Senin02102014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus SDA Meranti Ibarat 'Dara Perawan Yang Siap Disunting'

SDA Meranti Ibarat 'Dara Perawan Yang Siap Disunting'

SELATPANJANG – Jauh sebelum wilayah Kepulauan Meranti mekar menjadi sebuah kabupaten defeniti, daerah ini hanya dikenal dengan kota Selatpanjang sebagai salah satu kota transit. Posisi kota Selatpanjang yang berada di bibir Selat Malaka, dan jalur niaga antar daratan Riau dan Kepulauan. Letak strategisa kota dengan julukan kota seribu antena ini sebagai kuda beban yang jinak, memikul beban antara kawasan niaga Riau daratan, Kepulauan dan kawasan niaga internasional Selat Malaka.

Tidak heran bila kota Selatpanjang, tumbuh menjadi sebuah kota dengan segala aktifitas niaga dari yang legal maupun illegal. Situasi ini menjadikan Selatpanjang sebagai lumbung uang, bagi banyak pihak. Posisi ini pulalah yang menyebabkan kota Selatpanjang lebih di kenal dari Bengkalis. Bahkan posisi sebagai kuda beban yang jinak, lebih mempopulerkan nama Selatpanjang dari Pekanbaru sebagai ibu kota Propinsi Riau. Sedangkan potensi kekayaan sumber daya alamnya, tenggelam dibalik berbagai aktifitas illegalnya. Selatpanjang, dikenal sebagai texasnya Riau, semoukil, judi, prostitusi hingga pusat lintas TKI ilegal ke Malaysia.

TIDAK HERAN pula, bila banyak pihak yang mencibir ketika masyarakat Kepulauan Meranti, menuntut pemekaran lepas dari Bengkalis. Apa yang dimikliki Meranti ? Andaikan ada tambang minyak di Pulau Padang, cukupkah dana DBH untuk membiayai seluruh aktifitas sebuah kabupaten sendiri. Sementara sumbangan pendpatan PAD aslinya, tak sampai 50 milyar rupiah.Bahkan sebuah pertanyaan nyeleneh, sempat dilontarkan salah seorang teman sesama aktifis HIMAPIKANI asal Ujung Pandang Ir. M.Basri , saat bertemu di Batam baru-baru ini ketika membaca visi dan isi Kabupaten Kepulauan Meranti “Menjadikan Meranti sebagai kawasan niaga yang unggul dalam tatanan masyarakat yang madani” pada buku agenda yang diterbitkan Bagian Humas yang saya bawa. Keunggulan apa yang dimiliki Meranti dengan kota Selatpanjangnya?

Sayang pertemuan singkat tanpa dijadualkan di Pelabuhan Sekupang Batam tersebut harus terlewatkan karena saya harus buru-buru berlayar dengan KMV Batam Jet ke Selatpanjang. Saya hanya sempat memberikan sebuah buku tentang potensi investasi yang diterbitkan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Kepulauan Meranti. Ambil buku ini, baca dan pelajari aku tunggu tanggapanmu. Dua hari yang lalu,25 Nopember 2013 pukul 13.30 Basri menelpon “Mantap, Meranti memiliki potensi sumber daya alam ibarat dara perawan yang siap disunting” ungkapnya.
Meranti dengan segala potemsi kekayaan sumber daya alamnya, memang belum dikenal luas.

Meskipun dari dulu para pedagang dari kepulauan Meranti hilir mudik menyebrangi Selat malaka, membawa aneka hasil pertanian dan perkebunan ke Malaysia, belum mampu menarik perhatian kalangan pengusaha asal negeri jiran tersebut untuk berinvestasi. Padahal, hampir 70% kebutuhan industri hulu dan hilir pengolahan kelapa negeri mahadir tersebut dipasok dari Meranti. Belum lagi kopi Sempian yang menjadi primadona industri kopi Malaysia. Hal ini membuktikan, betapa potensi sumber daya alamnya berlimpah, tidak hanya dari sisi kuantitas produksinya tapi juga kualitasnya. Meranti masih banyak menyimpan potensi sumber daya alamnya yang belum tergarap maksimal.

Kunjungan lima pengusaha malaysia yang dipimpin Encik Lukman Idris sepekan yang lalu ke Meranti, sempat tertegun. Kunjungan beberapa hari ke Meranti tersebut, dimanfaatkan para pengusaha Malaysia ini untuk melihat lebih dekat berbagai potensi kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki daerah ini. Mulai dari potensi perkebunan sagu, kelapa, kopi, karet, pinang, industri maritim, pengembangan energi berbasis lingkungan, tambang migas, bijih timah , air bersih hingga pengembangan desertifikasi pangan. Selain itu, Encik Lukman Idris dan rombongan diberikan kesempatan untuk melihat pesona pesisir pantai beberapa sungai di daerah ini dengan kawasan hutan mangrovnya yang rimbun.

