Pantuan Haluan Kepri di Kota Tanjungpiang, sejauh mata memandang hampir setiap sudut, spanduk dan baliho caleg bertebaran baik di jalan-jalan protokol serta kawasan perumahan. Baliho dan spanduk yang dipasang beragam ukuran, mulai dari baliho berukuran raksasa hingga spanduk mini yang ditempel di pohon-pohon.
Tidak hanya di Tanjungpinang, pemandangan serupa juga tampak di Kota Batam. pertarungan para caleg sangat terasa sekali melalui pemasangan baliho dan spanduk di jalan-jalan dan kawasan perumahan. Melalui baliho dan spanduk, masyarakat juga bisa menilai, mana caleg yang memiliki uang banyak dan mana caleg yang maju tanpa modal untuk kampanye.
Setidaknya ini bisa dilihat dengan pemasanga baliho di jalan-jalan protokol seperti simpang sei panas, simpang kabil, kawasan nagoya dan tempat-tempat umum lainnya. Dimana caleg yang memasang baliho di kawasan ini harus merogoh kucek hingga puluhan juta rupiah. Sedangkan di kawasan perumahan kebanyak dipasang oleh caleg-caleg baru dengan ukuran baliho seadanya.
Menurut La Ode Iwan Solihin, salah satu caleg dari Partai Gerindra, sebenarnya pemasangan baliho di jalan-jalan sudah dilakukan sejak, jauh sebelum diumumkannya DCT oleh pihak KPU.
"Para caleg sebelumnya sudah memasang baliho dan stiker di mobil sejak dimulainnya pendaftaran di partai-partai yang diusungnya, setelah mendaftar di partai banyak para caleg yang langsung memasang baliho baik di lokasi tempat tinggal caleg juga di jalan yang dianggap seterategis dilihat oleh masyarakat," ujarnya saat di temui di percetakan beberapa waktu lalu.
Menurut La Ode sapaan akrabnya, pemasangan baliho banyak dilakukan oleh caleg yang baru memulai bergabung dengan partai politik, serta baru pertama mencalonkan diri sebagi calon anggota legeslatif. Sedangkan caleg yang sebelumnya sudah pernah duduk di legislatif memilih promosi melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
"Selain untuk memperkenalkan kepada masyarakat, juga sebagai ajang sosialisasi, dengan memasang baliho dan terpampang foto dirinya, tentunya masyarakat yang tadinya tidak mengetahui akan menjadi tahu siapa nanti caleg yang dipilihnya," jelasnya.
Biasanya ungkap La Ode, kalau yang baru mulai mencalonkan diri, bila terkendala dana maka baliho yang dipasang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu banyak. Hanya ditempat di sekitar lingkungan daerah pemilihan tidak sampai meluas.
"Lain halnya dengan calon yang telah duduk, atau yang sudah menjadi anggota dewan, pastinya mereka akan memasang baliho atau stiker yang lebih besar dan banyak. Asa juga yang baru maju namun karena memiliki biaya tentunya memasang baliho dengan ukuran besar dan banyak," ungkapnya lagi.
"Seharusnya para caleg mematuhi aturan pemasangan baliho sehingga tidak merusak pemandangan di jalan-jalan protokol," harapnya.
Caleg lainnya, Basyarudin Idris, yang merupakan caleg dari PDI Perjuangan dapil Kota Tanjungpinang untuk Provinsi Kepri, menyayangkan peraturan KPU terkait pengaturan dan tata cara pemasangan baliho bagi caleg.
"Hal ini kan, cuma lima tahun sekali bukannya setiap tahun, jadi wajar saja bila caleg memasang baliho lebih dari yang akan ditentukan oleh KPU. Biarkan saja para caleg mensosialisasikan dirinya dimana yang dia sukai," tegas Basyaruddin.
Ia juga menambahkan, bila dibatasi pemasngan baliho tentunya merugikan bagi caleg, masyarakat tentunya tidak akan mengetahui siapa-siapa yang akan maju menjadi anggota legislatif baik di kota/kabupaten dan juga di Provinsi.
"Namun dengan banyaknya mamasang baliho, masyarakat akan lebih mengenal siap-siapa saja orang yang akan maju sebagai anggota dewan dalam pemilu yang akan datang. Baliho itu cara yang efektif untuk memperkenalkan diri dan mempromosikannya," ungkapnya lagi.***
====
Kodik K-Storm 2, Cetak Kaos Caleg dengan Cepat
MUSIM Pemilu dimanfaatkan banyak orang untuk membuka usaha percetakan. Hal ini karena banyaknya caleg yang menggunakan media spanduk, baliho, stiker, kaos untuk mempromosikan diri.
Untuk memulai usaha ini, selain butuh dukungan dana juga perlu memperhatikan mesin cetak sebagai alat vital untuk menunjang kegiatan usaha. Nah, mesin Kodik K-Strom 2 mungkin bisa menjadi referensi bagi Anda untuk menghasilkan cetakan yang berkualitas.
Mesin dengan berat 54 Kg ini memang sengaja dirancang untuk memenuhi kebutuhan percetakan khususnya mencetak gambar pada baju kaos. Dengan menggunakan print DX 58 channel ink YMCK-WWWW, mesin yang diimpor dari USA ini menghasilkan gambar yang tajam dalam waktu cepat.
Menurut Andri, selaku pemilik usaha penjualan mesin Kodik K-Strom 2, selain untuk mencetak kaos, mesin ini juga bisa memprint jeans, kanvas dan media kain lainnya dengan ukuran maksimal A3. "Karena itu mesin ini sangat cocok buat pebisnis di bidang sablon dan kaos yang ingin mengembangkan usahanya," ujar Andri sembari mengatakan, produk Kodik Digital ini sebelumnya telah mendapat penghargaan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan
Dikatakan, untuk mencetak kaos fullblock ukuran A3 dengan jenis kaos cerah waktu pengerjaan hanya 3 menit untuk satu kali cetak warna sesuai dengan gambar yang dicetak. Sedangkan kaos gelap hanya butuh waktu 10 menit karena harus dua kali pengerjaan yaitu cetak dasar menggunakan tinta putih, kemudian baru dicetak sesuai dengan gambar yang dicetak. Keunggulan lain, dari K-Storm 2 adalah sofware yang digunakan mampu menghitung secara akurat untuk biaya modal untuk mengeprint sebuah gambar di setiap kaos. Kemampuan ini baru di Kodik Digital yang memakainya, mesin lain belum ada.
"Keunggulan lain dari mesin adalah tintanya khusus dari USA bukan dari Korea yang banyak digunakan mesin cetak lain karena itu hasilnya lebih berkualitas dan tidak luntur. Dan kemampuan rata-rata produksi untuk 1 hari menghasilkan 150 sampai 200 pcs kaos," jelas Andri.
"Spek mesin ini harganya sama dengan mesin print seharga Rp150 juta sementara mesin Kodik K-Storm 2 ini hanya dijual Rp35 juta. Dan kami memberikan garansi selama 6 bulan," promosi Andri.
Anda tertarik untuk mendapatkan mesin cetak canggih ini, silahkan datang ke Town House Anggrek Mas I Blok K-12B Batam. "Produk ini sudah banyak dipesan oleh perusahaan-perusahaan dan usaha bisnis. Karena satu-satunya produk lokal yang mesinya didatangkan dari merek terkenal," tutup Andri. (jof)
Share




