Raih Penghargaan Special Investmen Award
SELATPANJANG (HK) - Keberhasilan Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Irwan Nasir dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, serta tumbuh kembangnya investasi, berhasil meraih penghargaan bergengsi berupa Special Investmen Award.
Meranti juga dianggap merupakan tujuan investasi paling nyaman di Provinsi Riau.
Pasalnya pengelolaan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti dalam kepemimpinan Bupati Irwan Nasir, MSi, menjadi magnet para pelaku usaha dan investor untuk mengembangkan aktifitas ekonominya di Meranti. Kebijakan birokrasi yang ramah dan memihak dunia usaha, menambah keyakinan pihak pemilik modal bahwa daerah ini memiliki potensi untuk berkembang pesat.
Hal ini ditunjang pula dengan potensi sumber daya alam yang belum tergarap secara optimal. Harapan ini semakin menguatkan banyak pihak dengan menanamkan modalnya di berbagau usaha di Meranti, pasti akan mengasilkan keuntungan. Dampaknya, banyak pelaku usaha yang datang ke Meranti untuk membangun jaringan dan dunia usaha. Merantipun tumbuh menjadi tumpuan dunia usaha di kawasan Riau Pesisir.
Dampak pertumbuhan dunia usaha, turut mendongkrak aktifitas perputaran uang di kabupaten Kepulauan Meranti. Berdasarkan data Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan terpadau Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2012, nilai perkembangan investasi sepanjang tahun 2010 hingga tahun 2011 mengalami peningkatan yang cukup positif. Nilai investasi atas harga bahan baku pada tahun 2010 tercatat 20.671.072,41 Rupiah dan pada tahun 2011 menglamai kenaikan sebesar 24.427.200,81 Rupiah atau naik sebesar 18,2%.
Sementara nilai investasi atas harga konstan pada tahun 2010 tercatat 6.131.941,26 Rupiah, pada tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 6.463.475,98 Rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 5,4%. Fakta ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah investasi yang sangat signifikan untuk daerah yang baru mekar.
Mobilitas ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti yang dinamis, tidak terlepas dari dukangan financial dunia perbankan sebagai lembaga intermediasi antara masyarakat, pelaku dunia usaha dengan pendistribusian modal, baik sector komersial maupun produktif.
Kehadiran bank-bank milik Pemerintah maupun swasta, semakin memperkuat kepercayaan dunia usaha untuk terus mengembangkan aktifitas modalnya di Meranti.
Berdasarkan data informasi Bank Riau Kepri Cabang Selatpanjang, perputaran uang setiap harinya disejumlah bank milik pemerintah dan swasta besar, mencapai 2 milyar rupiah lebih setiap harinya.
Hal yang sama juga terjadi pada aktifitas perputaran uang di sector perdagangan yang berpusat di kota Selatpanjang, untuk satu harinya minimal mencapai 3 milyar rupiah. Sedangkan pada hari-hari tertentu seperti perayaan imlek dan idul fitri arus perputaran uang dipasar Selatpanjang diperkirakan mencapai 20-30 milyar rupiah dalam sepekannya.
“Kebijakan ekonomi yang kondusif yang ditata Pemdakab Meranti, memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan dunia usaha. Kondisi ini turut mendongkrak aktifitas perputaran uang di sejumlah bank di kota Selatpanjang. Dampak positif lainnya, kondisi ini turut mendongkrak perputaran uang di pasar kota Selatpanjang yang diperkirakan mencapai milyaran rupiah setiap harinya.
Sedangkan untuk Bank Riau Kepri Selatpanjang, dalam satu tahun aktifitas perputaran uangnya lebih dari satu trilyun rupiah. Wajar kalau kemudian banyak pihak yang memberikan apresiasi positif terhadap kebijakan ekonomi terhadap Pemkab Kepulauan Meranti dalam kurun empat tahun pasca pemekaran” ungkap H. Irianto, SH Manager Bank Riau Kepri cabang Selatpanjang.
