Kini wajah kelam malam Desa Tanah Merah sontak berubah, cahaya lampu listrik menjadi penghias malam. Samar-samar bunyi suara televisi dan riuh warga desa yang bersorak menyaksikan siaran lansung partai final Piala AFF antara timnas U19 dengan tim Vietnam, terdengar memecah malam desa yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka tersebut. Wajah Desa Tanah Merah, dalam kurun tiga tahun ini memang sudah berubah. Jalan semenisasi, listrik menyala sepanjang menjadi wajah baru desa berpenduduk lebih dari 3000 jiwa tersebut.
Cerita di atas merupakan sepenggal dari sebuah bukti keseriusan Pemkab Meranti dalam menggesa percepatan pembangunan infrastruktur di pedesaan Meranti. Seiring dengan peningkatan APBD Kabupaten Kepulauan Meranti, program percepatan pembangunan infrastruktur dasar terus digesa. Dengan porsi 60 persen dari total APBD yang diperuntukkan bagi program belanja publik, realisasi penggunaan anggaran diarahkan pada upaya pembenahan pembangunan infrastruktur mulai dari pembangunan jalan, jembatan, sekolah dan listrik pedesaan. Ketiga aspek pembangunan infrastruktur ini memang menjadi prioritas Pemkab Kepulauan Meranti. Berdasarkan data Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kepulauan Meranti, setiap tahunnya belasan miliar rupiah untuk pembangunan listrik pedesaan melalui program Meranti terang benderang. Dalam tiga tahun, Pemkab Kepulauan Meranti telah menggelontorkan dana sebesar Rp46.270.675.000 untuk merealisasikan program listrik untuk masyarakat.
Bupati Kepulauan Meranti Irwan, MSi mengatakan, penyediaan listrik untuk masyarakat menjadi salah satu priortias program pembangunan infrastruktur dasar di Meranti. Digesanya program penyediaan listrik untuk masyarakat pedesaan ini sebagai upaya untuk memberikan spirit pada masyarakat untuk lebih produktif. Disamping itu, dengan tersedianya listirk di pedesaan diharapkan mampu mengubah wajah kelam malam di pedesaan menjadi terang benderang. Bayangkan saja, sebelum Meranti mekar persentase elektrifikasi listrik di Meranti hanya 32%, jauh dari kabupaten kota lainnya. Lebih dari 75% dari 101 desa dan kelurahan di Meranti belum menikmati listrik. Kondisi ini jelas sangat miris, sementara negeri ini sudah merdeka lebih dari 68 tahun.
Realitanya, aktifitas perekeonomian daerah dan negeri ini di sumbangkan oleh masyarakat pedesaan. Sementara masyrakat pedesaan sangat miskin
sentuhan pembangunan kelistrikan. Berpijak dari kondisi riil tersebut, Pemkab Meranti berupaya untuk terus mengalokasikan anggaran penyediaan listrik pedesaan melalui program Meranti terang benderang. “Dengan kondisi desa-desa yang rural jaringan PLN, jelas sangat tidak mungkin berharap listrik. Apalagi dengan kondisi mesin PLN yang sangat terbatas. Kalau menunggu PLN masuk ke puluhan desa-desa tepencil, entah sampai kapan harus
menunggu. Untuk itu, kita berupaya mengirimkan mesin-mesin ginset untuk menyediakan listrik bagi masyarakat diberbagai pelosok pedesaan terpencil. Alhamdulilah, dalanm kurun waktu tiga tahun ini sudah lebih dari 27desa yang menikmati pogram listirk pedesaan melalui program listrik pedesaan yang dianggarkan Pemkab Meranti melalui APBD disetiap tahun anggarannya.
Untuk tahun 2013 ini, kita alokasikan anggaran sebesar 11.582.500.000 untuk penyediaan listrik di 11 desa. Untuk merealisasiakan program Meranti terang benderang, kita butuh anggaran sebesar 25 miliar lagi. Kita optimis dengan kekuatan anggaran tersebut, pada tahun 2015 seluruh pedesaan di Meranti sudah terang benderang dialiri listrik” ungkap Bupati Irwan, MSi.
Selain menggesa penyediaan listrik pedesaan melalui program penyediaan mesin ginset disetiap tahun anggaran, Pemkab Kepulauan Meranti juga membangun sinergi dengan pihak PLN dalam membangun penyediaan jaringan listrik. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik masayrakat yang berada diareal jaringan listrik PLN. Kebijakan ini juga terus dilakukan dengan membangun sinergi yang melibatkakn Pemkab Meranti, PLN dan EMP dalam upaya penyediaan listrik tenaga gas di Pulau Padang.