Rombongan pengusaha Malaysia ini juga diberikan kesempatan untuk mencicipi aneka makanan masakan sea food , mulai dari siput, kepiting, kerang, mentarang, mousell. Dalam jamuan makan siang bersama Sekda Drs. Iqaruddin, encik Lukman Idris mengaku tertarik dan ta’jub dengan kekayaan potensi sumber daya alam m yang belum tergarap maksimal.”Meranti memiliki segalanya, tidak hanya tambang migas, bijih timah, kebun kelapa dan kopi. Sumberdaya alam maritimnya juga menjadi salah satu potesni yang menarik untuk dijadikan sebagah lahan investasi. Saat ke desa Sesap, saye sempat tertarik melihat anak-anka suku Akit yang sedang asik mencari mussel. Pemandangan seperti ini, tak pernah saye lihat di Malaysia. Ini semue merupakan anugrah yang sangat berharge bagi Meranti kedepan” ungkap Encik Lukman Idris saat berbincang dengan Sekda Iqaruddin di Pondok Bambu dalam jamuan makan siang.

Tidak hanya itu lanjut Encik Lukman. Rimbun hutan mangrove disepanjang bibir pantai, sungai dan selat merupakan sebuah warisan alam yang sangat menakjubkan. Tidak semua daerah ataupun negera memiliki hutan mangrove yang begitu rimbun dan lestari. Namun di Meranti, hutan mangrovenya masih sangat terjaga, dan ini menjadi potensi wisata alam yang bisa dikembangkan. Belum lagi kawasan hutan tasik Nambus, tasik Putri Puyu dan Tasik Air Putih dengan pesona jutaan kelalwarnya. Ini akan menjadi sebuah panorama wisata alam yang tak perna ditemukan di Malaysia. “Kite memiliki agen perjalanan wisata yang siap untuk membangun kerjasama, mempormosikan potensi wisata alam Meranti ini.

Insya Allah, kita akan segera membangun kerjasama wisata ini dan kita siap membawa masuk wisatawan ke Meranti dari Malaysia, 100 orang minimal tiap bulannya. Tinggal bagaimana kedepan kita menjadikan kerjasama ini menjadi sebuah destinasi yang bias menguntungkan dua belah pihak” beber Encik Lukman Idris. Kepala Badan Promosi Investasi dan Pelayanan Terpadu Hendra Putra mengatakan, Meranti memiliki kekayaan potensi sumber daya alam yang sangat berlimpah. Dan yang menakjubkan lagi, potensi kekayaan sumber daya alam tersebut, belum sepenuhnya tergarap secra maksimal. Tidak hanya disektor pertambangan migas, bijih timah.

Sektor perkebunan Meranti juga memilikk potensi untuk menampung kebutuhan industry hulu dan hilir, mulai dari perkebunan kelapa, kopi, pinang, karet mupun sagu. Semua ini, menjadi modal bagi Meranti untuk menarik investor. Dan sebagai realisasinhya, Pemkab Meranti siap memberikan jaminan keuntungan dan berbagai kemudahan. Tinggal bagaimana komitmen investor untuk membangun sinergi yang positif bagi kepentingan pembangunan Meranti kedepan. Tegasnya, dengan segala potensi kekayaan alamnya tinggal menunggu pinangan investor. “Mau berinvestasi disektor mana saja, kita siap memberikan garansi keuntungan. Swell come to Meranti, kita siap dengan tangan terbuka untuk memberikan pelayanan terbaik. Tidak ada korupsi, transparan dan akuntabel. Dan kita siap memberikan taxe holiday bagi investor yang benar-benar punya komitmen untuk berinvestasi di Meranti” tegas Hendra Putra.

Kabupaten Kepualaun Meranti yang berada di daerah kawasan niaga Selat Malaka dan Kawasan Pertumbuhan ekonomi segitiga, Sijori menjadikan daerah ini sangat stategis bagi pengembangan investasi di Riau kedepan. Dahlan Iskan yang sekarang Mentri BUMN dalam kunjungannya beberapa waktu lalu saat masih menjadi Dirut PLN, sempat terkejut dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Meranti. Menurut pemilik pengusaha asal Jatim ini, sebagai daerah yang baru dimekarkan, Meranti memiliki potensi sumber daya alam yang sangat potensial menjadi invetasi yang menguntungkan.

Potensi SDAnya yang belum tergarap maksimal, memberikan peluang bagi investor untuk memilih potensi investasi yang ingin dilakukan. Hal ini didukung pula dengan letak strategis Meranti yang dekat dengan Selat Malaka dan menjadi pintu gerbang bagi pertumbuhan ekonomi daratan Sumatera. Dengan segala potensinya, Meranti kedepan akan menjadi daerah yang paling efektif untuk pengembangan investasi. “Semua saya mengira Meranti dengan Selatpanjang sebagai ibu kotanya, hanya sebuah kota nelayan kecil.

