Rabu02192014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Vihara Bahtra Sasana Berbenah

Vihara Bahtra Sasana Berbenah

Jelang Imlek 2014

Menjelang Tahun Baru Imlek 2014 Vihara Bahtra Sasana di Kota Tanjungpinang, melakukan berbagai persiapan. Pengurus vihara sengaja melakukan pembenahan dan juga bersih-bersih di setiap ruangan dan juga membersihkan patung-patung dewa. Bahkan untuk tahun ini di vihara ini dilakukan pemasangan kanopi.
Pembenahan ini dilakukan untuk menyambut tahun baru Imlek 2014 yang jatuh pada Jumat (31/1) mendatang. Menurut pengurus vihara, salah satu pembenahan yang dilakukan adalah pemasangan kanopi di bagian dalam yang selama ini terbuka di bagian atasnya dan juga pemasangan kanopi di bagian luar vihara.

"Melakukan pembenahan serta melakukan bersih-bersih di dalam dan luar vihara telah lama dilakukan, saat ini sengaja pihak vihara memasang kanopi di bagian dalam dan juga nantinya akan dipasang kanopi di bagian pelataran luar," jelas pengurus Vihara Bahtra Sasana Pandita Prayitno, Sabtu (25/1).

Pandita mengatakan, sengaja memasang kanopi agar umat yang akan melakukan sembahyang saat jelang Imlek dan juga saat Imlek tidak terganggu bila cuaca hujan. Selama ini memang dibagian dalam ada ruangan yang terbuka.

"Bila ditutup dengan memasang kanopi tentunya bila musim penghujan tidak mengganggu saat umat akan melakukan sembahyang di vihara ini. Rencananya juga kanopi akan dipasang di bagian depan vihara agar lebih nyaman bagi masyarakat yang akan sembahyang," bebernya lagi.

Dijelaskan Prayitno, pembenahan dan pembersihan setiap tahun jelang Imlek di vihara ini selalu dilakukan, selain untuk menjaga dan merawat bangunan yang umurnya sudah ratusan tahun ini.

"Bila tidak dilakukan perawatan dengan baik, dikhawatirkan nantinya bangunan vihara ini akan mengalami perapuhan, karena di dalam vihara ini masih banyak yang menggunakan kayu asli sejak ratusan tahun lalu. Selain itu menjaga agar hiasanan di dalam dan diluar vihara tetap terjaga," bebernya.

Menjelang imlek tabahnya, selalu ramai oleh umat yang akan melakukan sembahyang, bahkan pada H-2 hari raya imlek sudah ramai oleh masyarakat yang akan melakukan sembahyang.

"Yang datang untuk sembahyang di vihara ini bukan hanya masyarakat kota tanjungpinang semata , tetapi banyak juga warga negara tetangga atau bahkan warga negara cina yang datang ke sini untuk sembahyang," jelasnya.

Pantuan Haluan Kepri juga diberbagai vihara yang ada di Kota Tanjungpinang juga melakukan hal yang sama yakni melakukan pembenahan dan melakukan bersih-bersih didalam vihara dan sekitarnya. Hal ini untuk menyambut tahun baru imlek 2014 ini.

Tidak hanya di Tanjungpinang, antusias warga menyambut Tahun Baru Imlek juga terlihat di Kabupaten Bintan. Sejumlah warga Tionghoa mulai memadati vihara maupun kelenteng, untuk beribadah. Ritual dan doa diyakini bisa memperoleh peruntungan dan keselamatan di tahun baru.

Sum Mi Hiang, salah seorang pengurus Bhakti Vihara Laksasana di Kijang, baru-baru ini mengatakan, "Sudah beberapa hari ini vihara ramai didatangi warga Tionghua khususnya dari Kijang. Mereka datang untuk memanjatkan doa dan melakukan ritual untuk keberhasilan dan keselamatan di tahun yang baru," ujarnya.

Ritual dan doa ditujukan bagi dewa dan arwah leluhur dengan cara membakar dupa. Selain itu mereka juga mengocok angka keberuntungan atau ciam si.

Ciam si dipakai untuk ramalan nasib, sebuah tradisi untuk mengetahui nasib seseorang. Angka pada bambu yang terjatuh ini dipercaya sebagai nasib seseorang selama setahun ke depan. Mereka berharap, tahun baru membawa peruntungan dan keselamatan.

"Sementara itu, pihak vihara akan membagikan angpao kepada kaum dhuafa saat malam Tahun Baru Imlek nanti yang sudah menjadi bagian tradisi menyambut tahun baru," jelasnya.

Vihara dan kelentenga akan semakin ramai pada malam pergantian tahun nanti.

Disambut suka cita

Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa diberbagai belahan dunia akan disambut dengan suka cita dan disambut dengan kegembiraan. Menjelang imlek biasanya masyarakat Tionghoa akan menyiapkan berbagai hal mulai dari membenahi rumah dan juga menyiapkan berbagai makan.

Sama halnya yang terjadi di Kota Tanjungpinang, masyarakat tionghoa setiap menjelang Imlek selalu melakukan pembenahan di rumah baik dengan melakukan pengecatan. Bahkan mendesain ruangan tamu, menghiasi rumah dengan berbagai hiasan serta membeli tanaman atau bunga yang bisa mendatangkan rezeki.