Dengan memanfaatkan potensi tambang gas EMP di Bagan Melibur, Pemkab Meranti dengan PLN berupaya membangun PLTMG Bagan Melibur untuk penyediaan listrik murah bagi warga pedesaan di Pulau Padang yang pengoperasiannya dilakukan pada bulan Nopember 2012 lalu. Meskipun kapasitas awalnya berkisar 0.5 MW, minimal beberapa desa di Kecamatan Merbau Pulau Padang tersebut sudah dapat menikmati listrik secara permanan 24 jam. Dengan demikian, harapan masyarakat pulau terluar tersebut untuk segera menikmati listrik kini terwujud. “Listrik memang menjadi persolan yang serius bagi Pemkab Meranti. Untuk itu, kita tarus membangun sinergi dengan PLN dan EMP untuk meningkatkan pemanfaatan energy gas di Pulau Padang bagi penyediaan listrik murah untuk masyarakat. Untuk tahap awal, dari PLTMG Bagan Melibur kita mampu menyediakan listrik dengan kapasitas 0,5 MW dan akan terus ditingkatkan sampai 1,5 MW. Tujuan kita, seluruh pedesaan di Pulau Padang bisa dialiri listrik dari PLTMG Bagan Melibur ini selama 24 jam” beber Bupati.
Komitmen Pemkab Kepulauan Meranti dalam meningkatkan elektrifikasi listrik untuk masyarkat terus ditingkatkan, tidak hanya dengan memanfaatkan energy gas. Pada tahun 2011-2012, Pemkab Kepulauan Meranti juga berupaya menyediakan listrik untuk fasilitas umum seperti pelabuhan dengan penyediaan listrik energy surya. Dengan kebijakan ini, paling tidak Sembilan titik lokasi pelabuhan yang menjadi basis akses pelabuhan umum dan rakyat, kini sudah terang benderang. Aktifitias pelabuhan bisa dilakukan 24 jam. Kebijakan ini merupakan satu trobosan yang sangat positif, secara bertahap Pemkab Meranti telah menunjukkan konsekuensinya dalam memanfaatkan pengembangan energy alternative untuk peningkatan elektrifikasi. Hal inilah yang kemudian menginspirasi PLN untuk memberikan penghargaan kepada Bupati Kepulauan Meranti Irwan, MSi, sempena Hari Listrik Nasional. “Kita memberikan apresiasi yang sangat besar pada Bupati Irwan, MSi yang memiliki inovasi dan bukti nyata dalam memberikan konstribusi peningkatan elektrifikasi listrik.
Tidak hanya bagai kepentingan PLN wilayah Riau, tapi juga untuk kepentingan listirk nasional. Dengan program listrik desa, sinergi PLTMG dan invoasi penggunaan listrik tenaga surya di beberapa titik pelabuhan, membuktikan bahwa inovasi dan kebijakan Pemkab Meranti benar-benar membantu PLN dalam menyediakan listrik untuk masyarakat. Untuk itu,atas nama seluruh keluarga besar PLN kami mengucapkan selamat dan trima kasih pada Bupati Irwan, MSi. Mudah-mudahan ini menjadi langkgah awal bagi kita untuk terus membangun sinergi yang positif dalam membangun ketersediaan listrik untuk masyarakat” ungkap Manger PLN Wilayah Riau Kepri Dody Pangaribuan dalam acara PenyerahanPengahraan sempena Hari Listrik Nasional ke-68 di hotel Pangeran Pekanbaru kemarin.
Menurut Dody, sebelum Kabupaten Kepulauan Meranti mekar dan memiliki penerintahan defenitif, ratio elektrifikasi listrik Meranti sangat rendah 32%. Namun seiring dengan kebijakan Pemkab Kepulauan Meranti yang terus berupaya menyediakan listrik untuk masyarakat pedesaan melalui alokasi anggaran APBD mulai tahun 2001 sampai 2013, ratio elektrifikasi listrik Meranti terus meningkat. Kebijakan ini diperkuat Pemkab Kepulauan Meranti melalui sinergi dengan PLN dan EMP, upaya untuk meningkatkan ratio persentasi semakin nyata. Untuk itu, PLN memberikan apresiasi positif pada Pemkab Meranti atas segala inovasi dan kebijakan dalam menyediakan listrik untuk masyarakat. “PLN tetap konsisten untuk terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kapasitas produksi energi listrik di Meranti. Kita dukung penuh program Pemkab Kepulauan Meranti untuk menjadikan Meranti terang benderang pada tahun 2015 mendatang” ungkap Manager PLN Wilayah Riau Kepri tersebut.
