JAKARTA (HK)- Bung Aldi (red- Pemimpin Redaksi Haluan Kepri), Jika ada pertanyaan yang disampaikan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Sutarman, perihal koran pertama yang dia baca, pasca atau sesaat setelah dirinya menerima tongkat komando dari Jendral Timur Pradopo, tentunya sang Jendral Sutarman tidak dapat membantah bahwa koran tersebut adalah Haluan Kepri (HK).
Itulah ungkapan yang disampaikan Jon Veto, pria yang kesehariannya menjabat Wakil Ketua di Pengurus Daerah (PD) XXXI Forum Komunikasi Putra-putri purnawiran dan putra-putri TNI\Polri (FKPPI) Provinsi Kepri, sesaat setelah dirinya menghadiri prosesi serah terima jabatan Kapolri, dari Jendral Timur Pradopo kepada Jendral Sutarman, di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Sosok Jon Veto terutama bagi masyarakat Karimun bukan asing lagi. Dengan aktifitas kesehariannya yang banyak bergelut di bidang sosial kemasyarakatan serta pergaulannya yang mampu menembus seluruh lapisan sosial, membuat dirinya mudah akrab dengan siapa saja.
Tak heran, mulai dari tukang becak, tukang ojek, pengusaha, bahkan pejabat sipil maupun pejabat TNI\Polri, mengenal sosok pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat ini.
Entah apa resepnya, mantan wartawan ini, selalu mudah dekat dengan pejabat manapun. Sehingga, sewaktu dia masih aktif menjadi wartawan, nyaris tidak ada narasumber yang tidak bisa dia tembus.
Kapolri Jendral Sutarman, termasuk salah satu pejabat Kepolisian yang kerap menjalin komunikasi dengan pria ini. Diakui Jon, sejak Sutarman menjabat sebagai Kapolda Kepri, dia sudah terkesan dengan sikap dan kepribadian mantan ajudan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid tersebut.
Bahkan, jauh-jauh hari, Jon sudah memprediksi Sutarman akan menjadi orang nomor satu di tubuh Kepolisian RI. Untuk mewujudkan prediksi dan keyakinannya itu, pria yang menghabiskan masa mudanya selama belasan tahun di Malaysia dan Singapura tersebut, tidak segan-segan membuat nama Sutarman di ponsel miliknya dengan sebutan Kapolri. Sementara pada saat itu, Sutarman baru menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
Ketertarikannya kepada sosok Sutarman, membuat Jon, senantiasa menjalin komunikasi. Sekalipun Sutarman sudah tidak lagi berdinas di Kepri, tapi Jon selalu menjalin komunikasi dengan mantan Kapolda Jawa Barat tersebut.
Paling tidak pada hari baik dan bulan baik, Jon senantiasa menyempatkan diri melakukan komunikasi dengan sang Jendral. Bahkan tidak jarang, pria yang sering dipanggil banyak orang dengan sebutan suhu tersebut, juga memberikan sejumlah informasi dan masukan kepada sang Jendral, terkait perkembangan Kepri dari berbagai aspek.
" Saya selalu menjalin komunikasi dengan beliau, bagi saya beliau adalah seorang figur pemimpin Polri yang ideal, dan memang beliau pantas menjabat sebagai Kapolri. Mudahan, di bawah kepemimpinan beliau, institusi Polri dapat lebih bermawah, bermartabat dan mampu menunjukkan wibawa serta perannya di tengah masyarakat", ujar Jon.
Berbekal kedekatannya dengan Sutarman, Jon termasuk salah seorang warga Kepri yang turut menghadiri prosesi serahterima Sutarman menjadi Kapolri.
Bagi Jon, kehadiran dan undangan yang disampaikan langsung oleh Sutarman, merupakan penghargaan yang tidak terkira. Karena, kesempatan tersebut tidak banyak dialami oleh orang lain.
" Saya benar-benar tersanjung dengan undangan yang disampaikan langsung oleh beliau. Disinilah sebenarnya saya melihat kebesaran seorang Sutarman. Sebagai pejabat tinggi di republik ini, dia masih sempat memperhatikan orang yang secara status sosial jauh berada di bawah dirinya. Sehingga kata Jhon, tidak salah ada ungkapan yang mengatakan, bahwa kebesaran seseorang itu bukan dilihat dari tingginya jabatan yang dia pegang, tapi dilihat dari bagaimana cara dia menghargai orang kecil atau orang yang berada di bawah dia'" beber Jon.
Karena menurut Jon, kalau orang kecil menghargai pembesar dan orang kecil menghargai orang kecil serta pembesar menghargai pembesar itu adalah sesuatu yang lumrah dan biasa. Tapi kalau pembesar menghargai orang kecil, itu baru suatu sikap yang luar biasa. Sikap ini tidak banyak dimiliki pembesar atau pejabat di negara ini. Dan Sutarman merupakan salah satu pembesar yang memiliki sifat tersebut, sehingga kata Jhon, sangat pantas jika dia disebut sebagai orang besar.
Tentunya, pengalaman turut hadir dalam prosesi serahterima jabatan Kapolri adalah pengalaman yang berharga bagi Jon. Apalagi dalam momen tersebut, Jon juga mampu membuat catatan penting, tidak hanya pada dirinya, tapi juga bagi Haluan Kepri.
Catatan penting tersebut adalah, menjadikan Haluan Kepri sebagai koran pertama yang di baca Jendral Sutarman sesaat setelah dirinya resmi menjabat sebagai Kapolri, dan sekaligus juga bagi Jendral Timur Pradopo. Dimana bagi Jendral Timur Pradopo, Haluan Kepri, merupakan koran pertama yang dia baca, setelah dirinya resmi melepas jabatan sebagai Kapolri. Mengapa hal ini bisa terjadi?, karena Jon secara khusus membawa koran Haluan Kepri Kepada dua sang Jendral, disela-sela acara serahterima jabatan yang mereka lakukan.(san)