Kabupaten Kepulauan Meranti, tidak hanya memiliki posisi strategis dari sisi penegmbangan ekonomi. Sebagai kabupaten yang baru mekar, Meranti memiiki banyak kekayaan sumber daya alam yang belum tergarap secara optimal. Selama ini, Meranti hanya memiliki sedikit potensi tambang minyak yang dikelola oleh EMP Malacca Strait. Padahal, didalam perut bumi Meranti, masih banyak tersimpan kekayaan alam yang bisa digarap.
Tidak hanya migas di Pulau padang. Tambang migas Meranti menyebar di Pulau Tebing Tinggi, Pulau Rangsang dan Pulau Topang. Disisi lainnya, Meranti juga memiliki tambang bijih timah yang terbenam jauh didasar laut Rangsang dan Pulau Topang. Meranti juga memiliki potensi budi daya tambang garam laut yang sangat potensial, di perairan Pantai Pulau Rangsang. Ini semua merupakan potensi sumber daya alam yang belum digarap.
“Meranti tidak hanya punya migas di Pulau Padang. Meranti punya potensi tambang pasir laut, migas di Pulau Rangsangm, Tebing Tinggi dan Pulau Topang. Meranti juga punya potensi tambang bijih timah.
Semua itu akan kita manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Dan untuk mengekploitasinya, jelas kita akan menggandeng investor. Alasannya, selain persoalan butuh modal juga penggunaan tenaga ahhli dan tekhnologi. Kita akan gandeng investor untuk memperkuat program pembangunan Meranti” beber Bupati Meranti Irwan Nasir MSi.
Keterbukaan Pemkab Meranti, menciptakan iklim investasi yang kondusif menarik perhatian kalangan pemilik modal (investor). Selain EMP yang berupa memperluas penggalian sumur-sumur baru di blok Malacca Strait, sejumlah investor lainnya mulai melakukan ekspansi menanamkan modalnya ke Meranti, diberbagai sector.
Diantaranya, PT National Sago Prima dibidang pengolahan industry sagu, RAPP, PT.SRL, First Flower dan PT Sara Rasa. Dibidang pertambangan, PT Perkit Jaya dan PT Meranti Intan Mulia.
PT Perkita Jaya dan PT Meranti Intan Mulia, meruipakan dua perusahaan besa yang berinvestasi di Meranti bergerak dibidang pertambangan bijih timah. Kehadiran dua perusahaan penambang timah ini, tidak hanya menjanjikan potensi PAD dari sector pertambangan selain migas.
Di dengan diekploitasinya potensi bijih timah di perairan Rangsang dan Topang, Pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Meranti kembali mendapatkan mitra sinergi dalam opaya menggesa program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkesinambungan melalui program CD dan CSR kedua perusahaan penambang bijih timah tersebut.
Pihak managemen kedua perusahaan penambang bijih timah tersebut sudah membuat MoU untuk mengalokasikan angaran CSR untuk masyarakat setempat. Dengan komitmen ini, secara tidak langsung akan mambuka peluang kerja bagi masyarakat local dan pengembangan program ekonomi kerakyatan.
Dibagian lain, kehadiran dua perusahaan PT Perkit jaya dan Meranti Intan Mulia mengolah tambang bijih timah ini, menjadi sebuah jawaban bagi berbagai pihak bahwa kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi tambang selain migas.
“Dengan diolahnya potensi tambang bijih timah ini, Meranri memiliki suntikan dana PAD yang besar dari sector dana DBH tambang timah. Selain itu, Pemkab Meranti tentunya memiliki mita baru dalam membangun sinergi untuk merealisasikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkesinambungan sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan dana CSR PT Perkit Jaya dan PT Meranti Intan Mulia” ungkap Sekdaprop Riau Zaini Ismail.
Paling Nyaman Berinfestasi
Jauh sebelum Kabupaten Kepulauan Meranti berdiri dengan Kota Selatpanjang sebagai penggerak ekonominya, daerah ini merupakan kawasan transit niaga yang syarat dengan dinamika social dengan kesenjangannya. Meskipun kehidupan masyarakatnya yang heterogen telah membaur, sebagai kota transit Selatpanjang tumbuh menjadi daerah yank eras. Berbagai bentuk aktifitas illegal, tumbuh subur bak cendawan tumbuh, mulai dari persoalan premanisme, perjufian hingga menimbukan terjadinya kesenjangan social yang tinggi.
