lengkap dua, tubuh hewan tidak ada yang luka, tidak mengeluarkan lendir pada mulut hewan tersebut dan bulunya mengkilat,"tegasnya.
Dan sambungnya,"kalau pemeriksaan organtubuh bagian dalam pada hewan, di lihat dari dagingnya tidak boleh lembek kali, hatinya," ujarnya.
Tim tersebut akan bergerak tujuh hari sebelum Idul Adha. Pemeriksaan akan dilakukan hanya ditempat yang banyak hewan kurbanya. "Hanya sebagai sampel bagi kami, dan kami melakukannya di tempat orang yang banyak melakukan pemotongan tersebut," paparannya.
Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Persatuan Hewan Ternak Batam (APHTB), Safri MZ menilai, permintaan hewan kurban pada Idul Adha 2013 ini diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 30 persen.
Hal itu dikarenakan seiring dengan musim Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang mana banyak Calon Legislatif (Caleg) yang mencoba mengambil simpati pemilihnya degan membagi-bagikan hewan kurban. Menurutnya, naiknya harga hewan kurban tidak mempengaruhi permintaan.
"Tahun ini diperkirakan ada peningkatan permintaan hewan kurban sebesar 20-30 persen. Pada tahun lalu Sapi ada sebanyak 1.800 ekor dan kambing 8.500 ekor yang didatangkan dari Jawa, Lampung, dan Padang," terangnya.
Dia menjelakan, peningkatan permintaan hewan kurban tersebut dikarenakan saat sekarang ini sudah memasuki musim Pemilu. Sehingga banyak yang membeli untuk dibagi-bagikan. Serta juga adanya warga Singapura yang rutin berkurban di Batam dan sekitarnya.
Dia menyampaikan, untuk hewan kurban pada tahun ini mengalami kenaikan harga dari tahun lalu. Dikarenakan biaya operasional pengiriman dari tempat pembeliannya di Jawa, Lampung dan Padang, di samping harga yang memang sudah tinggi dari daerah asal.
Dia menyampaikan, sapi banyak masuk dari Lampung, di mana proses pengirimannya cukup panjang. Dari Lampung, sapi diangkut dengan angkuran darat menuju Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, kemudian baru diangkut ke Batam melalui laut.
"Harga di sana (Jawa, Lampung dan Padang-red) masih tinggi. Ditambah biaya operasional pengangkutannya yang tinggi juga. Biaya pengangkutan naik karena BBM naik," terangnya.
Dia menyampaikan, untuk sapi kenaikan diperkirakan berkisar Rp1 jutaan. Pada tahun lalu dijual Rp10-11 jutaan, tahun ini diperkirakan naik menjadi Rp12 juta. Sedangkan untuk Kambing pada tahun lalu Rp1,3, tahun ini diperkirakan naik menjadi Rp1,5 juta.
"Yang sudah memesan sama saya saja sudah ada 50 orang baik hewan sapi maupun kambing," tutupnya.
Harga hewan kurban di Kota Batam tahun ini diperkirakan semakin mahal 20% akibat kenaikan harga BBM bersubsidi. (Cw57/jof)***
Kenali Hewan Kurban Bebas Antraks
Beberapa hari lagi kita umat Islam akan menuju Hari Raya Kurban atau Idul Adha. Kecemasan akan virus anthrax kembali ramai dibicarakan.
Sebagai informasi, anthrax merupakan penyakit menular akut yang bisa dibilang mematikan karena bakteri Bacillus anthracis yang biasa banyak menyerang hewan herbivora.
Penyakit yang satu ini bersifat zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia. Manusia dapat terinfeksi karena kontak dengan hewan yang terkena anthrax. Hal ini bisa terjadi melalui daging, tulang muda, kulit, maupun kotoran hewan tersebut.
Selain itu, penularan juga dapat terjadi bila seseorang menghirup spora dari produk hewan yang sakit misalnya kulit atau bulu yang dikeringkan. Seperti diketahui, antraks dapat memasuki manusia melalui usus, paru-paru (dihirup), atau kulit (melalui luka).
Untuk terhindar dari virus antraks, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:
* Jika Anda ingin membeli hewan kurban, pastikan membelinya di lokasi yang telah dipercaya memberi vaksin anthrax kepada semua hewannya.
* Bulu hewan terlihat bersih dan mengilap.
* Nafsu makan hewan terlihat normal.
* Hewan bernafas secara teratur.
* Hewan terlihat aktif dalam bergerak.
* Mulut, hidung, mata, telinga, dan anus hewan terlihat bersih dan berwarna cerah. Tidak keluar darah atau terlihat pucat.
* Suhu tubuh hewan menunjukkan angka 39 hingga 40 derajat celcius.
* Tinja hewan juga terlihat normal atau tidak encer.
* Selain itu, dari daging hewan yang terinfeksi anthrax, Anda bisa mengindentifikasinya dari daging yang berwarna pucat, berair, dan juga berbau. (dsb/jf)
Share
Periksa Dulu Sebelum Disembelih Antisipasi Hewan Berpenyakit
- Minggu, 06 October 2013 00:00