Sementara itu Kepala PLN wilayah Dumai yang membawahi PLN Selatpanjang Rahmad Hadi mengatakan, upaya peningkatan produksi daya listrik diberbagai wilayah Meranti baik di PLN Selatpanjang, Lemang, Tg. Samak maupun PLTMG Bagan Melibur akan terus ditingkatkan. Kemampuan PLTMG Bagan Melibur yang memiliki potensi daya awal 0,5 mega akan ditingkatkan sampai 1,5 mega. Sebagai bentuk realisasinya untuk tahun 2013, upaya penambahan jaringan sepanjang 35 kilo meter terus dilakukan. Dengan upaya ini, diharapkan harapan masyarakat untuk mendapatkan suplai listrik murah dan permanen bisa direlisasikan. Ini merupakan sebuah trobosan kebijakan yang sangat membantu PLN dalam menyediakan listrik untuk rakyat. “Kita akan terus berupaya agar PLTMG Bagan melibur ini bisa meningkatkan kapasitas produksi dayanya. Target kita, secara bertahap seluruh desa di Pulau Padang ini bisa dialiri dengan listrik dari pemabngkit PLTMG Bagan Melibur” ungkap Rahmad.
Upaya peningkatan elektrifikasi listrik Meranti terus dilakukan. Selain memanfaatkan PLTMG Bagan Melibur, penambahan mesin PLN diberbagai ranting PLN Selatpanjang, PLN dengan sinergi Pemkab Meranti dan EMP juga berupaya berupaya membangun jaringan PLTMG Mengkikip melalui jaringan kabel bawah laut. Dari pasokan energi PLTMG Mengkikip ini, Meranti akan mendapatkan pasokan daya tambahan sebesar 2 mega watt dan berpotensi untuk terus ditingkatkan. Saat ini, upaya penambahan energi listrik melalui penyambungan kabel bawah laut tersebut, sedang dikerjakan dan diharapkan tunytas ahir tahun ini. “Insya Allah, awal tahun 2014 PLTMG Mengkikip sudah beroperasi. Dengan beroperasinya PLTMG Mengkikip ini, Meranti akan mendapatkan pasokan daya sebesar 2 mega dan berpotensi untuk terus ditingkatkan. Kita optimis dengan sinergi ini, program Pemkab Meranti untuk mewujudkan Meranti terang benderang di tahun 2015, bisa terealisasi” imbuh Rahmad.
Komitmen Pemkab Meranti dalam meningkatkan harapan masyarakat untuk bisa segera menikmati listrik murah dan permanen patut didukung semua pihak.General Manger EMP (Energi Mega Persada) yang dulu bernama PT Kondur Petroleum Bagus Kartika mengatakan, kebijakan Bupati Irwan, MSi membangun sinergi dengan EMP dan PLN merupakan satu trobosan yang sangat arif dan bijak. Tidak hanya dalam menyediakan listrik murah untuk masyarakat. Disisi lain, dengan memanfaatkan sumber energi gas yang dikeklola EMP di berbagai wilayah kerja EMP secara tidak langsung menjadi bukti betapa besarnya komitmen Pemkab Meranti dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan ini sebagai bentuk merealisasikan UU yang memang harus direalisasikan.
Untuk itu, EMP siap dan berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kapasitas produksi gas dari berbagai titik lokasi sumur gas di wilayah Meranti. Dengan meningkatnya produksi sumur-sumur gas ini, tidak hanya akan meningkatkan PAD Meranti dari perolehan dana bagi hasil, dibagian lain energi gas ini bisa dimanfaatkan untuk membangun pembangkit energi listrik di Meranti. “EMP mendukung pebuh kebijakan Pemkab Meranti dalam upaya meningkatkan penyediaan listrik untuk masyarakat melalui pemanfaatan energi gas. Untuk itu, EMP akan terus berupaya dan berusaha untuk meningkatkan kuantitas dan kapasitas produksi sumur-sumur gas. Dengan upaya sinergi ini, kita berharap program Meranti terang benderang bisa terwujud pada tahun 2015” beber Bagus Kartika. Terus dianggarkan
Kepala Dinas Pertambagan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kepulauan Meranti H. Herman mengatakan, Pemkab Kepulaun Meranti akan terus mengalokasikan anggaran untuk pengadaan mesin ginset sebagai upaya melanjutkan program penyediaan listrik untuk masyarakat pedesaan terpencil. Untuk tahun 2013 total alokasi anggaran yang telah dialokasian sebesar Rp.11.852.500.000. Alokasi anggaran sebesar ini diperuntukkan bagi penyediaan 11 unit mesin ginset dan jaringan di 11desa. Sampai tahun 2013 ini, sudah 27 desa yang menikmati alokasi anggaran progra listrik pedesan. Dan program ini akan terus dilanjutkan sampai seluruh desa terpencil yang rural jaringan PLN menikmati listrik. “Untuk merealisasian porgram ini, minimal kita harus mengalokasikan anggaran sebesar 25 miliar rupiah. Dan ini tentunya akan dilakukan secara bertahap, dalam dua tahun anggaran kedepan. Kebijkan ini merupakan sebagai komitmen Pemkab Meranti dalam mewujudkan Meranti terang benderang pada tahun 2015” ungkap H. Herman.