Tapi setelah kita lihat dan mendapatka paparan tentang potensi Meranti, luar biasa. Sumber daya alamnya, merupakan lading investasi yang sangat menarik untuk dikeloal secara professional. Tinggal bagaimana Pemerintah Riau dan Pusat, membantu Meranti menyiapka infastrukturnya. Tidak hanya listrik, tapi juga jalan, jembatan dan pelabuhan karena empat aspek ini, adalah nafasnya dunia industry” beber Dahlan Iskan.

Terganjal Infrastruktur Pengamat Ekonomi Riau Viator Butar-Butar mengatakan, Riau dan didalamnya termasuk Meranti memiliki potensi sumber daya alam yang sangat berlimpah untuk dijadikan sebagai objek investasi. Terlebih Kabupaten Kepulauan Meranti yang baru mekar. Darah ini memiliki potensi submer daya alam yang belum banyak tersentuh. Meskipun sekarang sudah ada beberapa perusahana besar yang beroperasi melakukan ekploitasi, belum mampu menjangkau seluruh potensi sumber daya alam yang dimiliki Meranti. Masih banyak potensi sumber daya alam Meranti yang siap untuk garap menjadi potensi investasi yang menguntungkan.

Tidak hanya disektor pertambangan dan perkebunan yang menjadi potensi PAD utama Meranti. Merantai memiliki potensi industry maritime yang belum tersentuh sama sekali. Belum lagi, pengembangan ensergi berbasis green energy maupun energy terbarukan. Disektor lainya, Meranti memilki potensi industry pariwisata, garam laut dan pengolahan imbah sagu, nipah untuk dikembangkan menjadi bioetanol. “Persoalannya sekarang, pengembangan investasi di Meranti terganjal persoalan minimnya infrastruktur.Untuk itu, harus ada sinergi yang kuat antara Pemkab Meranti dan Propinsi dalam menggesa perceptan pembangunan infrastrukturnya. Kalau persoalna infrastruktur ini mampu diuraikan, Meranti akan melesat menjadi pusat investasi baru di Riau bahka nasional, dibibir kawasan niaga Selat Malaka. Inilah yang menjadikan Meranti sebagai kawasan niaga yang unggul” ungkap Viator Butar-Butar.

Persoalan infrastruktur yang menjadi pengganjal laju investasi di Meranti, menjadi persolan yang menyulitkan Pemkab Kepulauan Meranti. Bupati Irwan, MSi mengatakan Meranti dengan segala potensi kekayaan sumber daya alamnya, memang menjadi perhatian kalangan investor. Tidak hanya local, nasional tapi juga investor asing. Sejumlah investor silih berganti datang ke Selatpanjang untuk menjajaki peluang investasi. Rata-rata dari hasil pembicaraan yang dilakukan, kalangan investor tertarik untuk berivestasi di Meranti. Tidak hanya disektor pertambangan, perkebunan, industry maritime tapi juga dalam upaya pengembangan energy terbarukan dan ramah lingkungan.

Semua ini menjadi bukti, betapa Meranti dengan segala potensinya mampu menjadi daya tarik bagi kalangan dunia usaha untuk berivestasi. Tapi, minimnya infrastrutkur meneybabkan laju investasi di Meranti, tertunda. “Sebagai jawabannya, Meranti menggesa pembangunan jalan koridor di empat pulau yang menjadi incaran investor, terutam Pulau Rangsang yang akan dikembangkan menjadi kawasa indusri masa depan Meranti. Selain itu, Meranti terus berupaya meningkatkan penyertaan alokasi anggaran PNPM Mandiri dan ADD. Tujuannya, agar percepatan pembangunan infrastruktur berjalan maksimal dengan melibatkan seluruh kekuatan masyarakat” ungkap Bupati Irwan, MSi.

Dibagian lain lanjut Bupati, Pemkab Kepulauan Meranti juga berupaya membangun sinergi shering budget anggaran pembangunan dengan Pemerintah Raiu dan APBN. Program shering budget anggaran pembanguna dengan APBD Propinsi Riau dan APBN diarahkan pada upaya penyediaan infrastruktur yang besar, seperti jembatan, pelabuhan dan penanggulanan abrasi pantai. Selain itu, Pemkab Kepulauan Merant juga berupaya membangun sinergi yang kuat dengna pihak swasta dalam menggesa percepatan pembangunan infrastruktur Meranti.

Kebijakan sinergi dengan swasta ini di upayakan sebagai upaya Pemkab Meranti dalam memaksimalkna peran swasta, dalam peningkatan pembangunan infrastruktur. “Tidak hanya focus dalam membnagun infrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan. Tapi juga pengembangan energy alternative untuk peningkatan elektrifikasi listrik Meranti. Ini semua membuktikan betapa Mernati begitu serius, menyiapkan infrastruktur untuk menarik investasi ke daerah ini. Dan kita optimis, bila sinergi ini berjalan maksimal, Meranti tidak hanya akan mampu menampung tumpahan industry di Batam, Tg. Balai Karimun tapi juga Singapura dan Malaysia. Kita aka jadikan potensi kekayaan suber dayam Meranti, menarik investor untuk menanamkan modalnya di Meranti” tandas Bupati Irwan, MSi (Rus)

Share