Jumat12062013

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Jadi Kebanggaan Kepri, Bandara RHF Bernuasa Melayu

Jadi Kebanggaan Kepri, Bandara RHF Bernuasa Melayu

Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat ibu kota Tanjungpinang dan masyarakat Kepri pada umumnya. Selain itu bandara ini merupakan hadiah di penghujung tahun 2013.
Hal ini dikarenakan Banadara RHF Tanjungpinang, telah mengoperasikan terminal barunya yang lebih representatif dan moderen yang bercorak kemelayuannya lebih kental dan terasa. Namun masih ada beberapa hambatan dan halangan yang harus segera dibenahi.

PT Angkasa Pura II mulai mengoperasikan terminal baru Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Rabu (20/11). Pengoperasian diawali dengan tradisi melayu, yakni dengan tepuk tepung tawar oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Abdul Razak.

Pada pengoperasian Bandara ini General Manager Angkasa Pura II Tanjungpinang Suriawan Wakan mendapatkan tepung tawar dilanjutkan dengan perwakilan dari maskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air dan perwakilan penumpang tujuan Jakarta.

Masyarakat yang pertama kali merasakan kenyamanan fasilitas terminal baru adalah penumpang Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 039 tujuan Jakarta, keberangkatan pukul 7.00 WIB dan penumpang Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 278 tujuan Jakarta berangkat pukul 7.45 WIB.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko juga menyambut penumpang yang baru tiba dari Jakarta menggunakan Garuda Indonesia dengan mengalungkan karangan bunga dan pemberian cinderamata.

Menurut Suriawan Wakan, pengoprasian terminal baru bandara ini bukanlah acara peresmian. Namun hanya mengoperasikan terminal baru, kata dia, bandara ini akan menjadi ikon bagi ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

"Pembangunan terminal baru ini bertujuan untuk mengantisipasi pertumbuhan penumpang pesawat sebesar 20 persen per tahun di bandara ini. Melihat pertumbuhan penumpang saat ini pihak Angkasa Pura II meyakini akan ada maskapai penerbangan baru yang akan melayani rute ke bandara tanjungpinang ini," harapnya.

Saat ini, kata dia, maskapai yang telah melayani penerbangan ke bandara RHF selain Garuda dan Sriwijaya, juga ada Lion Air serta Sky Aviation.

Jumlah pergerakan penumpang di bandara RHF, kata dia, pada Januari-September 2013 tercatat 183.892 penumpang. Target tahun ini jumlah penumpang mencapai 400 ribu penumpang.

"Jumlah penumpang akan naik 37,27 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 291.384 penumpang. Target akan tercapai menyusul rencana akan beroperasinya Express Air pada Desember tahun ini dengan rute Jakarta- Tanjungpinang-Kualanamu serta Tanjungpinang-Padang. Juga maskapai Citilink," terangnya lagi.

Suriawan Wakan menambahakan, bandara RHF ini menargetkan, pada tahun 2014, jumlah penumpang yang menggunakan jasa bandara akan mencapai 600 ribu per tahunnya. "Untuk 2013 ini, jumlah pengguna jasa bandara ini hanya mencapai 400 ribu penumpang," ungkapnya.

Naiknya target pencapaian penumpang dikarenakan ada empat maskapai yang melayani rute bandara RHF ini, yakni Garuda Airways, Sriwijaya Air, Lion Air dan Sky Air. Sebelum akhir tahun ini, dua maskapai, Xpress Air dan City Link, juga akan hadir.

Terus Berbenah

Keberadaan terminal baru RHF ini saat ini telah mencapai seluas 8.384 meter persegi dan mampu menampung 1 juta penumpang. Selain itu pihak Angkasa Pura II Tanjungpinang terus akan melakukan pembenahan dan akan meningkatkan dalam segi pelayanan kepada penumpang.

Direktur PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko menjelaskan, operasionalisasi terminal baru merupakan komitmen perusahaannya dalam meningkatkan pelayanan masyarakat terutama masyarakat Kepri.

"Bandara ini terus dibenahi. Saat ini panjang runway telah mencapai 2.256 meter dengan lebar 45 meter. Sekarang sudah bisa menjadi landasan bagi pesawat berbadan lebar," katanya.

Pada 2014, areal parkir pesawat atau apron direncanakan dibangun dan selesai pada 2015. Apron di RHF akan mampu menampung tujuh pesawat. Sementara saat ini yang tersedia baru menampung tiga pesawat.

"Kita berharap pemerintah daerah, mulai Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan akan merasa memiliki bandara ini," jelasnya di sela peninjauan terminal baru, Selasa (19/11).

Tri juga menegaskan, Bandara RHF Tanjungpinang akan menjadi bandara yang berkembang dan menyamai bandara di Bangka Belitung dan Jambi yang memiliki konsep daerah yang kental.

Namun, lanjutnya, kelebihan yang dimiliki Bandara RHF adalah karena Kepri memiliki kawasan Free Trade Zone (FTZ) dan daerah wisata internasional, Lagoi. Ia berharap, dioperasikannya terminal baru RHF, para investor akan melirik Pulau Bintan sebagai lokasi investasi yang menjanjikan sehingga daerah ini bisa berkembang lebih cepat.

"Kita berharap, ke depannya akan ada maskapai yang membuka rute Tanjungpinang-Bali. Sehingga pariwisata di Pulau Bintan dan Ibukota Provinsi Kepri Tanjungpinang akan terus berkembang pesat," harap Tri.

"Selain itu, pihaknya sangat yakin bandara ini akan maju lebih pesat kedepannya, hal ini karena adanya tiga pemerintahan di Pulau Bintan ini yakni, Pemprov Kepri, Pemkab Bintan serta Pemko Tanjungpinang akan bisa meningkatkan sektor pariwisata. Jika sektor ini berkembang tentu bandara juga merasakan manfaatnya karena kunjungan ke bandara akan terus meningkat," tegasnya.

Ia juga berharap, tahun depan peserta Tour de Bintan memanfaatkan terminal baru RHF mengingat tahun ini Pemkab Bintan sukses menggelar Tour de Bintan yang mendatangkan peserta dari mancanegara.

"Saya hadir melihat langsung Tour de Bintan. Iven seperti ini kita harapkan bisa meramaikan bandara kita. Kita optimis pada 2014 mendatang, pesertanya bertambah karena akses menuju Lagoi semakin mudah," bebernya. ***(sut)

Share