Kondisi ini turut diperburuk pula dengan terbatasnya personal aparat penegak hokum, akibatnya Selatpanjang kala tumbuh dan berkembang sebagai sebuah kota keras. Hal ini dibuktikan dengan dominannya aksi-aksi kejahatah dengan kekerasan.
Puncak dari kesenjangan social ini, meninggalan kenangan pahit peristiwa Selatpanjng Kelabu yang menghanguskan lebi daei 114 pertokoan. Kejadian ini, ternyata menyimpan dampak yang meluas. Ratusan pemilik took tida hanya megalami kerugian materi. Dampak terburuk dari kejadian ini, kepercayaan kalangan dunia usaha turut melorot tajam.
“Waktu itu, Selatpanjang sepertinya tumbuh menjadi sebuah kota keras. Premanisme, perjudian dan berbagai tidak criminal sangat tinggi. Hal ini tentunya sangat berlawanan dengan perkembangan dunia usaha dan investasi yang membutuhkan iklim yang konfusif.
Mekarnya Meranti, yang diikuti dengan penataan birokrasi pelayanan public yang cepat, tepat dan transparan, menjadikan aktifitas social dan ekonomi berjalan dengan baik.,Keberanian Pemkab Kepulauan Meranti memberikan free take holidy, jaminan kemanan investasi dan jaminan keuntungan, mengiring para investor berlomba-lomba menanamkan investasinya. Sejumlah perusahaan baik bersekala lokal, nasional maupun modal asing tumbuh di Meranti dengan baik.
Kondisi ini ditopang dengan kebijakan Bupati Irwan Nasir, MSi yang menarik putra-putra Meranti menjadi pegawai honorer Pemda, kondisi ini menjadikan suasana kota Selatpanjag berubah total dalam lima tahun terahir pasca pemekaran. Berbagai program sosialisasi dan pendekatan emosional yang menyentuh, secara perlahan mampu merubah prilaku masyarakat yang dulunya terkesan tidak teratur, menjadi lebih terkendali.
“Dulu kalau ada acara hiburan di Selatpanjang, kerap terjadi perkelahian karena dipicu minuman keras. Sekarang pemandangan seperti itu, sudah tidak ada lagi. Masyarakat sudah tidak lagi larut dalam kehidupan yang tidak produktif.
Dengan tingginya aktifitas social dan ekonomi, pengelolaan waktu yang dulu terbuang tak menentu kini habis untuk bekerja sebagai upaya membangun pondasi ekonomi. Kota Selatpanjang, semakin ramah dan bersih” ungkap Bupati Irwan, MSi.
Kondusifnya Kota Selatpanjang sebagai lokmotif ekonomi, juga diperkuat dengan terbentuknya Mapolres Kabupaten Kepulauan Meranti sejak Agustus 2013 lalu. Dengan terbentuknya Mapolres Meranti, upaya penertiban dan penanganan pelayanan kantibmas semakin intens dilakukan.
Kepercayaan masyarakat akan adanya perlindungan hokum, semakin tinggi. Kondisi ini secara perlahan turut menurunkan terjadinya tindak gangguan kantibmas. Masyarakat semakin percaya, sehingga tidak lagi takut untuk bersosialisasi.
” Sekarang, 24 jam kota Selatpanjang berdenyut kehidupan ekonomi masyarakatnya. Kalau dulu warga Tionghua takut berjalan malam karena baksi premanisme, sekarang kota ini terbuka kapanpun mau bersantai. Bahkan bangunan turap penaham ombak dan abrasi dibibir Selat Air Hitam, kini berubah menjadi puja sera yang menjadi tumpuan santai di Kota Selatpanjang” Tandas Bupati Irwan, MSi.