Selain menghiasi rumah masyarakat tionghoa juga setiap menjelang Imlek akan menyediakan dan mempersiapkan makanan khas Imlek diantaranya jeruk, nanas dengan buah yang banyak, permen yang berwarna warni manisan dan juga makanan lainnya, namun yang paling diutamakan saat imlek adalah jeruk.

Selain hal tersebut di atas ada barang-barang lainnya yang akan dipersiapakan oleh masyarakat Tionghoa jelang Imlek diantaranya perlengkapan untuk sembahyang seperti, hio, kertas sembahyang, lilin warna merah dan tentunya akan lukisan dewa dan juga patung dewa-dewa.
Memasuki Imlek buah-buahan bagi warga Tionghoa selalu memiliki makna dan arti tersendiri. Seperti halnya buah jeruk, bagi warga Tionghoa, wajib memilikinya saat Imlek, ataupun saat akan merayakan perayaan besar lainnya. Dan menurut warga Tionghoa, buah Jeruk diartikan buah yang bisa membawa rezeki.

Seperti yang dituturkan oleh Soni Warga Bakar Batu yang tengah berbelanja di sebuah toko hiasan dan perlengkapan Imlek dibilangan Jalan Pasar Tanjungpinang, belum lama ini. Sejak zaman dahulu, buah jeruk yang memiliki warna kuning terang, memiliki arti kekayaan dan kebahagian.

"Hingga saat ini, warga Tionghoa masih percaya bila menyiapkan jeruk pada perayaan besar seperti Tahun Baru Imlek serta ritual lainnya, akan mendatangkan dan mendapatkan banyak rezeki, selain itu juga bila Imlek pastinya sanak keluarga dan relasi dan kenalan pasti akan saling kunjung-mengunjungi dan sebagai pelengkap pasti akan menyuguhkan jeruk," kata Soni sambil memilih barang yang akan dibeli persiapan Imlek.

Ia juga menjelaskan, dari dulu, buah jeruk sudah diartikan buah pembawa rezeki, karena memiliki warna kuning keemasan. Disamping memiliki keberuntungan, buah Jeruk juga selalu dilambangkan sebagai buah keharmonisan untuk sebuah rumah tangga, serta berharap agar tumbuh secar bersama-sama, dan menyatu hingga akhir hayat.

"sebenarnya buah jeruk tidak hanya ada dirumah pada perayaan Tahun Baru Imlek saja, buah jeruk selalu dibeli oleh warga tionghoa, tetapi makna lainnya yang terkandung didalam buah jeruk ialah, diwaktu selesainya pernikahan, pengantin perempuan akan diberikan dua buah jeruk dari pihak keluarga mertua," tuturnya.

Selain menyiapkan hal tadi tutur Soni, masyarakat tionghoa tidak ketinggalan melakukan perbaikan terhadap rumah baik dengan sekedar pengecatan maupun perbaikan dan itu sudah lumrah jelang Tahun Baru Imlek.

"Perbaikan terhadap rumah juga tidak ketinggalan, sebab pada hari raya imlek tersebut pastinya, saudara dan kerabat akan datang bersilaturahmi dan saling mengunjungi mengucapkan selamat. Berbagai pernak pernik imlek kita beli, sengaja untuk mempercantik rumah dan pada tahun 2014 ini merupaqkan tahun kuda," ujar Soni.

Sementara itu William warga KM 5 Tanjungpinjang saat ditemui di toko penjulan pernak pernik Imlek mengatakan, sengaja membeli pernak-pernik Imlek dan juga membeli pohon jeruk yang sudah berbuah sebagai hiasan yang biasa ada jelang Imlek yang bisa mendatangkan hoki dan juga membeli perlengkapan sebahyang lainnya.

"Sengaja membeli tanaman hias untuk mempercantik rumah dan sudah menjadi kebiasaan, dan dipercaya bisa mendatangkan rezeki dan kebaikan bagi keluarga. Saya juga baru melihat ada bunga hoki namanya, bentuknya bagus dan cocok untuk nuansa Imlek yang berwarna merah akan mempercantik rumah dan tentunya berharap bisa membawa hoki seperti nama bunga ini," harapnya.

Sementra Leni warga KM 3 Tanjungpinang juga menuturkan, setiap tahun, saat akan merayakan imlek sengaja beserta kelurga mengajak untuk membeli beberapa hiasan dan juga alat sembahyang, serta tentunya membeli pakaian baru untuk anak-anak sudah tradisi lah, sama seperti orang Islam menyiapkan segalanya saat akan lebaran.

"Salain membeli untuk penghias rumah dan makanan khas imlek juga membeli amplop angpao untuk memberi sanak saudara atau tamu yang datang, memberikan angpao itu sudah tradisi sejak dulu. Biasanya orang tionghoa bila yang lebih tua itu memberikan angpao kepada orang yang masih muda terutama kepada saudara yang masih ada ikatan kelurga, dan juga kepada anak-anaknya walau isinya itu sekedar saja terserah kita," tutup Leni.

Warga lainnya, Ahuat yang tengah berbelanja mengatakan, sengaja datang ke toko perlengkapan imlek untuk membeli berbagai kebutuhan dan juga penghias rumah yang lumrah diadakan saat menjelang imlek.

"Ya, tiap tahun keluarga saya selalu membeli barang persiapan untuk imlek yang akan datang sebentar lagi, selain membeli bunga hiasan tentunya membeli juga pakaian anak-anak dan juga keperluan sehari-hari lainnya," kata Ahuat. ***(sut)

Share