Untuk berharap pada PLN, jelas sangat tidak mungkin.
Kondisi desa-desa di Meranti yang tersebar di berbagai pulau terluar, jelas sangat menyulitkan PLN. Apalagi, jumlah mesi pembangkit energi listrik PLN sangat terbatas dan pada umumnya terkonsentrasi di kota Kecamatan. Hal ini turut dipersulit denga sebaran jumlah penduduk yang tidak merata. Situasi ini mengharuskan PLN membangun mesin pembangkit yang lebih besar dengan dukungan jaringan yang lebih besar pula. Untuk itu, satu-astunya sulusi untuk menjawab kebutuhan listrik masyarakat pedesaan, mau tidak mau Pemkab Meranti harus mengalokasikan anggaran penyediaan mesin ginset di setiap desa yang rural jarigan PLN. Meskipun sifatnya sementara, paling tidak kebijakan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyrarakat. “Kalau harus menunggu PLN, sampai kapan. Hanya ini satu-satunya alternatif yang paling efektif bagi Pemkab Meranti untuk menjawab kebutuhan sarana listrik di pedesaan terpencil” tambah H. Herman.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Kabupaten Kepulauan Meranti Mulyono mengatakan, program penyediaan listrik pedesaan yang dilakukan Pemkab sangat tepat. Dengan kondisi geografis Meranti yang merupakan wilayah kepualuan, pengadaan mesin ginset ini sangat efektif. Apalai dengan sebara penduduk yang tidak merata. Untuk itu, program penyediaan listrik pedesaan ini harus dilanjutkan. Hanya saja persoalan penyediaan bahan bakarnya yang harus terus dipantau agar tidak terjadi kelangkaan dan spekulasi menaikkan harga BBM solar. Untuk itu, sangat disayangkan kalau program listrik pedesaan ini harus dihentikan. “Memang kalau ahirnya PLN bisa menjangkau seluruh pedesaan di Meranti, mau dikamanakan puluhan mesin ginset ini. Tapi itu persoalan lain kedepan. Saat ini masyarkat dipedesaan sangat membutuhkan listrik, sementara PLN belum mampu menyediakannya. Mau tidak mau, hanya ini satu-satunya solusi. Dan program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Meskipun nilainya realtif kecil, tapi langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat dan ini satu kebijakan yang tepat dalam mengalokasikan anggaran APBD Meranti” tegas Mulyono.
Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Meranti Basiran Sarjono, SE, MM mengatakan, Komisi II DPRD Meranti tetap mendukung penuh kelanjutan program penyediaan listrik untuk masyarakat pedesaan. Program Meranti terang benderang, merupakan repleksi dari upaya Pemkab Meranti untuk menjawab kebutuhan listrik di pedesaan terpencil yang rural jaringan PLN. Untuk itu, koitmen Pemkab Meranti melanjutkan mengalokasikan anggaran penyediaan listrik pedesaan tetap harus di dukung semua pihak. Persoalan besarnya alokasi anggaran yang dibutuhkan, sepanjang tepat sasaran tidak ada alasan untuk tidak dianggarkan. Apalagi dengan kondisi kekuatan APBD Meranti yang terus menigkat, sangat naif kalau apa yang menjadi aspirasi dan keinginan masyarakat harus diabaikan. “Sepanjang penggunaan anggaran ini tepat sasran, dan menyentuh akar kebutuhan masyarakat tidak ada persoalan. Komisi II tetap mendukung program tersebut. Apalagi masyarakat memang sangat membutuhkan, sementara PLN sendiri belum mampu memenuhinya. Kenapa harus repot, yang digunakan untuk merealisasikan program listrik pedesan ini adalah uang rakyat, jadi kenapa harus diabaikan. Kasihan masyarakat sudah sangat berharap untuk segera menikmati listrik” tandas Basiaran Sarjono (ruslan nahrowi)



