Rabu02192014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Aksesoris Imlek Laris Manis

Aksesoris Imlek Laris Manis

Jelang tahun baru imlek 2014, pedagang pernak-pernik Imlek dan kebutuhan sembahyang panen rezeki. Omset pedagang pun meningkat hingga 50 persen.
Warga keturunan Tionghua di Tanjungpinang khususnya mulai mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menyambut Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Jumat (31/1) mendatang. Mereka mulai berburu pernak-pernik Imlek.

"Sejak dua minggu jelang Imlek, pembeli sudah mulai ramai. Jika hari ini, pembeli masih kisaran 50 orang lebih. Namun nanti 2 atau 3 hari menjelang imlek, akan meningkat hingga 100 orang lebih per harinya," ujar Yanti belum lama ini di Tanjungpinang.

Toko Matahari yang berada di bilangan jalan Pasar Tanjungpinang yang menjual berbagai pernak-pernik imlek dan kebutuhan sembayang seperti kertas, lilin, hio, aksesoris imlek, lampion, maupun kertas ang pao, patung dan dan lian-lainnya menawarkan berbagai harga mulai yang termurah hingga yang mahal.

Harganya mulai Rp5 ribu hingga yang mencapai jutaan, semua tergantung bahan dan tingkat kerumitan pengerjaan produk. Sedangkan harga lilin besar, bisa mencapai lebih dari Rp1 juta.

"Ada sekitar 40 item dengan variasinya bisa sampai ratusan macam, barang ini berasal dari China, Malaysia dan lainnya. Sementra untuk hio yang paling laku adalah hio aroma terapi yang didatangkan dari India. Lilin dan kertas biasanya dipesan oleh pemeluk agama Budha dan Konghucu." jelas Yanti.

Ia mengatakan, semua barang ini disuplai dan didatangkan dari Jakarta dan ada juga yang langusung dari Malaysia. Menurutnya, harga barang ada kenaikan harga hal ini karena rendahnya nilai rupiah terhadap dolar dan ini yang mempengaruhi, namun tidak besar.

"Saat ini yang laku keras pernak-pernik bergambar kuda, seperti ang pao, pajangan, tempelan dinding, maupun baju. Pelanggan banyak yang mencari, karena sekarang kita akan menyambut datangnya tahun Kuda," pungkasnya.

Bunga hoki

Toko Corina yang berada di Jalan Pos Tanjungpinang, hampir setiap hari ramai dikunjungi pembeli yang datang dari Tanjungpinang bahkan luar Tanjungpinang.

Ana Pemilik Toko Corina saat dijumpai di Tokonya mengatakan, tokonya menjual anek bentuk baru tanaman hias yang dibutuhkan untuk menghias rumah saat Imlek.

"Ada peningkatan pada tahun 2014 ini, jelang perayaan imlek banyak masyarakat Tionghoa baik dari Tanjungpinang dan juga ada dari luar Tanjungpinaag, seperti dari Dabosingkep, Anambas, dan lainnya datang untuk membeli,"bebernya.

Ia mengatakan, masyarakat bayak membeli bunga hiasan seperti, tanaman jeruk yang telah berbuah yang sagat menarik, serta ada tanaman bisa orang menyebutnya bunga hoki yang dipercaya dapat mendatangkan rezeki.

"Bentuknya sangat bagus, dengan daun yang hijau tua namun batangnya hingga sampai ke pucuk bunga merah menyala, dan ini sangat bagus untuk pajangan disaat imlek, dan masyarakat tionghoa sangat menyukainya dan dipercaya bisa mendatangkan hoki," ujar Ana yang tengah sibuk melayani pembeli.

Bazar Imlek

Sementara, Bazar Imlek yang digelar oleh pedagang sekitar pasar Baru Tanjungpinang, diminati oleh masyarakat, ini terlihat membludaknya masyarakat yang datang untuk berbelanja baik dari kalangan warga lokal maupun warga Tionghoa sendiri.

Bazar Imlek menyediakan berbagai barang-barang julan seperti, baju, celana, hiasan dan aksesoris imlek lainnya, bahkan ada yang menjual makanan dan minuman. Lokasi bazar imlek sendiri berada di Jalan Pasar dan juga menyambung hingga ke Jalan Merdeka.

Ratusan masyarakat setiap harinya memedati bazar tesebut baik yang akan membeli persiapan menjelang imlek dan juga ada yang sekedar menikmati suasan bazar, dan menimkati makanan dan minuman yang dijajakan.

Alun pedagang baju dan aksesoris imlek di bazar imlek mengatakan, bazar ini dibuka sejak tanggal dua pekan lalu, dan pengunjung juga sangat ramai, dan tentunya pendapatan dari berjualan sangat lumayan dan pembeli juga bukan hanya warga tionghoa saja tetapi dari masyarakat lokal juga banyak yang belanja sambil hiburan.

"Pembeli dan pengunjung bazar lumayan ramai, untuk omzet tiap hariny tentunya meningkat karena banyak masyarakat yang sengaja datang untuk belanja, terutama warga tionghoa karena mereka mempersiapkan untuk imlek," ujarnya.

Sama halnya dengan, Titin penjual makanan dan minuman, lumayan laku jualan dibazar ini, tiap hari pengunjung semakain ramai, dan tentunya meraka akan membeli berbnagai kebutuhan untuk imlek dan setelah cape keliling pasti membeli mkinum dan makanan sambil menikmati keramaian bazar.

"Di Tanjungpiunang ini sangat minim hiburan, makanya dengan adanya bazar imlek ini masyarakat berbondong-bondong datang, dan tidak semuanya akan membeli pakian dan lalat kelengkapan untuk imleki ada juga hanya untuk sekedar berjalan-jalan, apalagi bila malam minggu seperti ini ramai sekali," pungkasnya. ***(sut)


Harga Ikan Dingkis Mulai Meroket

IKAN dingkis menjadi sajian istimewa saat Tahun Baru Imlek karena diyakini ikan ini banyak membawa keberuntungan. Tak heran, menjelang Imlek warga keturunan Tionghoa mulai berburu ikan dingkis.

Akibatnya, harga ikan dingkis pun menjulang naik. Mendekati Imlek harganya bisa mencapai Rp100 ribu dan Rp200 ribu untuk Dingkis yang bertelur per kilogramnya. Padahal di hari biasa harga ikan dingkis hanya Rp25 ribu per kilogram.

Menurut Dewan Kehormatan PSMTI Rudi Chua, tradisi menyajikan ikan dingkis selama Imlek sebenarnya hanya berlangsung di Kepulauan Riau saja, khususnya di Kota Tanjungpinang.

Alasan kenapa ikan dingkis menjadi makanan yang paling sering disajikan adalah karena menurut kepercayaan, ikan merupakan makanan yang paling banyak membawa keberuntungan. "Ikan bagi orang Tionghoa dapat membawa keberuntungan. Jadi setiap perayaan Imlek, ikan menjadi panganan yang paling sering disajikan," ujarnya.

Alasan lain, adalah ikan dingkis sedang memasuki siklus bertelur tepat saat orang Tionghoa merayakan Imlek. "Inilah yang membuat Dingkis sering dicari selama Imlek. Sebab, ikan menurut kami bisa membawa keberuntungan apalagi kalau ditambah sedang bertelur. Begitulah kira-kira filosofinya," tutur Rudi.

Dan menjadi kebanggan tersendiri bagi orang Tionghoa bila dapat menyuguhkan ikan dingkis yang bertelur pada para tamunya di Hari Raya Imlek. *** (cw77)

Share